2 hari sebelum meninggal, Komang ungkap ingin pulang ke Bali, penyebab kematian masih misterius

2 hari sebelum meninggal, Komang ungkap ingin pulang ke Bali, penyebab kematian masih misterius

nurulamin.pro, AMLAPURA -Kabar kematian misterius pekerja migran Indonesia atau PMI asal Bali mewarnai awal tahun 2026.

Identitas PMI yang dinyatakan meninggal di Turkiye itu bernama Ni Komang Dewantari (31).

Diketahui PMI tersebut berasal dari Dusun Beluhu Kangin, Desa Tulamben, Karangasem.

Kabar duka dari Turkiye itu pun menjadi pukulan berat bagi keluarga, kerabat tak menyangka keberangkatan ke luar negeri itu malah menimbulkan duka.

Penuturan keluarga, 2 hari sebelum ditemukan meninggal dunia, PMI itu sempat menelpon keluarganya di Tulamben.

Dalam komunikasi tersebut, PMI itu mengaku sangat merindukan keluarga khususnya kedua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. 

Ia juga mengungkapkan rasa tidak betah bekerja di Turkiye dan mengatakan ingin untuk segera pulang ke Bali.

Setelah komunikasi terakhir tersebut, PMI itu tidak lagi bisa dihubungi.

Nomor telepon selulernya mendadak tidak aktif, hingga akhirnya pada 25 Desember 2025 keluarga menerima kabar dari pihak KBRI jika Dewantari ditemukan meninggal dunia di pesisir pantai di wilayah Turkiye.

Ungkapan rindu dan keinginan untuk kembali berkumpul bersama keluarga itu menjadi pesan terakhir perempuan Bali itu.

Paman dari Komang Dewantari, I Wayan Guntur mengungkapkan, PMI tersebut berangkat bekerja ke Turkiye sekitar 5 bulan lalu. 

"Dia itu bekerja mengadu nasib dengan bekerja di Turkiye untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Dia orangnya baik sekali," ungkap Wayan Guntur, Minggu (11/1/2025).

Sosok Dewantari yang pekerja keras, rela jauh dari anak-anaknya untuk bekerja sebagai terapis di Turkiye.

Sementara suaminya, bekerja sebagai sopir yang kerap mengangkut sayuran di Singaraja.

Kematian PMi asal Karangasem itu meninggalkan dua orang anak yang masih kecil, masing-masing kelas 5 SD dan kelas 2 SD.

"Jenazah sudah mekinsan ring gni (dibakar) di Setra Tulamben kemarin (Sabtu 10/1/2025)," ungkap Wayan Guntur.

Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui secara pasti apa penyebab kematian Komang Dewantari.

Pihak keluarga hanya mendapatkan informasi jika jenazah Komang Dewantari ditemukan di pantai Turkiye pada Selasa (23/12/2025) lalu.

Sementara jenazah tiba dari Turkiye, Kamis (8/1/2026) sudah dalam keadaan bekas dilakukan autopsi.

"Hasil autopsinya belum keluar lengkap, hanya dijelaskan tidak ada tanda-tanda kekerasan," ungkap dia. (mit)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan