Pemerintah Provinsi Jakarta mengumumkan hasil donasi yang dikumpulkan untuk para korban bencana di Sumatera. Gubernur Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa hingga beberapa menit menjelang pergantian tahun dari 2025 ke 2026, jumlah donasi yang terkumpul mencapai sekitar Rp 3 miliar lebih.
Jumlah tersebut, menurutnya, masih memiliki kemungkinan untuk bertambah. "Karena 10 persen dari tiket masuk Ancol dialokasikan untuk donasi bencana Sumatera. Pasti nilainya signifikan," ujar Pramono saat berada di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Desember 2025.
Dia menjelaskan, donasi yang terkumpul dari warga Jakarta akan disalurkan baik secara langsung oleh pemerintah maupun melalui basis-basis Badan Zakat Nasional. "Jadi, segera disalurkan," tambah Pramono.
Selain itu, pemerintah Jakarta pada hari ini juga telah mengirimkan bantuan bagi korban bencana Sumatera, yaitu berupa instalasi air dan 10 tangki air bersih. "Jadi, pendapatan tiket masuk Ancol 10 persen hari ini akan langsung disalurkan," kata politikus PDI Perjuangan tersebut.
Bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Sumatera pada 25 November lalu. Tiga provinsi tersebut antara lain Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rekapitulasi yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB per Rabu, 31 Desember 2025 pukul 16.00 WIB mencatat, ada 1.154 korban meninggal dunia akibat bencana ini. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan, jumlah korban meninggal dunia bertambah 13 jiwa dari jumlah sebelumnya.
"Hari ini ditemukan 13 korban meninggal dunia di Aceh Tamiang," ujar Abdul dalam telekonferensi, Rabu.
Berikut rincian jumlah korban bencana ekologi di Sumatera berdasarkan provinsi:
- Aceh
- Meninggal dunia: 527 jiwa.
-
Hilang: 31 jiwa.
-
Sumatera Utara
- Meninggal dunia: 365 jiwa.
-
Hilang: 60 jiwa.
-
Sumatera Barat
- Meninggal dunia: 262 jiwa.
- Hilang: 74 jiwa.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar