18 Bayi dan 10 Anak Selamat Saat Banjir Bandang Menghancurkan TK di Johor

Insiden Mencekam di Johor: Banjir Bandang Terjang Taman Kanak-Kanak, 34 Orang Berhasil Diselamatkan

Pada Rabu sore, sebuah kejadian mencekam terjadi di Taman Kanak-Kanak dan Pusat Penitipan Anak Umiku Sayang di Kampung Mohd Amin, Johor. Banjir bandang yang tiba-tiba melanda lokasi tersebut menyebabkan sebanyak 34 orang terjebak di dalam bangunan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia (JBPM) berhasil mengevakuasi seluruh korban dalam kondisi selamat.

Tim Penyelamat Bekerja Cepat untuk Menyelamatkan Korban

Komandan Operasi, Perwira Pemadam Kebakaran Senior II KUP Zakaria Mohamed, menjelaskan bahwa pihaknya menerima panggilan darurat pada pukul 16.26 waktu setempat. Sebuah mobil pemadam kebakaran dengan sembilan personel dari Stasiun Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Larkin segera dikerahkan ke lokasi kejadian.

Saat tiba di tempat kejadian, tim Respons Operasi (PKO) menemukan air banjir yang naik secara cepat dan menggenangi bangunan sekolah. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa 34 orang masih berada di dalam gedung dan tidak dapat menyelamatkan diri sendiri. Para korban terdiri atas 18 bayi, 10 anak-anak, lima orang guru, serta seorang juru masak.

“Tim PKO segera melakukan tindakan penyelamatan dengan mengevakuasi seluruh korban menggunakan perahu penyelamat,” kata Zakaria dalam keterangan resmi yang dikeluarkan pada Rabu malam. Proses evakuasi tersebut turut dibantu oleh empat personel Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM) guna memastikan keselamatan semua korban, terutama anak-anak dan bayi.

Evakuasi Berhasil Dilakukan

Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat sebelum dipindahkan ke lokasi yang aman untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Keberhasilan operasi penyelamatan ini menunjukkan kerja sama yang baik antara petugas pemadam kebakaran dan polisi.

Dalam perkembangan terkini, Petugas Pemadam Kebakaran Senior I Wan Nor Afandi Wan Yusoff dari Stasiun Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kempas, dalam pernyataan terpisah, mengungkapkan bahwa pihaknya juga melakukan penyelamatan terhadap seorang bayi perempuan berusia lima bulan yang terjebak banjir di rumah pengasuhnya di Kampung Pasir, Johor.

Bayi tersebut berhasil diselamatkan dan segera diserahkan kembali kepada ibunya setelah dipastikan berada dalam kondisi aman. Hal ini menunjukkan bahwa upaya penyelamatan dilakukan secara maksimal oleh petugas di berbagai lokasi yang terkena dampak banjir.

Imbauan dari Pihak Berwenang

Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan rawan banjir, agar tetap waspada dan segera menghubungi layanan darurat apabila terjadi kenaikan air secara mendadak. Dengan adanya peringatan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih siap menghadapi bencana alam seperti banjir.

Kesimpulan

Insiden banjir bandang di Johor menjadi peringatan penting bagi masyarakat dan pihak berwenang untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana alam. Keberhasilan evakuasi 34 orang menunjukkan bahwa tindakan cepat dan koordinasi yang baik antara lembaga penyelamat dapat menyelamatkan nyawa manusia. Dengan demikian, pentingnya persiapan dan kesadaran akan bahaya banjir harus terus ditingkatkan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan