15 Contoh Narasi PAUD/TK Kurikulum Merdeka: Nilai Agama dan Budi Pekerti Siswa

15 Contoh Narasi PAUD/TK Kurikulum Merdeka: Nilai Agama dan Budi Pekerti Siswa

Contoh Narasi Nilai Agama dan Budi Pekerti dalam Raport PAUD/TK Kurikulum Merdeka

Pembagian raport semester 1 (genap) di Kalender Pendidikan biasanya dilakukan pada bulan Desember. Dalam proses ini, guru akan menuliskan narasi yang berisi deskripsi perkembangan anak secara kualitatif berdasarkan elemen pembelajaran. Salah satu elemen penting dalam narasi tersebut adalah nilai agama dan budi pekerti. Berikut beberapa contoh narasi yang dapat digunakan sebagai panduan oleh guru dalam menulis raport untuk siswa PAUD/TK.

1. Sikap Bersyukur

Ananda menunjukkan sikap bersyukur yang baik. Ia selalu memimpin doa sebelum dan sesudah makan dengan lancar, serta mengucapkan terima kasih ketika dibantu.

2. Menghargai Perbedaan

Ananda mulai memahami dan menghargai perbedaan yang ada. Ia mampu bermain bersama teman dari suku atau keyakinan yang berbeda tanpa membeda-bedakan.

3. Kejujuran

Ananda menunjukkan kejujuran yang menonjol. Ia berani mengakui kesalahan yang dilakukan tanpa disuruh dan selalu berkata benar tentang apa yang ia lihat.

4. Empati kepada Sesama

Ananda sangat peduli terhadap sesama. Ia menunjukkan rasa empati dengan membantu menenangkan temannya yang sedang menangis atau berbagi bekal dengan tulus.

5. Tanggung Jawab dalam Kebersihan

Ananda bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan diri. Ia dapat merapikan peralatan makan sendiri dan meletakkan sepatu di rak setelah bermain.

6. Sikap Hormat

Ananda menunjukkan sikap hormat yang santun kepada guru dan orang dewasa. Ia selalu menyapa dan mengucapkan salam ketika bertemu.

7. Kesabaran

Ananda menunjukkan peningkatan dalam hal kesabaran. Ia sudah bisa menunggu giliran dalam permainan dan menyelesaikan tugas yang diberikan hingga tuntas.

8. Kepedulian terhadap Lingkungan

Ananda menampakkan kepedulian terhadap lingkungan. Ia selalu berusaha membuang sampah pada tempatnya dan menyiram tanaman di halaman sekolah.

9. Mematuhi Aturan Kelas

Ananda mampu mengikuti aturan dan rutinitas di kelas dengan baik. Ia tertib saat kegiatan baris-berbaris dan membereskan mainan setelah selesai digunakan.

10. Pengenalan Ciptaan Tuhan

Ananda menunjukkan pengenalan terhadap ciptaan Tuhan dengan baik, terutama saat mengamati alam sekitar atau hewan peliharaan. Ia sudah mampu melafalkan doa-doa harian (sebelum makan, sebelum tidur) dengan bantuan, menunjukkan kesadaran bahwa ia hidup dalam lindungan Sang Pencipta. Perlu ditingkatkan dalam mempraktikkan doa-doa yang lebih panjang dan pemahaman tentang tempat ibadah.

11. Sikap Toleransi

Sikap bersyukur Ananda terlihat jelas saat ia mendapatkan hadiah atau makanan. Ia secara spontan mengucapkan 'Alhamdulillah' atau 'terima kasih Tuhan'. Ananda juga mulai menunjukkan sikap toleransi dengan menghargai teman yang menjalankan ibadah berbeda, seperti tidak mengganggu temannya yang sedang berdoa.

12. Kejujuran dalam Perilaku

Ananda menunjukkan kejujuran yang menonjol di usianya. Ia berani mengakui ketika menjatuhkan mainan atau mewarnai keluar garis tanpa disuruh. Ini menunjukkan kesadaran akan tanggung jawab atas perbuatannya. Dorong Ananda untuk lebih berani mengungkapkan perasaan atau kebutuhan dirinya secara jujur.

13. Empati terhadap Teman

Ananda memiliki empati yang tinggi terhadap perasaan teman. Ia seringkali terlihat menawarkan bantuan kepada teman yang kesulitan merapikan balok atau sedang menangis karena terjatuh. Ia menunjukkan kepedulian dengan berbagi bekal makanan ringan tanpa diminta, mencerminkan nilai kasih sayang.

14. Sopan Santun Dasar

Ananda telah menginternalisasi sopan santun dasar. Ia selalu menggunakan kata 'tolong', 'maaf', dan 'terima kasih' dalam komunikasi sehari-hari. Ia juga membiasakan diri untuk berbicara dengan nada lembut kepada guru dan teman, menunjukkan etika yang baik dalam berinteraksi sosial.

15. Kontrol Emosi Negatif

Ananda menunjukkan peningkatan dalam mengontrol emosi negatif, seperti rasa marah atau kecewa. Ia mulai belajar mengambil napas dalam atau meminta waktu tenang saat keinginannya tidak terpenuhi. Walaupun terkadang masih merengek, kemampuan menunda keinginan dan bersabar sudah mulai terlihat.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan