
Kepala Desa di Sulawesi Selatan Ikuti Jambore dengan Seragam Militer
Sebanyak 1.900 kepala desa se-Sulawesi Selatan menghadiri acara Jambore Kepala Desa tingkat Provinsi. Mereka berpakaian seragam loreng ala militer, menunjukkan keseriusan dan kedisiplinan dalam mengikuti rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama empat hari di Rindam XIV Hasanuddin, Pakkato, Gowa.
Kepala Desa Padang Kalua, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Umi SPd MM, menjelaskan bahwa selama kegiatan retret, peserta akan diberikan materi-materi pembelajaran yang relevan. Dari total 227 desa di Kabupaten Luwu, sebanyak 147 kepala desa hadir dalam acara ini.
"Salah satu agenda utama adalah outbound," ujarnya kepada berita saat berada di lokasi retret pada Jumat (12/12/2025) siang.
Outbound diartikan sebagai bentuk pembelajaran yang dilakukan di lingkungan terbuka atau tertutup melalui permainan efektif. Aktivitas ini menggabungkan intelegensia, fisik, dan mental peserta.
Umi menambahkan bahwa aktivitas fisik akan menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Salah satu penutupnya adalah Jalan Santi Anti Mager yang akan digelar pada Minggu mendatang.
Pemeriksaan Kesehatan dan Pengamanan Selama Retret
Selama pelaksanaan retret, setiap peserta akan menerima pemeriksaan kesehatan. Proses ini dilakukan oleh dokter yang telah disiapkan di lokasi. Selain itu, peserta juga membawa hasil pemeriksaan dari Puskesmas masing-masing.
"Tidak ada biaya yang dibebankan kepada peserta. Semua anggaran ditangani oleh Pemprov," jelas Umi.
Selain seragam loreng, peserta juga diberikan kaos dan sepatu untuk keperluan kegiatan. Hal ini menunjukkan dukungan penuh dari pihak penyelenggara terhadap para peserta.
Kehadiran Bupati Luwu dalam Pembukaan Retret
Bupati Luwu, Patahudding, turut hadir dalam pembukaan retret di Rindam XIV Hasanuddin, Gowa. Ia sempat menemui rombongan kepala desa yang menjadi peserta.
"Pesannya, tetap semangat dalam menerima materi, belajar dengan baik, dan kembali ke Luwu dengan semangat baru," kata Umi mengenai pesan Bupati.
Patahudding mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai penting dalam meningkatkan kapasitas para kepala desa. Ia menekankan bahwa pemerintahan desa membutuhkan ketangguhan dan kemampuan adaptif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Desa adalah ujung tombak pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat, sehingga kepala desa harus tangguh dan siap meningkatkan kualitas pelayanan," ujarnya.
Harapan untuk Kemajuan Desa
Ia berharap bahwa ilmu, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh selama jambore dapat diterapkan oleh kepala desa dari Kabupaten Luwu untuk mendorong kemajuan masing-masing desa.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para kepala desa mampu meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar