2 tiang listrik patah di kompleks kantor bupati Maros, kabel melintang di jalan

2 tiang listrik patah di kompleks kantor bupati Maros, kabel melintang di jalan
Ringkasan Berita:
  • Cuaca ekstrem merusak dua tiang listrik di kompleks Kantor Bupati Maros, Senin (12/1/2026). Kabel listrik melintang di jalan dan membahayakan pengendara. 
  • PLN mencatat sekitar 1.750 pelanggan terdampak pemadaman serta kerugian material mencapai Rp300 juta.
  • Pemkab Maros memberi kelonggaran WFA bagi ASN dan mengimbau sekolah terdampak belajar daring.
   
 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Dua tiang listrik di kompleks Kantor Bupati Maros, Sulawesi Selatan, rusak akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut.

Pantauan Tribun Timur, kabel listrik tampak melintang di Jalan Bougenville, tepat di depan Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Maros, Senin (12/1/2026).

Kondisi tersebut dinilai membahayakan karena kabel bersentuhan langsung dengan permukaan jalan yang basah.

Seorang warga terlihat meminta pengendara memutar balik demi menghindari risiko tersengat listrik.

Manajer PLN ULP Maros, Sadrach, mengatakan terdapat dua tiang listrik yang patah di kompleks pemerintahan tersebut.

Selain itu, satu tiang lainnya dalam kondisi miring dan sekitar 15 tiang mengalami kendur.

“Kerusakan ini dipicu angin kencang yang terjadi sejak Sabtu lalu,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 1.750 pelanggan di sejumlah wilayah Kabupaten Maros terdampak pemadaman listrik.

“Semalam ada sembilan gardu yang padam akibat pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik. Jumlah pelanggan terdampak kurang lebih 1.750,” jelasnya.

Pasokan listrik, kata Sadrach, kembali normal sepenuhnya pada Minggu dini hari sekitar pukul 04.00 Wita.

PLN juga mencatat kerugian material akibat kerusakan jaringan dan peralatan mencapai sekitar Rp300 juta.

“Dalam waktu dekat, tim pelayanan teknik akan melakukan pengamanan dan perbaikan jaringan secara bertahap,” tutupnya.

Bupati Maros Chaidir Syam membenarkan dampak cuaca ekstrem yang terjadi di wilayahnya.

“Memang ada dua tiang listrik utama yang patah akibat angin kencang, sehingga aliran listrik sempat terganggu,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Maros memberikan kelonggaran bagi ASN yang berada di wilayah terdampak.

“ASN di lokasi dengan kondisi ekstrem diizinkan bekerja dari rumah dengan izin kepala OPD masing-masing,” katanya.

Kebijakan serupa juga diterapkan di sektor pendidikan.

Sekolah yang terdampak banjir dan cuaca ekstrem diimbau melaksanakan pembelajaran daring.

Chaidir menambahkan, laporan banjir masuk dari Kecamatan Maros Baru, Turikale, serta wilayah yang terdampak angin puting beliung.

“Sesuai peringatan BMKG, kami siaga hingga 20 Januari, terutama bagi wilayah bantaran sungai,” pungkasnya. (*)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan