3 Berita Terkini Sumbar: Kenaikan Kejahatan, Masalah Pendakian Marapi, dan Penutupan Akses Jam Gadan

Informasi Terkini Mengenai Sumatera Barat

Angka Kejahatan di Sumbar Naik 1 Persen Sepanjang 2025, 11.138 Kasus Berhasil Diselesaikan

Polda Sumatera Barat mencatat kenaikan angka kejahatan sebesar 1 persen sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, 2024. Jumlah tindak kejahatan pada 2025 tercatat sebanyak 13.194 kasus, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 13.099 kasus.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menjelaskan bahwa kenaikan ini disampaikan dalam rilis akhir tahun Polda Sumbar 2025 yang digelar di Mapolda Sumbar. Meski angka kejahatan mengalami kenaikan, penyelesaian perkara justru menunjukkan peningkatan signifikan. Sepanjang 2025, jumlah kasus yang berhasil diselesaikan mencapai 11.138 perkara, naik dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 10.210 perkara.

Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas di Sumbar justru mengalami penurunan. Sepanjang tahun 2025 tercatat 3.109 kasus kecelakaan, turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 3.397 kasus. Dampak fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan. Jumlah korban meninggal dunia tercatat 449 orang, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 507 orang.

Korban kecelakaan dengan luka berat juga mengalami penurunan signifikan. Pada 2025, tercatat 174 orang mengalami luka berat, jauh menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 385 orang. Luka ringan juga mengalami penurunan sebesar 1,65 persen.

Polda Sumbar dalam rilis akhir tahun tersebut juga menyampaikan informasi terkait anggota kepolisian yang diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) serta berbagai capaian kinerja sepanjang 2025. Mulai dari pengungkapan dan penanganan sejumlah kasus, hingga keterlibatan aktif jajaran Polda Sumbar dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai daerah di Sumatera Barat pada penghujung tahun ini.

Kapan Jalur Pendakian Gunung Marapi Dibuka? BKSDA Sumbar Beri Penjelasan Soal Batas Waktunya

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Barat menegaskan hingga kini seluruh jalur pendakian Gunung Marapi masih ditutup dan belum ada jadwal pembukaan. Kepala Balai KSDA Sumbar Lugi Hartanto menyampaikan bahwa kapan Gunung Marapi dibuka akan ditentukan setelah status aktivitas vulkanik dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Saat ini Gunung Marapi masih berada pada Status Level II atau Waspada. Menurut Lugi, kapan Gunung Marapi dibuka bergantung pada penurunan aktivitas erupsi. Aktivitas vulkanik masih fluktuatif dan erupsi masih terjadi sehingga berisiko terhadap keselamatan pendaki dan pengunjung.

BKSDA Sumbar belum dapat memastikan kapan jalur pendakian akan kembali dibuka. Pembukaan kawasan baru akan dilakukan setelah kondisi Gunung Marapi dinyatakan aman oleh pihak berwenang serta seluruh sarana dan prasarana di kawasan lainnya dinilai siap mendukung keselamatan pengunjung.

Pihaknya juga meminta dukungan dari pemerintah daerah, aparat keamanan, wali nagari, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menyampaikan informasi penutupan kawasan kepada masyarakat. BKSDA Tutup 3 TWA. BKSDA Sumatera Barat kembali menegaskan bahwa seluruh jalur pendakian dan pintu masuk kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi, TWA Gunung Singgalang Tandikat, serta TWA Gunung Sago Malintang masih ditutup untuk aktivitas wisata dan pendakian oleh masyarakat umum hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif demi menjamin keselamatan dan keamanan pengunjung, mengingat kondisi alam dan kesiapan pengelolaan kawasan dinilai belum memungkinkan untuk dibuka kembali. Kebijakan ini sekaligus menegaskan larangan bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas pendakian secara ilegal di kawasan konservasi tersebut.

Akses ke Jam Gadang Ditutup, Simak Daftar Kantong Parkir Saat Tutup Jalan di Bukittinggi Berlaku

Akses ke Jam Gadang ditutup bagi kendaraan saat malam pergantian Tahun Baru 2026. Satlantas Polresta Bukittinggi menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengatur arus kendaraan di pusat kota yang diprediksi padat pengunjung. Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat serta untuk menjamin keamanan, ketertiban, dan keselamatan pengguna jalan selama perayaan malam Tahun Baru.

Kasat Lantas Polresta Bukittinggi AKP M. Irsyad Faturrachman menyampaikan, akses ke Jam Gadang ditutup secara bertahap mulai Rabu (31/12/2025). Kendaraan roda dua dibatasi sejak pukul 18.00 WIB, sementara kendaraan roda empat mulai pukul 21.00 WIB hingga Kamis (1/1/2026).

Sebagai langkah pendukung, Satlantas Polresta Bukittinggi juga telah menyiapkan sejumlah kantong parkir resmi bagi masyarakat yang beraktivitas di pusat kota. Lokasi parkir yang disediakan antara lain Gedung Parkir Simpang Wowo, Gedung Parkir Bukittinggi, serta area parkir di depan Panorama.

Petugas juga akan disiagakan di berbagai titik untuk memberikan pelayanan, pengamanan, dan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat. Irsyad menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan pengamanan, namun tetap tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan