
Progres Program Makan Bergizi Gratis di NTB
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mencapai berbagai pencapaian yang menunjukkan kemajuan signifikan. Sampai dengan akhir Desember 2025, sebanyak 1,65 juta jiwa telah menerima manfaat dari program ini. Hal ini menjadi indikasi bahwa penerapan MBG di NTB sudah semakin matang dan efektif.
Penerima Manfaat yang Beragam
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) MBG Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, menyampaikan bahwa progres ini menunjukkan akselerasi yang sangat signifikan dalam berbagai aspek, termasuk jumlah penerima manfaat, kesiapan serta jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Selain itu, program ini juga memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja lokal maupun penguatan ekonomi kerakyatan.
Dari total 1,65 juta jiwa yang menjadi target MBG, rincian penerima manfaat meliputi:
- 153.788 jiwa balita
- 213 ribu jiwa untuk jenjang taman kanak-kanak
- Sekolah Dasar (SD) sederajat sampai dengan SMP/MTs lebih dari 960 ribu jiwa
- Jenjang SMA/SMK/MA lebih dari 238 ribu jiwa
- Jenjang SLB sebanyak 2.242 jiwa
- Untuk jenjang Pondok Pesantren sebanyak 5.096 jiwa dan PKBM sebanyak 3.348 jiwa
- Sasaran ibu hamil sebanyak 25.423 jiwa
- Ibu menyusui sebanyak 58.233 jiwa
- Untuk guru, tenaga pendidikan dan kader posyandu sebanyak 29 ribu
Khalik menegaskan bahwa capaian ini menunjukkan bahwa MBG di NTB tidak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga pada kelompok 3B (Busui, Balita dan Bumil) yang menjadi pencegahan stunting dan malnutrisi jangka panjang.
Infrastruktur SPPG yang Berkembang
Dari sisi infrastruktur, pengembangan SPPG juga menunjukkan capaian yang baik. Terdapat 194 unit SPPG yang merupakan bangunan baru. Selain itu, ada 95 unit rumah tinggal yang dialihfungsikan menjadi SPPG, 34 unit rumah makan, 100 unit Ruko serta beberapa gudang yang dialih fungsikan.
Pengoperasian SPPG tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga bermitra dengan masyarakat sebanyak 552 unit, lima SPPG Pondok Pesantren, tiga SPPG polisi dan satu SPPG TNI AU.
Penyerapan Tenaga Kerja dan Penguatan Ekonomi Lokal
Satgas MBG mencatat hingga akhir Desember 2025, telah terserap sebanyak 25.982 tenaga kerja se-NTB. Setiap SPPG dapat menyerap 40-45 tenaga kerja lokal yang bertugas sebagai kepala SPPG hingga juru masak dan petugas operasional, kebersihan dan keamanan.
"Ini memberikan dampak pada pendapatan rumah tangga hingga mengurangi pengangguran," ujar Khalik.
Selain itu, program ini juga memperkuat ekonomi lokal karena untuk memenuhi kebutuhan bahan baku di SPPG menggandeng 2.134 suplier. Terdiri dari koperasi, BUMDes, UMKM dan suplier lainnya.
Tantangan dan Peluang di Tahun 2026
NTB berada di posisi strategis untuk memasuki tahun 2026 dengan tata kelola MBG yang lebih matang, terstandar dan berkelanjutan. Dengan perencanaan yang baik dan kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota serta mitra-mitra lainnya, MBG diharapkan bisa terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat NTB.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar