14 Sekolah Terancam Ledakan Bom di Tangerang, Jakarta, dan Depok

Ancaman Teror Bom di Sekolah-sekololah di Jakarta, Tangerang, dan Depok

Dalam tiga bulan terakhir, sebanyak 14 sekolah di wilayah Tangerang, Jakarta, dan Depok menerima ancaman teror bom. Setiap wilayah memiliki motif yang berbeda, mulai dari pemerasan hingga masalah pribadi seperti asmara.

Ancaman Bom di Sekolah-sekolah Tangerang

Di Tangerang, tiga sekolah internasional menjadi target ancaman bom pada 7 Oktober lalu. Ketiga sekolah tersebut adalah:

  • Jakarta North Jakarta Intercultural School (NJIS)
  • Jakarta Nanyang School (JNY) di Pengadegan, Kabupaten Tangerang
  • Mentari Intercultural School (MIS) di Pondok Aren, Tangerang Selatan

Ancaman bom dikirim melalui nomor telepon +2349165620857 dari Nigeria dengan isi pesan dalam bahasa Inggris yang sama persis, yaitu ancaman dan pemerasan. Pelaku meminta tebusan uang dan aset kripto. Tim Gegana Brimob melakukan sterilisasi lokasi, namun tidak ditemukan bahan peledak. Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman terkait identitas pelaku pengirim pesan ancaman bom.

Ledakan Bom Rakitan di SMAN 72 Jakarta

Sebulan setelah ancaman di Tangerang, tepatnya pada 7 November 2025, bom rakitan meledak di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Seorang siswa berinisial F (17 tahun) membawa 7 bom rakitan ke sekolah. Empat di antaranya meledak saat salat Jumat berlangsung, sedangkan tiga lainnya berhasil dijinakkan oleh polisi. Tidak ada korban jiwa, tetapi puluhan orang mengalami luka. Polisi menyatakan bahwa pelaku tidak terkait jaringan terorisme, melainkan diduga motifnya karena bullying. F kini ditetapkan sebagai anak berkonflik dengan hukum (ABH). Dokter menilai ABH sudah sehat secara jasmani dan rohani.

Ancaman Bom di 10 Sekolah di Depok

Pada 23 Desember 2025, sebanyak 10 sekolah di wilayah Depok menerima ancaman teror bom. Ancaman ini dikirim melalui email sekolah oleh seseorang dengan muatan ancaman. Pelaku juga mengancam akan menyebarkan narkoba ke sekolah-sekolah yang menjadi targetnya.

Beberapa sekolah yang menjadi target antara lain:

  • SMA Arrahman
  • SMA Mawaddah
  • SMA Muhammadiyah 4 Depok
  • SMA PGRI Depok
  • SMA Bintara Depok
  • SMA Budi Bhakti
  • SMA Cakra Buana
  • SMA Muhammadiyah 07 Depok
  • SMA IT Nururrahman
  • SMAN 6 Depok

Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Gegana Brimob melakukan pengecekan di salah satu sekolah, yakni SMA Arrahman, namun tidak ditemukan bom.

Pelaku Teror Bom di Depok

Belakangan terungkap bahwa pelaku adalah seorang mahasiswa berinisial HRR (23), mahasiswa jurusan Teknologi Informatika di sebuah kampus swasta Jakarta Barat. HRR ditangkap di Semarang oleh tim kepolisian. Polisi menyatakan bahwa pelaku bukan terkait jaringan terorisme, melainkan masalah pribadi. Motif pelaku dipicu oleh masalah asmara sakit hati setelah lamarannya ditolak mantan kekasih.

Dalam email yang dikirim, tersangka mencatut nama Kamila Hamid sebagai pelaku teror bom, bahkan mencantumkan alamat rumah mantan kekasihnya. HRR menggunakan email mantan kekasih Kamila Hamid untuk menebar ancaman teror ke 10 sekolah.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan