
Prestasi IBCA MMA Kediri di Kejurprov Jatim 2025
Kontingen IBCA MMA Kabupaten Kediri mencatat prestasi membanggakan di Kejurprov Jatim 2025 yang digelar di Tuban, 5-7 Desember 2025. Dari total 19 atlet yang diturunkan, sebanyak 16 petarung berhasil naik podium. Hasil tersebut mengantarkan Kabupaten Kediri keluar sebagai Juara Umum II kategori Youth sekaligus menegaskan posisi Kediri sebagai salah satu kekuatan baru di arena bela diri campuran amatir Jawa Timur.
Persiapan Intensif dan Latihan Terstruktur
Ketua IBCA MMA Kediri, Abdul Rokhim menyebut, capaian medali tersebut bukan hadir secara tiba-tiba. Menurutnya, tim menjalani proses latihan yang lebih intens dan terstruktur dibandingkan sebelumnya. Dalam sebulan menuju kejuaraan, jadwal latihan dinaikkan hampir dua kali lipat. "Biasanya anak-anak latihan tiga kali sepekan tetapi sebulan sebelum Kejurprov kita naikkan jadi enam kali. Weekend malah full tiga sesi. Mereka mengikuti semua prosesnya, itu yang bikin hasilnya kelihatan," kata Rokhim, Senin (8/12/2025).
Rokhim menambahkan, catatan medali di Tuban semakin istimewa karena banyak podium justru datang dari kelompok atlet pendatang baru. Nama-nama yang sebelumnya belum banyak diperhitungkan muncul sebagai kejutan dan berhasil bersaing di level provinsi. "Kemarin malah banyak pendatang baru yang justru naik podium. Mereka pembuktian bahwa kerja keras itu menuai hasil," tegasnya.
Tantangan Regulasi Baru
Meski demikian, Kejurprov 2025 tidak berjalan tanpa hambatan. Perubahan regulasi Stand Up Fighting yang diterapkan mendadak menjadi tantangan tersendiri. Aturan baru yang melarang pukulan ke kepala membuat sejumlah atlet harus melakukan penyesuaian cepat selama pertandingan. "Kendalanya itu lebih ke regulasi. Biasanya boleh memukul kepala, tetapi kali ini dilarang. Perubahannya juga mendadak, jadi beberapa anak kena potongan nilai. Tetapi mereka cepat adaptasi, itu yang saya banggakan," jelas Rokhim.
Dukungan dari KONI Kediri
Dukungan kepada prestasi ini juga muncul dari Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata. Hakim menilai bahwa torehan medali IBCA MMA di Tuban merupakan sinyal positif tentang arah pembinaan olahraga bela diri campuran di daerah. "Capaian 16 podium ini bukan hal kecil. Apalagi banyak pendatang baru yang bisa bersaing. Ini menunjukkan MMA Kediri punya fondasi kuat dan masa depan cerah," ungkap Hakim.
Hakim menegaskan bahwa pembinaan tidak boleh berhenti setelah kemenangan di Kejurprov. Konsistensi latihan dan program jangka panjang diperlukan agar prestasi bisa berlanjut hingga level kejuaraan yang lebih besar. "Kami dari KONI tentu mendukung. Dengan pembinaan yang terarah sejak usia muda, atlet-atlet ini bisa terus bersinar, bukan hanya di Kejurprov tetapi juga di Porprov dan kejurnas," tegasnya.
Agenda Kompetisi Berikutnya
Usai ajang itu, IBCA MMA Kediri sudah menyiapkan agenda kompetisi selanjutnya. Beberapa event besar, termasuk di Surabaya, masuk dalam daftar target mereka pada tahun depan. Dengan regenerasi yang berjalan cepat dan komposisi atlet yang semakin matang, IBCA MMA Kediri kini dipandang sebagai salah satu kontingen yang diperhitungkan di setiap gelaran MMA amatir.
Torehan 16 podium di Tuban menjadi penanda bahwa kekuatan baru dari Kediri sudah siap bersaing di level yang lebih tinggi. "Fokus utama adalah memperkuat mental bertanding dan meningkatkan kualitas teknik para atlet," tegas Rokhim.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar