12 Kecelakaan Laut, 2 Orang Tewas Selama Libur Natal dan Tahun Baru di Pangandaran

12 Kecelakaan Laut, 2 Orang Tewas Selama Libur Natal dan Tahun Baru di Pangandaran

Kecelakaan Laut Selama Libur Natal dan Tahun Baru di Pangandaran

Selama libur Natal dan Tahun Baru, terjadi sejumlah kecelakaan laut di kawasan Pantai Barat Pangandaran. Balawista setempat mencatat sebanyak 12 kasus kecelakaan yang menimpa wisatawan selama periode tersebut. Angka ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang yang berupaya meningkatkan kesadaran dan keamanan bagi pengunjung.

Lokasi Kecelakaan Terbanyak

Liyanto, Koordinator Lapangan Balawista Pangandaran, menjelaskan bahwa kecelakaan laut lebih sering terjadi di Pantai Barat. Hal ini disebabkan oleh dominasi kunjungan wisatawan ke area tersebut. Menurutnya, sebanyak 12 kasus kecelakaan laut tercatat, termasuk dua korban jiwa. Dua orang yang meninggal dunia berasal dari Tasikmalaya dan Bandung.

"Kami mengimbau kepada para pengunjung untuk tetap waspada dan mematuhi aturan yang ada di pantai," ujar Liyanto saat ditemui di ruangan Balawista di Pantai Barat Pangandaran.

Jenis Kecelakaan yang Terjadi

Selain kecelakaan laut, terdapat juga kejadian laka pantai yang melibatkan wisatawan. Beberapa di antaranya tertabrak mini motor cros rental yang digunakan untuk aktivitas wisata. Selain itu, kecelakaan juga terjadi pada anak-anak yang terlalu aktif bermain air atau berenang. Akibatnya, mereka membentur perahu wisata dan mengalami luka lecet di dahi.

Namun, Liyanto menyampaikan bahwa semua korban bisa ditangani dengan aman dan tidak ada kejadian yang parah.

Korban dari Berbagai Wilayah

Mayoritas korban kecelakaan laut maupun laka pantai berasal dari dua wilayah utama, yaitu Tasikmalaya dan Bandung. Meski begitu, Liyanto menekankan bahwa tidak ada dominasi khusus dalam hal asal daerah korban. "Hampir sama, ada yang dari Tasik dan ada yang dari Bandung," katanya.

Penjagaan Ekstra Setelah Libur

Setelah momen libur Natal dan Tahun Baru, pihak Balawista melakukan penjagaan ekstra di Pantai Barat Pangandaran hingga tanggal 4 Januari 2026. Alasannya, karena masih ada masa liburan sekolah hingga tanggal 11 Januari. Oleh karena itu, pihak berwenang mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan.

"Pada hari-hari biasa, kita sering kecolongan terjadi laka laut. Makanya, kita harus tetap fokus dan meningkatkan pengawasan," ujar Liyanto.

Upaya Meningkatkan Kesadaran Wisatawan

Pihak Balawista juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan tentang pentingnya keselamatan di laut. Mereka memberikan edukasi serta memastikan adanya pengawasan yang ketat selama aktivitas berenang dan kegiatan lainnya di pantai.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan jumlah kecelakaan laut dapat diminimalkan, sehingga pengunjung dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan