
Retret Kepala Desa di Sulawesi Selatan: Memperkuat Disiplin dan Kapasitas Pemerintahan
Sebanyak 1.900 kepala desa se-Sulawesi Selatan mengikuti retret yang digelar di Rindam XIV/Hasanuddin, Gowa. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan disiplin serta memperkuat kapasitas para kepala desa sebagai ujung tombak pemerintahan. Peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah kementerian serta pejabat nasional dan daerah.
Ketua Apdesi Merah Putih Sri Rahayu Usmi mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai mampu membangun kedisiplinan dan profesionalisme pemerintahan desa. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran disiplin bagi para kepala desa. Kegiatan ini ruang mengajarkan kedisiplinan kepada kepala desa. Karena disiplin itu harus dimulai dari diri sendiri, ujarnya.
Kehadiran Pejabat dan Pembekalan Materi
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, hadir membuka kegiatan dengan seragam loreng. Tongkat komando di tangan kirinya digenggam erat. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada peserta retret. Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, juga hadir menyambut kedatangan Andi Sudi.
Selain itu, beberapa kepala daerah seperti Bupati Pangkep M Yusran Lalogau, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, dan lainnya juga hadir dalam acara tersebut. Para kepala desa mulai datang sejak Kamis (11/12/2025) untuk registrasi dan pembagian kamar. Retret ini berlangsung hingga Minggu (14/12) mendatang.
Selama retret, para kades akan mendapat pembekalan dan ceramah dari sejumlah kementerian, baik yang hadir langsung maupun melalui perwakilan. Muh Saleh, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sulsel, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang pengembangan kapasitas, mengingat kepala desa merupakan garda terdepan pemerintah di tengah masyarakat.
Aktivitas Fisik dan Silaturahmi
Selain pelatihan, retret ini menjadi ajang silaturahmi bagi para kepala desa. Sejumlah pejabat dijadwalkan memberi materi, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Kepala Desa Padang Kalua, Kecamatan Bua, Umi menyebut rangkaian kegiatan selama berada di lokasi akan dipadati pemberian materi dan aktivitas fisik. Termasuk salah satu agendanya adalah outbound. Peserta juga akan mengikuti Jalan Santai Anti Mager pada Minggu sebagai penutup kegiatan.
Sebelum memulai rangkaian acara, seluruh kepala desa menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter Rindam, ditambah pemeriksaan dari puskesmas masing-masing. Umi menegaskan, seluruh kebutuhan peserta selama retret ditanggung oleh Pemprov Sulsel. Tidak, semua murni anggaran Pemprov. Kita dikasih seragam loreng, kaos, sama sepatu, ujarnya.
Pengalaman dan Harapan
Bupati Luwu Patahudding, turut hadir menyemangati para kepala desa. Ia menilai aparat desa harus memiliki ketangguhan dan kemampuan adaptif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Desa adalah ujung tombak pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat, sehingga kepala desa harus tangguh dan siap meningkatkan kualitas pelayanan, katanya.
Kepala Desa Benteng Palioi, Muh Syarif, menilai pelatihan ini bermanfaat karena menanamkan kedisiplinan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap NKRI. Sangat bagus. Saya kira retret ini tidak hanya kepala desa yang perlu dilatih, tapi bagusnya semua aparatur pemerintah agar disiplin terpatri dalam diri, ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Baru, Muhlis, memberikan penilaian positif. Ia menilai retret tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman sekaligus mempererat silaturahmi antar kepala desa. Ada pengalaman dan cerita tersendiri. Semoga ke depannya retret ini bisa terulang kembali karena menjadi ajang silaturahmi sesama kepala desa dan menjadi kenangan, katanya.
Latihan Disiplin dan Manfaat
Saenal Budi, Kades Curio, Kabupaten Enrekang, mengaku telah mengikuti rangkaian retret selama dua hari bersama ribuan kepala desa lainnya. Selama itu, para peserta menerima beragam materi berkaitan pembangunan desa. Jam 3 sudah disuruh bangun untuk apel, terus salat subuh. Kita diajarkan disiplin di sini, ujarnya.
Ia menilai retret ini sangat membantu kepala desa dalam mengembangkan potensi wilayah masing-masing, baik dari sisi Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusia (SDM). Kalau pribadi, ini sangat bermanfaat kalau kades benar-benar menerapkan materi sudah diberikan di desa nanti, jelasnya.
Para kepala desa dari Sinjai merespons positif retret kepala desa se-Sulawesi Selatan di Rindam XIV Hasanuddin, Gowa. Mereka menyebut kegiatan ini bukan hanya forum pelatihan, tetapi juga ajang memperkuat hubungan antar kepala desa. Kepala Desa Bonto, Sudirman, menilai retret ini menjadi wadah bertemu dan bertukar pengalaman dengan sesama kades dari seluruh Sulsel.
Fasilitas dan Harapan
Meski ada dinamika khas kegiatan lapangan, Muhlis menilai fasilitas yang disiapkan panitia sudah sangat baik. Fasilitasnya maksimal. Menurut saya sangat bagus, tambahnya.
Bupati Sinjai Ratnawati Arif menyampaikan langsung harapannya kepada para kepala desa dari wilayahnya. Ia menekankan agar seluruh peserta mengikuti rangkaian pembelajaran dengan sungguh-sungguh. Kami berharap para kepala desa betul-betul memanfaatkan kesempatan ini, tegasnya.
Ratnawati berharap ilmu, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh selama retret dapat dibawa pulang dan diterapkan untuk memperkuat tata kelola desa serta mendorong pembangunan yang lebih progresif.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar