3 Berita Terpopuler Sumbar: Jalan Lubuk Basung-Maninjau Putus, Banjir Lapisi Nagari Duku Pessel

3 Berita Terpopuler Sumbar: Jalan Lubuk Basung-Maninjau Putus, Banjir Lapisi Nagari Duku Pessel

Akses Jalan Lubuk Basung-Maninjau Tertutup Material Banjir Bandang

Akses lalu lintas dari Lubuk Basung menuju Maninjau tidak dapat dilewati kendaraan. Kejadian ini terjadi di depan kantor BRI lama, Jorong Pasa Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Material banjir bandang yang terjadi pada Kamis (1/1/2025) sekira pukul 01:45 WIB menutupi jalan hingga sepanjang 70 meter dan ketebalan lebih dari 1 meter.

Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengatakan bahwa akses jalan tersebut tertutup material banjir bandang. Ia menjelaskan bahwa banjir bandang terjadi setelah malam pergantian tahun baru 2026. Saat ini, kondisi cuaca terpantau hujan ringan dan arus sungai cukup deras. Kendati demikian, alat berat dari PSDA Provinsi Sumbar sudah mulai melakukan pembersihan material banjir bandang.

Pasar Maninjau sering kali dihantam banjir bandang. Pada Kamis (1/1/2026), banjir bandang beserta tanah longsor menerjang kawasan Pasar Maninjau sebanyak lima kali. Meskipun terjadi lima kali hingga siang hari, BPBD Agam memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Banjir bandang dan longsoran terjadi berulang kali sejak dini hari hingga siang. Petugas mencatat dua kejadian besar pada dini hari dan tiga kali susulan yang terjadi saat pagi hari.

Abdul Ghafur menyampaikan bahwa longsor masih ada potensi susulan karena masih ada material tertahan di beberapa titik arah ke hulu. Ia juga menjelaskan bahwa sebelum banjir bandang menerjang, terdengar bunyi gemuruh yang cukup keras, sehingga warga langsung berlarian ke tempat aman.

Banjir Rendam Nagari Duku, Jalan Padang–Painan Tak Bisa Dilalui Sejak Sore

Akses jalan utama Padang–Painan di Nagari Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, hingga Jumat (2/1/2025) malam masih belum dapat dilalui akibat banjir yang merendam badan jalan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, Mulyandri Dt. Rajo Intan, mengatakan banjir mulai menutup akses jalan tersebut sejak sore hari setelah debit air sungai di sekitar lokasi meluap.

Curah hujan deras dengan durasi cukup panjang mengguyur wilayah Pesisir Selatan, menyebabkan debit air meningkat hingga menutup badan jalan nasional Padang–Painan. Hingga saat ini, arus air di lokasi masih cukup dalam dan deras, sehingga kendaraan belum berani melintas. Akibat kondisi tersebut, sebagian pengendara memilih memutar balik untuk mencari jalur alternatif, sementara lainnya bertahan di sekitar lokasi sambil menunggu air surut.

BPBD Kabupaten Pesisir Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri melintasi jalur tersebut, mengingat intensitas hujan masih tinggi dan kawasan tersebut rawan banjir.

Gubernur Mahyeldi Lepas 400 Mahasiswa KKN Unand untuk Verifikasi Rumah Terdampak Bencana di Sumbar

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah melepas sebanyak 400 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) yang akan ditugaskan sebagai tim verifikasi rumah terdampak bencana hidrometeorologi di 13 kabupaten dan kota di Sumbar. Mahasiswa tersebut akan melakukan pendataan dan verifikasi kondisi rumah warga terdampak bencana sebagai bagian dari tahapan penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Provinsi Sumbar.

Dalam pelaksanaannya, Gubernur Mahyeldi menjelaskan para mahasiswa akan didampingi oleh tim teknis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD setempat, serta mendapat pengawalan dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) di masing-masing wilayah terdampak. Proses verifikasi ini direncanakan selesai pada 9 Januari 2026.

Mahyeldi menegaskan, hasil verifikasi di lapangan akan menjadi dasar utama dalam penyusunan dokumen R3P. Oleh karena itu, ia berharap pendataan dilakukan secara cermat dan menghasilkan data yang akurat, objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan. Untuk menjaga kelancaran sekaligus meminimalisir potensi intervensi, tim verifikasi akan didampingi Babinsa. Selain itu, para mahasiswa juga telah dibekali petunjuk teknis sebelum turun ke lapangan.

Mahyeldi juga mengapresiasi dukungan BNPB serta Universitas Andalas dalam percepatan penanganan bencana di Sumbar. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera dilaksanakan. Dengan sinergi yang kuat, ia berharap rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat sehingga semangat “Sumbar Bangkit” pascabencana benar-benar terwujud.

Sementara itu, Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian menyampaikan bahwa berdasarkan data BNPB, tidak ada satu pun wilayah di Indonesia yang sepenuhnya bebas dari risiko bencana, termasuk Sumatera Barat. Karena itu, ia menekankan pentingnya pemahaman kebencanaan secara menyeluruh oleh seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pra-bencana, masa tanggap darurat, hingga pascabencana.

Rustian juga menyebutkan, dari tiga provinsi yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November lalu, Sumatera Barat termasuk daerah yang relatif cepat keluar dari status tanggap darurat. Dari 13 daerah di Sumbar yang sempat menetapkan status tanggap darurat, saat ini 12 daerah telah memasuki masa transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi. Kabupaten Agam masih menjadi satu-satunya daerah yang berstatus tanggap darurat.

Ia menegaskan, penanganan kebencanaan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan harus melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Kolaborasi dan sinergi lintas sektor menjadi keharusan dalam penanganan kebencanaan.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi berpesan kepada para mahasiswa agar melaksanakan pendataan sesuai dengan kriteria dan standar yang telah ditetapkan BNPB. Ketepatan dan kecepatan pendataan sangat dinantikan masyarakat, karena ada ribuan warga terdampak yang berharap segera mendapatkan kepastian.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan