
Gangguan Jargas di Bontang, Pemulihan Cepat dan Progres Pembangunan Terus Berjalan
Pada Senin (8/12/2025), aliran jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kota Bontang sempat terhenti total hampir tujuh jam. Namun, layanan tersebut akhirnya kembali normal di sore hari pada hari yang sama. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang sehari-hari bergantung pada jargas untuk kebutuhan memasak.
Jargas atau jaringan gas bumi untuk rumah tangga adalah sistem distribusi gas bumi yang langsung disalurkan melalui pipa ke rumah-rumah warga. Layanan ini mirip dengan layanan listrik atau air bersih, namun memiliki kelebihan dalam hal efisiensi dan penghematan biaya. Saat ini, sekitar 18 ribu pelanggan sudah menikmati jargas di Bontang. Selain itu, terdapat 10.553 sambungan rumah (SR) baru yang sedang dikerjakan.
Proses pembangunan fisik jaringan gas ini sudah dimulai pada Oktober 2025 dan ditargetkan akan selesai pada Mei 2026. Pembangunan jargas ini mencakup 14 kelurahan di Kota Bontang. Penambahan sambungan jargas ini akan membuat total sambungan jargas di Bontang mencapai hampir 29.000 rumah, mendekati target city gas, yaitu kota di mana seluruh rumah tangga dapat menikmati energi bersih secara merata.
Jargas Gratis untuk Masyarakat
Program jargas di Bontang tidak dipungut biaya sama sekali. Wali Kota Neni mengatakan bahwa jargas bukan hanya menghadirkan energi bersih dan ramah lingkungan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan warga dengan mengurangi pengeluaran sehari-hari. Ia menegaskan bahwa jika ada pungutan liar, masyarakat segera melaporkannya karena program ini murni fasilitas untuk masyarakat.
Perwakilan Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yunando Antasari, menjelaskan bahwa Bontang menjadi salah satu penerima alokasi terbesar bersama Jambi, Indramayu, Kendal, dan Samarinda. Bontang dipilih karena memiliki pasokan gas yang memadai, infrastruktur penunjang, dan pasar yang dinilai layak.
Tahun ini, total sambungan jargas yang dialokasikan pemerintah pusat mencapai 115.264 SR di berbagai daerah Indonesia. Proyek jargas ini menggunakan skema multi years contract dengan pagu anggaran Rp214,5 miliar, mencakup pembangunan di Bontang, Demak, dan Tana Tidung. Selain itu, jasa konsultasi pengawas bernilai Rp11,7 miliar.
Rincian Sambungan Baru di Bontang
Saat ini, di Bontang sudah ada sekitar 18 ribu pelanggan jargas yang terpasang, dan menyusul 10.553 sambungan baru yang sedang dalam proses pengerjaan dari Kementerian ESDM. Berikut rinciannya:
- Bontang Utara:
- Loktuan: 1.762
- Api-Api: 1.063
- Bontang Baru: 596
- Gunung Elai: 749
- Bontang Kuala: 495
-
Guntung: 465
-
Bontang Selatan:
- Tanjung Laut: 1.577
- Tanjung Laut Indah: 869
- Berebas Tengah: 797
- Berbas Pantai: 412
-
Satimpo: 272
-
Bontang Barat:
- Gunung Telihan: 697
- Belimbing: 609
- Kanaan: 190
Sementara itu, sekitar 7.000 warga yang belum menikmati jargas dan belum terdaftar sebagian besar berada di kawasan pesisir dan seluruh wilayah Bontang Lestari. Angka tersebut dihitung berdasarkan data pelanggan air Perumda Tirta Taman yang berjumlah sekitar 38 ribu pelanggan.
Gangguan Tiba-Tiba pada Jargas
Aliran jargas rumah tangga di Kota Bontang sempat padam total hampir tujuh jam. Layanan jargas akhirnya kembali normal pada Senin (8/12/2025) sore. Terhentinya layanan jargas ini akibat penurunan tekanan pada pipa induk di Manifold MS Tugu Selamat Datang, Bontang.
Warga yang sejak pagi kesulitan memasak dapat kembali menggunakan jargas sekitar pukul 15.00 Wita. Kasmiati, warga RT 20 Kelurahan Tanjung Laut Indah, mengaku gangguan tiba-tiba itu sempat membuat aktivitas rumah tangganya terganggu. Namun ia menilai pemulihan berlangsung cepat.
Menurut Direktur PT Bontang Migas Energi (BME) Erwin, gangguan dipicu penurunan tekanan signifikan pada pipa induk sehingga suplai gas terhenti ke seluruh sektor. Tim teknis BME bersama Pertamina Gas langsung diturunkan ke lokasi untuk melakukan stabilisasi tekanan dan memastikan keamanan jaringan. Setelah perbaikan berlangsung, aliran gas dikembalikan secara bertahap.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar