17 Program Prioritas Wali Kota yang Terealisasi

17 Program Prioritas Wali Kota yang Terealisasi

Capaian Pemkot Ambon di Tahun 2025

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, yang dipimpin oleh Wali Kota Bodewin Wattimena dan Wakil Wali Kota Ely Toisutta, berhasil mencatatkan capaian signifikan sepanjang tahun 2025. Salah satu indikator utamanya adalah terlaksananya 17 program prioritas yang menjangkau berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari kebutuhan dasar hingga penguatan ekonomi dan sosial.

Berikut adalah daftar 17 program prioritas yang telah terealisasi selama tahun 2025:

  • Perluasan Akses Air Bersih
    Melalui Perumda Tirta Yapono dan Dinas PUPR, Pemkot Ambon memperluas akses air bersih dengan total 9.862 pelanggan, rehabilitasi jaringan pipa sepanjang 5.305 meter, serta penggantian pompa di enam titik strategis. Selain itu, sebanyak 254 pelanggan baru terlayani di wilayah Passo, Halong Baru, hingga Kudamati Atas.

  • Persampahan dan Lingkungan Lebih Tertata
    Sebanyak 61.913 ton sampah berhasil ditangani sepanjang 2025. Upaya ini melibatkan pemasangan trash boom, pembangunan 19 TPS higienis, penambahan armada angkut, serta transisi TPA dari open dumping ke controlled landfill.

  • Rekayasa Lalu Lintas dan Transportasi
    Dinas Perhubungan melakukan pemeliharaan lampu lalu lintas di 12 ruas utama, penataan terminal Mardika, pembuatan parkir apung, dan patroli.

  • Perbaikan Infrastruktur dan Permukiman
    Pembangunan dan peningkatan jalan dilakukan di berbagai kawasan, termasuk Rutong, Passo, dan Batu Merah. Selain itu, 37 rumah tidak layak huni diperbaiki, pembangunan pasar rakyat, serta rehabilitasi fasilitas publik ramah disabilitas.

  • UMKM dan Lapangan Kerja
    Sebanyak 715 UMKM mendapat pengembangan usaha, 40 koperasi tersertifikasi, dan puluhan Koperasi Merah Putih telah memiliki legalitas dan lahan.

  • Pelayanan Publik dan Bebas Pungli
    Jumlah izin terbit meningkat menjadi 11.417, NIB mencapai 8.287, Indeks Kepuasan Masyarakat naik menjadi 84.113. Selain itu, realisasi investasi menembus Rp 269,14 miliar. Saat ini Pemkot juga menyiapkan Mall Pelayanan Publik dan memperkuat komitmen anti pungli.

  • Ambon City of Music
    Festival musik berskala nasional dan internasional digelar, termasuk Ambon International Music Festival (AIMF) 2025, yang mengukuhkan Ambon sebagai Kota Musik Dunia UNESCO dengan predikat Excellent.

  • Pendidikan dan Kesehatan
    Sebanyak 46.909 siswa menerima Makan Bergizi Gratis, UHC mencapai 98,65 persen, dan angka stunting turun menjadi 282 kasus, terendah sejak 2021.

  • Pendapatan Asli Daerah Naik
    Realisasi PAD Kota Ambon mencapai Rp 214,9 miliar, didorong digitalisasi pajak dan pengawasan transaksi usaha.

  • Wali Kota Jumpa Rakyat
    Program WAJAR digelar 24 kali, menampung ratusan aduan masyarakat melalui SP4N Lapor dan omnichannel layanan publik.

  • Pariwisata Terintegrasi
    Jumlah wisatawan lokal, domestik, dan mancanegara terus meningkat. Penetapan Mama-mama Papalele sebagai Warisan Budaya Tak Benda menjadi sorotan nasional.

  • Reformasi Birokrasi dan Antikorupsi
    Indeks Pencegahan Korupsi Daerah Kota Ambon mencapai 86,22, disertai penguatan SDM aparatur dan kolaborasi dengan aparat penegak hukum.

  • Ambon Smart City
    Pemkot Ambon meluncurkan statistik sektoral digital, Call Center 112, serta uji publik Ranperda Smart City.

  • Penanggulangan Kemiskinan
    Program bansos, pasar murah, hingga bantuan alat usaha perikanan digulirkan untuk kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah.

  • Penguatan Lembaga Keagamaan
    Sebanyak 869 tuagama dan penjaga rumah ibadah menerima insentif, disertai safari Ramadhan dan Natal.

  • Peran Pemuda dan Ekonomi Kreatif
    Pelatihan wirausaha muda, workshop konten digital, hingga Ambon Creative Preneur menjadi wadah regenerasi ekonomi kreatif.

  • Penguatan Ormas dan Lembaga Sosial
    Sebanyak 26 ormas ditetapkan tertib administrasi, Forum Anak Kota Ambon meraih DAFA Award, serta penguatan peran adat dan komunitas sosial.

Komitmen Pemkot Ambon

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menjelaskan bahwa program prioritas ini difokuskan pada pelayanan publik yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. “Kami memastikan pembangunan tidak hanya terlihat di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya dalam rilis yang diterima nurulamin.pro, Sabtu (3/1/2026).

Dikatakan, capaian 2025 menjadi fondasi menuju pembangunan jangka menengah.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan