
Ringkasan Berita:
- Kota Makassar Makassar, diprediksi hujan ringan hingga malam hari pada Kamis (1/1/2026)
- BMKG Wilayah IV Makassar memprediksi hujan ringan hingga sedang menyasar pesisir barat Sulsel
- Di malam hari, wilayah Bantaeng, Bone, Bulukumba, Jeneponto, Kep. Selayar, dan Sinjai diprediksi berawan
nurulamin.pro, MAKASSAR -Sulawesi Selatan (Sulsel) hadapi potensi hujan mengawali tahun 2026.
Khususnya Makassar, diprediksi hujan ringan hingga malam hari pada Kamis (1/1/2026).
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memprediksi hujan ringan hingga sedang menyasar pesisir barat Sulsel.
Di pagi hari, ada potensi hujan ringan sampai sedang di wilayah Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, dan Jeneponto.
Kemudian di siang hingga sore hari meluas ke seluruh wilayah Sulsel potensi hujan ringan hingga sedang.
Di malam hari, wilayah Bantaeng, Bone, Bulukumba, Jeneponto, Kep. Selayar, dan Sinjai diprediksi berawan.
Sementara wilayah lainnya kembali hujan ringan hingga sedang.
"Makassar diprediksi hujan ringan sampai malam hari," kata Prakirawan BMKG IV Makassar Bimo sembari membaca data saat dihubungi, Kamis (1/1/2026) pagi.
Suhu udara berada di angka 18 hingga 34 derajat celcius.
Sedangkan kelembapan udara 65 sampai 100 persen
Peringatan dini dikeluarkan cuaca berisiko potensi dampak banjir atau tanah longsor di wilayah Luwu Utara, Pinrang, Tana Toraja, dan Enrekang.
"Sejak Desember 2025 sudah masuk puncak musim hujan," sambungnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel Muhammad Arafah mengingatkan Masyarakat selalu waspada ditengah kegembiraan berlibur.
Pasalnya Sulsel dihadapkan dengan potensi cuaca buruk di puncak musim hujan.
"wisatawan tidak (perlu) terlalu euforia kalau melakukan kunjungan ke tempat-tempat itu (wisata)," kata Muhammad Arafah kepada nurulamin.pro.
Wisata pantai harus menjadi perhatian ditengah potensi buruk. Khususnya di wilayah Takalar, Bantaeng, Jeneponto, Bulukumba dan Selayar
Sementara, destinasi wisata rawan longsor juga sudah dipetakan.
Diantaranya destinasi di Tana Toraja, Toraja Utara dan Malino Kabupaten Gowa.
Arafah mengaku sudah membuat surat edaran ke kepala daerah di Sulsel.
Edaran tersebut memuat imbauan antisipasi destinasi wisata yang potensi terjadi bencana.
Pemda diminta aktif memberikan informasi terkait cuaca, kemudian menurunkan tim untuk menjaga lokasi wisata.
"Intinya informasi terkait dengan cuaca, terkait dengan kondisi wisata atau destinasi setempat itu. Paling tidak masyarakat setempat juga tahu, atau yang datang juga tahu bahwa beberapa tempat destinasi kita di musim ekstrem seperti ini perlu dihindari," ujar Muh Arafah.
Dalam pemetaan Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel, ada 9 titik padat wisatawan.
Mulai dari Hutan Pinus Malino, Kabupaten Gowa.
Kemudian Tanjung Bira di Kabupaten Bulukumba, Bantimurung dan Rammang-Rammang di Kabupaten Maros.
Ragam destinasi wisata di Kabupaten Tana Toraja, Pantai Galesong di Kabupaten Takalar.
Selanjutnya di Makassar ada Pantai Losari, Lego-Lego dan CPI.
Sementara pusat perbelanjaan di Makassar juga jadi lokasi padat.
Diantaranya Trans Mall, Nipah Mall, Mall Ratu Indah, Mall Panakkukang, MTos, MTC dan Grand Mall di Maros.
Laporan Wartawan nurulamin.pro, Faqih Imtiyaaz
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar