
ACEH TIMUR, nurulamin.pro- Banjir dan angin puting beliung yang terjadi pada 8-9 Januari 2026 lalu mengakibatkan puluhan rumah rusak di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.
Saat ini, banjir telah surut dan pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, Minggu (11/1/2026) menyebutkan data yang dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan banjir merendam 60 desa tersebar di 11 kecamatan. Tercatat 2.818 unit rumah terendam.
“Sebanyak 104 kepala keluarga dengan 324 jiwa sempat mengungsi, dan total masyarakat terdampak mencapai 2.818 KK atau 11.488 jiwa,” sebutnya per telepon.
Politisi Partai Aceh ini merincikan di Kecamatan Indra Makmu, sebanyak 66 unit rumah di Desa Alue Ie Mirah mengalami rusak ringan terendam banjir.
Warga juga sempat mengungsi di beberapa titik, di antaranya di Meunasah (musala) Dusun Alue Jaloh dan Masjid Blang Nisam.
Di Kecamatan Julok, angin puting beliung mengakibatkan kerusakan berat pada satu unit rumah guru Dayah (Pesantren) Nurul Muarif dan dua unit balai pengajian di Desa Buket Seuraja.
Selain itu, dua unit rumah di Desa Blang Pauh Sa mengalami rusak ringan.
Sementara di Kecamatan Banda Alam, warga Desag Jambo Rehat dan Desa Panton Rayeuk turut terdampak banjir, dengan total ratusan jiwa sempat mengungsi di beberapa titik, termasuk di dayah Bustanul Huda dan kawasan Bukit Belakang Keude.
Kerusakan akibat angin puting beliung juga terjadi di Kecamatan Darul Falah, tepatnya di Desa Keudundong, serta di Kecamatan Pante Bidari, di mana warga Desa Matang Pudeng sempat mengungsi di balai pengajian dan rumah keluarga.
“Saat ini telah berangsur surut. Sebagian besar pengungsi juga telah kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya.
Dia menyebutkan pemerintah telah menyalurkan bahan pangan dan kebutuhan lainnya untuk pengungsi korban banjir susulan ini. Saat ini Pemkab Aceh Timur fokus untuk pemulihan masyarakat.
“Alhamdulillah, tidak ada laporan korban jiwa. Namun, kami tetap mengimbau masyarakat untuk siaga dan segera mencari tempat yang aman apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi,” pungkas Al-Farlaky.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar