10 fakta jembatan Gempol yang amblas, perbaikan diusulkan ke BNPB

10 fakta jembatan Gempol yang amblas, perbaikan diusulkan ke BNPB

Jembatan Gempol Klaten Amblas Akibat Banjir

Jembatan Gempol yang menghubungkan Kabupaten Klaten dan Gunungkidul mengalami kerusakan parah akibat tergerus banjir. Jembatan yang berada di perbatasan Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, dan Desa Kadilanggon, Kecamatan Wedi, Klaten, kini ditutup total karena dinilai membahayakan pengguna jalan.

Jembatan Strategis Penghubung Dua Kabupaten

Jembatan Gempol merupakan jalur kabupaten yang berperan penting sebagai penghubung utama arus lalu lintas antara Klaten dan Gunungkidul. Penutupan jembatan ini berdampak langsung pada mobilitas warga dan distribusi barang di wilayah sekitar.

Amblas Digerus Banjir Sungai Dengkeng

Kerusakan jembatan terjadi akibat banjir yang menggerus pondasi di bagian bawah. Akibatnya, badan jembatan mengalami retak di sisi utara dan selatan, sementara tembok pondasi di sisi utara dilaporkan longsor dan badan jembatan melengkung di atas aliran Sungai Dengkeng.

Perbaikan Diusulkan ke BNPB

Pemerintah Kabupaten Klaten berencana mengusulkan perbaikan jembatan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Dana Siap Pakai. Usulan ini diajukan karena wilayah Klaten masih berada dalam status siaga bencana hidrometeorologi.

Anggaran Perbaikan Capai Rp 5 Miliar

Perhitungan awal menunjukkan biaya perbaikan jembatan diperkirakan mencapai sekitar Rp 5 miliar. Perbaikan tidak dapat dibiayai melalui APBD tahun 2026 karena anggaran telah disahkan dan sedang berjalan.

Penanganan Darurat untuk Cegah Risiko Banjir

Sebagai langkah darurat, pemerintah daerah merencanakan penghilangan bagian badan jembatan yang ambles. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah runtuhan jembatan jatuh ke sungai dan menghambat aliran air saat banjir, yang berpotensi merusak tanggul dan mengancam permukiman warga.

Status Siaga Hidrometeorologi Masih Berlaku

Pengajuan bantuan ke BNPB didasarkan pada status siaga bencana hidrometeorologi yang masih berlaku sejak November 2025 dan hingga kini terus diperpanjang karena curah hujan masih tinggi.

Jembatan Ditutup Total

Untuk alasan keselamatan, jembatan telah ditutup menggunakan water barrier dan garis pengaman. Penutupan dilakukan setelah ditemukan kerusakan struktural berat yang berisiko menimbulkan kecelakaan.

Kerusakan Terjadi Mendadak

Kerusakan jembatan diketahui terjadi secara mendadak. Sebelumnya, jembatan masih dapat dilalui kendaraan sebelum akhirnya kondisi memburuk dalam waktu singkat dan tidak lagi bisa digunakan.

Dampak pada Arus Lalu Lintas

Penutupan jembatan memaksa pengguna jalan untuk mencari jalur alternatif. Pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk mengatur rekayasa lalu lintas sementara guna mengurangi dampak penutupan.

Warga Diminta Waspada

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, masyarakat diimbau untuk tidak mendekati lokasi jembatan dan tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan hingga proses penanganan dan perbaikan selesai dilakukan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan