Identifikasi Korban Kebakaran Gedung Terra Drone
Pihak Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur telah mengidentifikasi seluruh korban tewas dalam insiden kebakaran gedung Terra Drone. Total, ada 22 korban yang tewas dalam insiden kebakaran yang terjadi pada Selasa (9/12/2025) kemarin.
Dari 22 korban yang telah diidentifikasi tim DVI Polri, 2 di antaranya merupakan warga Depok, Jawa Barat. Korban pertama, Rayhansyach Pinago Sipahutar (24), merupakan warga Perumahan Jatijajar, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok. Korban kedua bernama Siti Sa’adah Wahyu Ningsih, merupakan warga RT 03/RW 05 Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Depok.
Keluarga almarhum Rayhan, Bachtiar (82) menjelaskan, cucunya akan dikebumikan di TPU Tapos berdekatan dengan makam neneknya. “Rayhan itu anaknya nurut, rajin belajar, enggak pernah keluyuran,” kata Bachtiar saat ditemui di rumah duka, Rabu (10/12/2025). Menurut Bachtiar, cucunya baru bekerja di Terra Drone kurang lebih setahun hingga insiden itu terjadi.
Sedangkan ayah almarhumah Siti, Wahyu Raharjo mengaku, anaknya sempat mengirimkan pesan terjebak kebakaran melalui WhatsApp. “Kita telpon dan itu tidak dijawab sama sekali,” kata Wahyu. Wahyu menambahkan, anaknya sudah bekerja di Terra Drone kurang lebih sekitar 2 tahun.
Proses Identifikasi Korban Kebakaran
Rumah Sakit Polri Kramat Jati menyelesaikan proses identifikasi seluruh jenazah korban kebakaran Gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Hingga Rabu (10/12/2025) sore, total 22 korban telah teridentifikasi melalui rangkaian pemeriksaan forensik.
Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono mengatakan, pihaknya sudah merampungkan seluruh pemeriksaan dan identifikasi jenazah korban kebakaran di Terra Drone. "Dan kami juga minta maaf apabila ada yang kurang berkenan karena kami mengutamakan ketelitian, ketepatan, dan tidak semena-mena ingin cepat," ucapnya, Rabu (10/12/2025).
Sementara itu, Kabid Yan Dokpol RS Polri Kramat Jati, Kombes Pol Ahmad Fauzi menjelaskan, kantong jenazah nomor 011, cocok dengan data antemortem nomor 010 teridentifikasi sebagai Asifa Mulandar, perempuan 25 tahun warga Babelan, Bekasi berdasarkan sidik jari, catatan medis, dan properti.
Jenazah nomor 012, cocok dengan data antemortem nomor 019 teridentifikasi sebagai Siti Saadah Ningsih, perempuan 24 tahun, alamat Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat berdasarkan sidik jari, catatan medis, dan properti. "Jenazah dengan nomor 013, cocok dengan data antemortem nomor 002. Teridentifikasi sebagai Emilia Salim Tan, perempuan, 43 tahun, alamat Sawah Besar, Jakarta Pusat. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari dan catatan medis," kata Fauzi.
Fauzi melanjutkan, jenazah nomor 014 cocok dengan data antemortem nomor 004 teridentifikasi sebagai Ervina, perempuan 25 tahun, alamat Jagakarsa, Jakarta Selatan, berdasarkan pemeriksaan sidik jari, gigi, catatan medis, dan properti. Kemudian, kata Fauzi, jenazah dengan nomor 015, cocok dengan data antemortem 007 teridentifikasi sebagai Candra Fajriati Hasanah, perempuan 19 tahun, alamat Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, dan properti.
Jenazah dengan nomor 016, cocok dengan data antemortem 015 teridentifikasi sebagai Tasya Larasati Ramdani, perempuan 25 tahun, alamat Rawalumbu, Bekasi. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, medis, dan properti. "Jenazah dengan nomor 017, cocok dengan data antemortem 012. Teridentifikasi sebagai Sendi Wijaya, laki-laki, 32 tahun, alamat Menteng, Jakarta Pusat. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, medis, dan properti," ungkapnya.
"Jenazah dengan nomor 018, cocok dengan data antemortem 013. Teridentifikasi sebagai Raihansyah Pinago Sipahutar, laki-laki, 24 tahun, alamat Tapos, Depok. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, dan catatan medis," sambung Fauzi. Masih kata Fauzi, jenazah dengan nomor 019, cocok dengan data antemortem 014 teridentifikasi sebagai Cintia Leni Nova Resa, perempuan 29 tahun, alamat Sidomulyo, Lampung Selatan, berdasarkan sidik jari, gigi, catatan medis, dan properti. Selanjutnya, jenazah dengan nomor 020 cocok dengan data antemortem 003, teridentifikasi sebagai Rosdiana, perempuan 26 tahun, alamat Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat, berdasarkan sidik jari, gigi, catatan medis, dan properti.
Polisi berpangkat melati tiga itu menambahkan, jenazah dengan nomor 021, cocok dengan data antemortem 016 teridentifikasi sebagai M. Ihsanul Mirza, laki-laki 27 tahun, alamat Pidie Jaya, Aceh berdasarkan sidik jari dan properti. "Terakhir, jenazah dengan nomor 022, cocok dengan data antemortem 008. Teridentifikasi sebagai Saiful Fajar, laki-laki, 38 tahun, alamat Ciganjur, Jakarta Selatan. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, catatan medis, dan properti," terangnya.
Informasi Tambahan Mengenai Korban
Sebelumnya, Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur kembali berhasil identifikasi tujuh jenazah korban kebakaran Gedung Terra Drone Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025). Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono menerangkan, pihaknya sudah memeriksa sekira 20 jenazah korban kebakaran. "Setelah melakukan konsolidasi, kami mengidentifikasi tujuh korban kebakaran," kata Prima, Rabu.
Sementara itu, Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan melanjutkan, kantong jenazah dengan nomor KMY/XII/001 cocok dengan data antemortem nomor 22 teridentifikasi sebagai Pariyem warga asal Bandar Lampung. "Kantong jenazah dengan nomor KMY/XII/002 cocok dengan data antemortem nomor 018, teridentifikasi sebagai Ninda Tan (32) warga Serpong Utara, Tangerang selatan, teridentifikasi berdasarkan sidik jari, catatan medis dan properti," ujar Nyoman.
Polisi berpangkat jenderal bintang satu itu menerangkan, kantong jenazah dengan nomor KMY/XII/003 cocok dengan data am nomor 009, teridentifikasi sebagai Muhammad Ariel Budiman (24) warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, teridentifikasi berdasarkan pemeriksaan sidik jari, gigi dan properti. Kemudian, kantong jenazah dengan nomor KMY/XII/004 cocok dengan data antemortem nomor 011, teridentifikasi sebagai Mochamad Apriyana laki-laki 40 tahun warga Kecamatan Sudimarajaya, Tangerang, teridentifikasi berdasarkan sidik jari, medis dan properti.
"Kelima, kantong jenazah dengan nomor KMY/XII/008 cocok dengan data antemortem nomor 020, teridentifikasi sebagai Della Yohana Simanjuntak perempuan 22 tahun warga Keboyoran Lama, Jakarta Selatan, teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, medis dan properti," ungkapnya. Keenam, kantong jenazah dengan nomor KMY/XII/009 cocok dengan data antemortem 001 teridentifikasi sebagai Nazaelly Tsabita Nurazisha 27 Tahun warga Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Terakhir kantong jenazaha KMY/XII/10 cocok dengan data antemortem 021 teridentifikasi sebagai Athiniyah Isnaini (18) warga Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. "Keduanya teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi dan properti," jelasnya.
Penyebab Kebakaran dan Informasi tentang Perusahaan
Tiga korban teridentifikasi oleh tim DVI Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, mengidentifikasi tiga jenazah dari 22 kantong mayat korban kebakaran gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono, menjelaskan, dari tiga jenazah yang teridentifikasi, dua di antaranya sudah diambil pihak keluarga. "Satu keluarga belum datang dan korban Rufaida sama Novia sudah kami serahkan ke keluarga," kata Prima Heru Yulihartono, Rabu (10/12/2025).
Prima menerangkan, tiga korban meninggal yang bisa diidentifikasi oleh dokter forensik berdasarkan hasil pencocokan DNA dari keluarga korban. Pertama, kantong jenazah dengan nomor 005, cocok dengan data antemortem nomor 017 teridentifikasi sebagai Rufaida Lathifunisa, perempuan 22 tahun warga Telaga Sari, Cikarang Barat. Korban teridentifikasi berdasarkan sidik jari, catatan medis, dan properti. Kedua, kantong jenazah dengan nomor 006, cocok dengan data antemortem 005 dan teridentifikasi sebagai Novia Nurwana, perempuan 28 tahun beralamat Tanggamus, Lampung. Jenazah tersebut berhasil teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, medis, dan properti yang diberikan pihak keluarga. Terakhir, kantong jenazah nomor 007, cocok dengan data antemortem nomor 006 teridentifikasi sebagai Yoga Valdier Yaser laki-laki 28 tahun, beralamat di Metro, Lampung. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, medis, dan properti yang diserahkan oleh pihak keluarga korban.
Ervina Kirim Video dan Voice Note ke Keluarga
Dari 22 karyawan yang menjadi korban tewas dalam kebakaran di Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025), salah satunya adalah Ervina (25), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan. Terungkap bahwa sebelum menjadi korban tewas, Ervina mengirimkan video serta voice note atau rekaman suara dirinya ke keluarga. Sehingga keluarga sudah tahu kalau Ervina menjadi korban, saat informasi kebakaran Gedung Terra Drone beredar.
Kakak Ervina, yakni Anggraini alias Ani menyampaikan bahwa adiknya Ervina mengirim rekaman video dan voice note ke keluarga, sebelum meninggal dunia. "Jadi memang pas kebakaran terjadi, Ervina kirim video ke kaka saya yang juga kakanya almarhumah. Dia kasih tau kantornya kebakaran," kata Anggraini dengan nada bergetar kepada aiotrade, saat ditemui di rumah duka di Jalan Kecapi III, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025) pagi. Selain video, kata Ani, Ervina juga mengirimkan voice note suara adiknya yang mengatakan sudah pasrah di dalam gedung saat kantornya kebakaran. "Dia kirim voice note, isinya, 'Gua gak tau lagi ya, sumpah ini gua udah benar benar gabisa ngapa ngapain ya guys, maap banget. Gua gak tau lagi nih' gitu," ucapnya. Ketika video dan voice note itu dikirimkan Ervina, menurut Ani, kakak mereka langsung mengirimkan voice note itu ke grup keluarga besar. Mereka pun panik dan syok saat tahu kabar itu. "Syok semuanya. Saat itu saya sedang kerja, kaka saya sedang kerja. Di rumah ada adik dan papa mama di rumah, jadi kami semua saling berkabar aja. Syok semua," jelasnya. Anggraini mengatakan saat ini keluarga masih menunggu kehadiran jenazah Ervina di rumah duka. Rencananya jenazah akan segera dimakamkan di pemakaman Keluarga, di Gang Langgar 2, Jagakarsa, Jakarta Selatan. "Semua berkas sudah dikirim dan dimasukkan ke RS Polri, masih menunggu aja nih kasihan kalau tidak cepat-cepat dimakamkan. Rencananya jenazah datang langsung dimakamkan," ujar Anggraini.
Fakta Baru Mengenai Kebakaran Gedung Terra Drone
Fakta baru terungkap terkait kebakaran gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 22 orang meninggal dunia. Gedung itu diketahui berfungsi sebagai tempat servis drone sekaligus kantor. Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra. "Benar (yang terbakar perusahaan drone). (Di gedung itu) enggak produksi, tapi perbaikan dan kantor," ucap Roby, saat dikonfirmasi, Rabu (10/12/2025). "Bisa (servis drone). Servisnya memang di sana," sambungnya. Ia menjelaskan, Terra Drone adalah perusahaan asal Jepang, tetapi pimpinan perusahaan Terra Drone ini merupakan warga Indonesia. Identitasnya telah diketahui dan polisi tengah memastikan keberadaannya untuk dimintai keterangan. "Perusahaannya perusahaan Jepang. Kalau pemimpin perusahaan yang di situ bukan (orang Jepang)," ucap Roby. Hingga kini, penyidik telah memeriksa delapan saksi dari pihak manajemen hingga warga sekitar. Sementara pemilik gedung dan pemilik perusahaan belum diperiksa. Kebakaran itu dilaporkan ke petugas pemadam pada pukul 12.43 WIB. Sebanyak 22 orang tewas dalam insiden tersebut, terdiri atas 15 perempuan dan 7 laki-laki.
Sosok Pemilik Perusahaan Terra Drone
Dikutip dari Tribunnews.com, Terra Drone adalah perusahaan penyedia layanan drone (pesawat tanpa awak) yang berkantor pusat di Jepang. Dikutip dari situs resminya, ini diklaim salah satu perusahaan penyedia drone industri terbesar di dunia untuk berbagai sektor, termasuk minyak dan gas, utilitas, energi terbarukan, pertambangan, konstruksi, dan GIS. Berdiri pada 2016, Terra Drone terus melebarkan sayapnya dan mengakuisisi penyedia jasa drone lokal di berbagai negara.
Hingga saat ini Terra Drone sudah beroperasi di 25 negara, termasuk Indonesia. Toru Tokushige adalah pendiri, pemilik sekaligus CEO Terra Drone Corporation. Dari situs resminya Toru Tokushige adalah warga negara Jepang. Ia lahir tahun 1973 di Prefektur Yamaguchi. Menyelesaikan kuliah di Fakultas Teknik Universitas Kyushu dengan spesialisasi teknik kimia, Tokushige memulai karir profesional di Sumitomo Marine and Fire Insurance Co. Ltd. dan Sumitomo Insurance Company, Limited. Toru Tokushige mendirikan Terra Drone Corporation pada tahun 2016. Dia adalah Pendiri & Chief Executive Officer di Terra Motors India Private. Tokushige juga menjabat sebagai Chief Executive Officer di Shoyo Shipping, Lightron, dan Business Cafe. Termasuk pernah bekerja sebagai Kepala Perencanaan Strategis di MS & AD Insurance Group. Toru Tokushige meraih gelar Magister Administrasi Bisnis (MBA) dari Thunderbird School of Global Management dan lulus pada tahun 2001. Tokushige juga meraih gelar Sarjana Teknik (BE) dari Universitas Kyushu pada tahun 1994. Latar belakang tekniknya memberikan landasan yang kuat untuk memahami aspek teknis industri drone.
Bisnis Terra di Indonesia
Terra Charge, perusahaan penyedia layanan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terbesar di Jepang kabarnya akan membangun 1.000 titik SPKLU di sejumlah lokasi di Indonesia sampai akhir 2025 mendatang. Saat ini Terra sudah mengembangkan 100an SPKLU di 4 provinsi yakni Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali dengan dukungan penuh dari PT PLN (Persero). "Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi kami. Kami ingin menjadi penyedia jaringan SPKLU nomor 1 di Indonesia dengan menyediakan solusi pengisian daya canggih dan mendukung transisi negara menuju mobilitas listrik," ungkap Toru Tokushige, CEO and Founder Terra Charge di acara peresmian SPKLU Terra Charge di Fraser Place kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa 20 Agustus 2024. "Kami punya Terra Motors produksi skuter dan kendaraan roda 3 listrik yang dipasarkan di India. Terra Charge memulai bisnis 5 tahun lalu di Jepang dan saat ini kami menjadi nomor 1 dalam market share EV charging di Jepang dengan 8.000 titik SPKLU," bebernya. Dia menilai pasar Indonesia masih sangat terbuka seiring dengan adopsi kendaraan listrik oleh masyarakat yang terus meningkat. Karakter masyarakat Indonesia yang suka mencoba hal-hal baru menurutnya turut mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar