268 Pasar Lemahabang Cirebon Terbakar, Pemdes Siapkan Pasar Darurat

Kebakaran Hebat Menghancurkan Pasar Tradisional di Lemahabang Kulon

Kebakaran hebat yang terjadi di Pasar Desa Lemahabang Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, telah menyebabkan kerusakan besar pada hampir seluruh los yang ada di pasar tersebut. Bau hangus masih terasa menyengat di sekitar area pasar, sementara deretan los yang menghitam berdiri sunyi, sebagian atapnya runtuh, dan menyisakan puing-puing sisa kebakaran yang menghanguskan hampir seluruh area pasar.

Kepala Desa atau Kuwu Lemahabang Kulon, Rudiana, menjelaskan bahwa total jumlah kios atau los yang ada di pasar tersebut mencapai sekitar 268 unit. Hampir seluruh kios itu terbakar dalam peristiwa yang terjadi pada pukul 18.30 WIB.

"Kami sudah melihat sendiri bahwasanya ini memang kejadian pada pukul 18.30 WIB," ujar Rudiana saat diwawancarai di area pasar.

Kebakaran tersebut memberikan dampak besar terhadap aktivitas ekonomi warga, khususnya para pedagang yang menggantungkan hidup dari pasar tradisional tersebut. Sebagai langkah penanganan awal, Pemerintah Desa Lemahabang Kulon berencana menyiapkan pasar darurat atau pasar sementara agar pedagang tetap bisa berjualan.

"Kami dari Pemdes Lemahabang Kulon akan memberikan solusi, khususnya untuk para pedagang ini, kami akan memprioritaskan pasar darurat. Karena bagaimanapun juga mereka butuh untuk cicilan bank dan kebutuhan yang lain," ucap Rudiana.

Rudiana menyebutkan bahwa lokasi pasar sementara telah disurvei dan berada tidak jauh dari lokasi pasar lama. "Rencananya di sebelah, ada lahan kami dan tempatnya cukup luas. Mungkin bisa kita relokasikan ke tempat yang kami siapkan," jelas dia.

Proses pemindahan pedagang ke pasar sementara akan dilakukan sesegera mungkin, sambil pendataan pedagang masih terus berjalan. "Kami segera, secepatnya. Karena sambil berjalan, kami juga sedang menginput dan mendata pedagang-pedagang yang masih aktif, terutama yang masih aktif, karena banyak juga pedagang yang sudah tidak aktif," katanya.

Terkait kerugian akibat kebakaran tersebut, Rudiana memperkirakan nilainya mencapai miliaran rupiah. "Kalau dari kerugian, mungkin dengan bangunan dan termasuk barang-barang para pedagang, sekitar Rp 2 miliar," ujarnya.

Di antara los-los yang hangus, tim kepolisian tampak menyusuri setiap sudut pasar untuk merangkai petunjuk awal penyebab kebakaran. Rabu (31/12/2025) siang, Satreskrim Polresta Cirebon bersama tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan.

Olah TKP tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Kasat Reskrim Polresta Cirebon, AKP Iwa Mashadi, didampingi Kapolsek Lemahabang AKP Yuliana. "Hari ini kami menindaklanjuti pascakejadian kebakaran di Pasar Desa Lemahabang Kulon. Kami dari Satreskrim bersama tim Inafis melakukan olah TKP terkait kejadian kebakaran ini," ujar Iwa.

Ia menjelaskan, proses olah TKP diawali dengan pengamatan kondisi pasar secara umum sebelum difokuskan pada los dan kios yang terbakar. "Kami melakukan pengamatan terhadap keadaan secara umum, kemudian secara spesifik meneliti kios atau los yang terbakar untuk mencari barang-barang yang berkaitan dengan kejadian," ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan munculnya api. "Kami mengamankan beberapa barang, di antaranya bekas kabel yang terbakar dan sisa barang elektronik," jelas Iwa. Namun demikian, ia menegaskan bahwa temuan tersebut masih bersifat awal dan akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lebih mendalam.

"Ini masih olah TKP tahap awal. Untuk memastikan penyebab kebakaran, kami akan berkoordinasi dengan Puslabfor Polri," katanya.

Selain barang bukti, polisi juga telah memeriksa lebih dari lima orang saksi, termasuk penjaga malam pasar yang pertama kali melihat api. "Saksi melihat sumber api berasal dari bagian atas los pasar. Ini menjadi keterangan awal untuk pendalaman penyebab kebakaran," pungkas Iwa.

Sebelum kejadian kebakaran, hujan yang turun sejak sore tak mampu meredam kepanikan warga Desa Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Selasa (30/12/2025) malam. Sekitar pukul 18.30 WIB, api tiba-tiba muncul dari bagian tengah Pasar Lemahabang saat aktivitas jual beli mulai lengang.

Dalam hitungan menit, kobaran api membesar. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat jelas dari Jalan Penghubung Lemahabang–Japura. Warga dan pengguna jalan sontak berhenti, sebagian berkerumun menyaksikan si jago merah melap kios-kios pasar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, mengungkapkan dugaan sementara kebakaran berkaitan dengan cuaca ekstrem. "Ada dugaan sambaran petir sebanyak dua kali yang mengenai instalasi listrik pasar, sehingga menyebabkan hubungan arus pendek atau korsleting," ujarnya.

Sebanyak sembilan unit mobil pemadam kebakaran dengan sekitar 45 personel dikerahkan. Proses pemadaman berlangsung hingga malam hari dan dilanjutkan dengan pendinginan guna mencegah munculnya titik api baru.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan