
Kebakaran Cafe Tiara Gorontalo, 10 Karyawan Terpaksa Menganggur
Kebakaran yang terjadi di Cafe Tiara di Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, pada Sabtu (3/1/2026) pagi, menyisakan kerusakan bangunan dan kerugian materi yang cukup besar. Selain itu, kejadian ini juga membuat 10 karyawan terpaksa menganggur sementara karena operasional usaha harus dihentikan.
Pemilik Cafe Tiara, Jefri Kaluku, mengungkapkan bahwa yang paling ia pikirkan saat ini adalah nasib para karyawan yang selama ini menggantungkan hidup dari usaha tersebut. Ia berharap perbaikan bisa segera dilakukan agar usaha kembali berjalan normal.
“Ada sekitar 10 karyawan di sini. Itu yang paling saya pikirkan sekarang, bagaimana supaya mereka tidak lama-lama menganggur,” ujar Jefri saat ditemui di lokasi kejadian.
Kebakaran terjadi saat Jefri masih berada di rumah dan bersiap menghadiri acara keluarga. Tiba-tiba salah satu karyawannya datang membawa kabar bahwa cafe tersebut terbakar. Saat itu, Jefri sedang mandi dan persiapan untuk pergi acara.
“Saya sementara mandi, lagi persiapan mau pergi acara. Tiba-tiba ada karyawan datang ke rumah dan bilang kalau cafe sudah terbakar,” katanya.
Jefri langsung menuju lokasi kejadian, namun api sudah terlihat membesar dan melahap bagian atas bangunan. Saat tiba, lantai dua sudah terbakar dengan api yang cukup besar di bagian atas.
Menurut Jefri, api pertama kali muncul dari lantai dua yang selama ini difungsikan sebagai kamar karyawan sekaligus gudang. Struktur bangunan yang menggunakan material sederhana membuat api cepat menjalar.
“Di lantai dua itu ada kamar-kamar karyawan. Sekatnya hanya tripleks, lantainya papan kayu, jadi api cepat sekali menyebar,” jelasnya.
Selain kamar, lantai dua juga digunakan untuk menyimpan berbagai perlengkapan usaha, mulai dari barang dagangan hingga peralatan sound system.
“Di atas itu ada barang jualan, kasur-kasur karyawan, juga gudang sound dan speaker,” ungkap Jefri.
Api yang berasal dari sudut kanan lantai dua dengan cepat menjalar ke bawah hingga mencapai area kasir, karena lantai tidak menggunakan cor beton.
“Karena lantainya papan, api langsung tembus ke bawah sampai ke kasir,” katanya.
Meski demikian, Jefri bersyukur api tidak melalap seluruh bangunan. Petugas pemadam kebakaran dinilai berhasil menahan api agar tidak meluas.
“Kalau api dari dalam kasir, mungkin sudah habis semua. Tapi karena dari sudut luar, pemadam masih sempat menahan,” ujarnya.
Area kasir menjadi bagian yang paling terdampak. Sejumlah peralatan di area tersebut tidak dapat diselamatkan.
“Untuk bagian kasir, rata-rata sudah habis,” katanya.
Akibat kebakaran ini, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp200 juta, mencakup kerusakan bangunan lantai dua dan berbagai perlengkapan usaha.
“Perkiraan sementara sekitar 200 juta rupiah,” ucapnya.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Seluruh karyawan berhasil menyelamatkan diri.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, semua karyawan selamat,” ujar Jefri.
Namun, dampak kebakaran membuat operasional cafe terhenti sementara dan 10 karyawan harus menunggu hingga perbaikan rampung.
Jefri pun mengaku tengah putar otak agar usaha bisa segera berjalan kembali.
“Saya tidak mau mereka lama menganggur. Sekarang fokus benahi dulu, terutama atap,” katanya.
Saat ini, proses pembongkaran masih dilakukan di bagian atap untuk mencegah air hujan masuk ke dalam bangunan.
“Kalau hujan masuk, bisa makin rusak. Jadi ditutup dulu atapnya,” jelasnya.
Terkait penyebab kebakaran, Jefri menduga api berasal dari korsleting listrik di ujung bangunan lantai dua.
“Dugaan sementara dari korsleting listrik di ujung sana,” ungkapnya.
Hingga Sabtu siang, aktivitas pembersihan dan pembongkaran masih berlangsung. Puing-puing sisa kebakaran tampak berserakan, sementara bangunan dipersiapkan untuk ditutup sementara.
“Ini memang musibah, apalagi di awal tahun. Tapi mudah-mudahan bisa cepat diperbaiki dan berjalan lagi,” pungkas Jefri.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar