
Bantuan Becak Listrik untuk Lansia Pengayuh Becak di Banyumas
Sebanyak 280 lansia pengayuh becak di Kabupaten Banyumas menerima bantuan berupa becak listrik dari pemerintah. Bantuan ini diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (2/12/2025) di Pendopo Si Panji, Purwokerto. Becak listrik ini dirancang khusus untuk memudahkan para pengayuh becak yang sudah tua dan menghadapi tantangan dalam menjalani pekerjaan mereka.
Becak listrik memiliki kecepatan maksimum 15 km/jam, namun disarankan digunakan pada kecepatan 8–10 km/jam agar lebih aman. Kendaraan ini dilengkapi dengan berbagai fitur seperti pedal assist, lampu depan, lampu sein, lampu rem, spion, klakson, rem cakram, kanopi, dan layar LCD penunjuk kecepatan serta kapasitas baterai. Berat kendaraan mencapai 110 kilogram dengan beban maksimal penumpang sebesar 140 kilogram. Salah satu syarat utama dalam pemberian bantuan ini adalah bahwa becak listrik tidak boleh diperjualbelikan.
Kehidupan Seorang Tukang Becak yang Berubah
Soedirman, salah satu penerima bantuan, merupakan tukang becak berusia 78 tahun yang telah mengayuh becak sejak tahun 1972. Ia biasanya mangkal di Andang Pangrenan dan hanya mampu mendapatkan Rp15 ribu per hari. Meskipun usianya sudah cukup tua, ia tetap bertahan untuk mencari nafkah. Dengan adanya becak listrik, ia merasa lebih ringan dalam menjalani pekerjaannya, meski masih butuh penyesuaian.
Selain Soedirman, ada juga Warsim, seorang tukang becak asal Kedungmalang, yang telah mengayuh becak sejak tahun 1980. Ia biasanya mangkal di Rumah Sakit DKT dan kini hanya mampu membawa pulang sekitar Rp30 ribu per hari. Meski begitu, ia sangat bersyukur menerima bantuan becak listrik ini karena dinilai lebih enak dan ringan dibandingkan becak tradisional.
Slamet, seorang tukang becak lainnya, juga mengatakan bahwa ia telah mengais rezeki dari kayuhan becak sejak tahun 1984. Dulu, ia bisa membawa pulang Rp50 ribu per hari, tetapi kini hanya mampu mendapatkan Rp15 ribu. Ia biasa mangkal di sekitar Toko Laris dekat Alun-alun Purwokerto dan pernah mencari penumpang hingga ke Puskesmas Pereng, bahkan sampai mengayuh hingga Sokaraja sejauh 10 kilometer.
Proses Penyerahan Bantuan dan Persyaratan
Penyerahan bantuan becak listrik ini dilakukan oleh Anggota DPRD Banyumas Fraksi Gerindra, Rachmat Imanda, yang menjadi PIC dalam pemberian bantuan. Ia menegaskan bahwa seluruh penerima wajib menjaga dan memanfaatkan becak listrik secara baik. "Tidak boleh dijual. Harus digunakan sebaik mungkin," ujarnya tegas.
Ia juga menyampaikan bahwa jumlah pengayuh becak di Banyumas mencapai 350 orang, belum termasuk yang tinggal di desa-desa. Ia menambahkan bahwa tahun depan akan ada tambahan bantuan bagi tukang becak. Mekanisme evaluasi akan dilakukan melalui sampling untuk memastikan efektivitas pemanfaatan bantuan. Prioritas penerima saat ini adalah tukang becak berusia 60 tahun ke atas.
Manfaat dan Tantangan
Becak listrik memberikan banyak manfaat bagi para pengayuh becak, terutama dalam hal kenyamanan dan keamanan. Dengan adanya fitur-fitur modern seperti lampu sein, rem cakram, dan layar LCD, pengemudi dapat lebih mudah mengoperasikan kendaraan. Namun, para pengayuh becak tetap harus belajar mengadaptasi diri dengan teknologi baru ini.
Meskipun bantuan ini memberikan harapan baru bagi para tukang becak, tantangan tetap ada. Mereka harus terus berjuang untuk mendapatkan penumpang, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Dengan bantuan becak listrik, semoga mereka dapat lebih mudah menghadapi tantangan tersebut dan menjalani hidup dengan lebih nyaman.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar