230 Pengantin WO Ayu Puspita Rugi Rp16 M, Akui Beli Rumah dan Liburan Luar Negeri

Nasib 230 Calon Pengantin yang Jadi Korban Penipuan Wedding Organizer

Sejumlah besar calon pengantin di Jakarta kini menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh Ayu Puspita Sari, seorang pemilik Wedding Organizer (WO) yang terkenal dengan promosi kuat di media sosial. Kasus ini menimbulkan kerugian mencapai Rp15-Rp16 miliar, dan membuat ratusan pasangan kecewa karena resepsi pernikahan mereka tidak berjalan sesuai harapan.

Ayu Puspita Sari dikenal sebagai pemilik WO yang menawarkan paket pernikahan lengkap dan terjangkau melalui akun Instagram @byayupuspitaa. Namun, aksinya tersebut diduga mempergunakan dana klien untuk kepentingan pribadi, seperti membeli rumah mewah dan melakukan perjalanan ke luar negeri. Hal ini semakin memicu kemarahan para korban yang merasa dirugikan.

Awal Mula Kasus Terbongkar

Kasus ini mulai ramai dibicarakan setelah beberapa acara pernikahan di Jakarta Barat dan Jakarta Utara pada Sabtu (6/12/2025) gagal terlaksana sesuai rencana. Salah satu insiden yang viral adalah resepsi pernikahan yang berlangsung tanpa adanya katering dan minuman, meskipun klien telah membayar penuh jasa EO-nya. Kejadian ini memicu kemarahan keluarga mempelai dan mengundang respons luas dari media sosial.

Para korban yang geram kemudian beramai-ramai mendatangi rumah Ayu Puspita Sari untuk meminta pertanggungjawaban. Di sinilah terkuak dugaan baru yang mengejutkan, yaitu bahwa rumah mewah yang baru saja ditempati Ayu Puspita Sari diduga dibeli menggunakan dana dari calon pengantin. Dugaan ini semakin kuat setelah Ketua RT setempat mengungkapkan bahwa ia tidak tahu tentang kepindahan Ayu ke rumah tersebut.

Ayu Puspita Tak Membantah Tuduhan

Ironisnya, Ayu Puspita Sari tidak membantah tuduhan tersebut. Ia mengakui bahwa sebagian dana klien digunakan untuk membayar uang muka rumah, namun sedang berusaha menjual rumah tersebut untuk mengembalikan uang klien. "Saya menggunakan sebagian dana untuk membayar uang muka rumah, tapi sedang berusaha menjual rumah tersebut untuk mengembalikan uang klien," ujar Ayu, mengonfirmasi dugaan penyalahgunaan dana.

Skema penipuan yang dijalankan Ayu Puspita ini disebut mirip skema Ponzi, di mana uang dari klien baru digunakan untuk menutupi tanggungan atau utang dari klien sebelumnya. Skema ini akhirnya runtuh dan menyebabkan kerugian besar bagi para calon pengantin.

Korban Geruduk Rumah Pelaku

Awal terbongkarnya dugaan penipuan Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita bermula dari keluhan sejumlah pasangan yang terpaksa membatalkan hari bahagia mereka. Dari rangkaian laporan dan investigasi para korban, terungkap bahwa sebanyak 230 pasangan telah menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp 16 miliar.

Kasus ini mulai ramai diperbincangkan setelah beberapa acara pernikahan di kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Utara pada Sabtu (6/12/2025) gagal terlaksana sesuai rencana. Situasi di lokasi bahkan sempat kacau karena tamu undangan tidak mendapatkan katering, lantaran vendor yang dijanjikan pihak WO tidak muncul.

Uang Klien Diduga Digunakan untuk Gaya Hidup Mewah

Kasus ini mulai meledak dan viral setelah insiden memalukan terjadi. Di mana sebuah resepsi pernikahan berjalan kacau tanpa ada makanan maupun minuman yang disajikan, padahal seluruh biaya sudah dibayar lunas. Kejadian ini memicu para korban lain untuk speak up, mengungkap bahwa uang mereka diduga digunakan Ayu untuk gaya hidup mewah, termasuk jalan-jalan ke luar negeri.

Puncak kekesalan para korban terjadi saat mereka mendatangi rumah Ayu Puspita Sari di Jakarta Timur dan menemukan fakta mencengangkan. Dimana Ayu baru saja membeli rumah mewah di kawasan perumahan elit. "Jangan-jangan duit gue dan ratusan korban lain dipakai buat beli rumah sama dia, rumahnya gede banget coy," ungkap curhatan seorang klien.

Kecurigaan ini semakin kuat karena Ketua RT setempat pun tidak mengetahui bahwa Ayu Puspita Sari tinggal di sana. "Tadi sudah ke rumah Ayu Puspita WO penipu, ternyata ini rumah baru di tempatin beberapa bulan, bahkan RT RW gak tahu dia tinggal disitu karena baru," tutur salah satu korban yang mendatangi lokasi.

Respons dari Pihak Berwenang

Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal turut membenarkan kejadian ini. "Iya Minggu siang, yang bersangkutan dibawa warga ke Polres," ujarnya. Kala itu Kapolres mencoba menengahi dan menginterogasi owner Wedding Organizer Ayu Puspita. "Saya akan mengusahakan untuk semuanya (korban penipuan) agar bisa dikembalikan hak-haknya," ujar Kapolres.

Kapolres turut meminta seluruh korban penipuan bersabar dan tetap tenang serta tidak terpancing provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. "Sabar-sabar warga yang jadi korban mohon bersabar kami akan mengusahakan," ujarnya.

Informasi yang beredar di media sosial dan grup korban menyebutkan pemilik WO sempat dibawa ke Mapolda Metro Jaya oleh salah satu keluarga korban. Setelah pemeriksaan selama empat jam, pemilik WO dibebaskan dengan alasan telah bernegosiasi dengan korban. "Info dari grup (korban) itu dia langsung dibebaskan karena ngakunya sudah ada negosiasi," kata korban lainnya, Akmal, dihubungi terpisah.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan