
Tiga Berita Viral di Sulawesi Utara Selama Sepekan
Berikut adalah tiga berita yang viral di wilayah Sulawesi Utara selama sepekan terakhir. Mulai dari kisah menyentuh hingga kasus hukum dan klarifikasi resmi dari pejabat.
Kisah Sinterklas di Sangihe yang Berakhir Pilu
Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok pria berkostum Santa Claus dan badut mendatangi rumah duka viral di media sosial Facebook warga Sulawesi Utara (Sulut). Video itu direkam di Kelurahan Manente, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut pada Minggu (7/12/2025).
Dalam video tersebut, Santa Claus dan timnya berniat memberikan kejutan kepada seorang anak. Namun, ternyata mereka justru diberi kejutan. Hal ini karena bocah yang ingin mereka datangi telah meninggal dunia sebelum sempat bertemu dengan Santa Claus.
Bocah tersebut bernama Andrew Towoliu. Ia meninggal dunia sebelum sempat bertemu dengan sosok yang sangat ia harapkan di hari-hari terakhir hidupnya. Kejadian ini menimbulkan rasa sedih dan empati dari masyarakat setempat.
Penangkapan Pelaku Penganiayaan di Singkil Manado
Setelah buron selama sepekan, FK, seorang pemuda berusia 19 tahun, akhirnya ditangkap oleh polisi di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Ia ditangkap karena terlibat dalam kasus penganiayaan berujung penikaman di Kelurahan Singkil 1, Lingkungan 2, Kecamatan Singkil, Manado.
Korbannya adalah pemuda bernama Ramli Uti (24), yang mengalami dua luka tikaman di kepala dan kaki. Menurut Ramli, pelakunya lebih dari satu orang. Seminggu setelah peristiwa tersebut, salah satu pelaku akhirnya ditangkap.
FK ditangkap oleh Tim Resmob Polresta Manado bersama Resmob Polsek Wenang pada Minggu (07/12/2025) sekitar pukul 03.30 Wita. Ia diduga terlibat dalam peristiwa penganiayaan yang terjadi pada Sabtu (20/11/2025) sekitar pukul 03.30 Wita di Kelurahan Singkil Satu.
Klarifikasi Dirut Perumda Pasar Manado Terkait Video Viral
Direktur Utama Perumda Pasar Kota Manado, Lucky Senduk, memberikan penjelasan mengenai insiden viral di media sosial yang menunjukkan dirinya beradu argumen saat melakukan penertiban pedagang di area pasar.
Klarifikasi ini disampaikan Lucky Senduk dalam program khusus Saksi Kata atau Rekonstruksi Peristiwa dari Narasumber Utama yang disiarkan langsung dari Studio Podcast Tribun Manado, Jalan AA Maramis, Kairagi I, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Rabu (3/12/2025). Program ini dipandu oleh Editor Senior Tribun Manado, David Kusuma.
Lucky Senduk menjelaskan bahwa tantangan utama yang dihadapi selama menjabat sebagai Dirut adalah menjaga ketertiban, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Natal. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan Perumda Pasar saat ini, terutama menjelang Natal, adalah menjaga pasar agar tetap aman, nyaman, dan bersih.
Menurutnya, sudah menjadi bagian dari tugasnya untuk memastikan pedagang beraktivitas di tempat yang sudah ditentukan. Hal ini dilakukan demi menghindari kekacauan dan ketidaknyamanan bagi pembeli atau pengunjung. Ia juga menekankan bahwa pembiaran pedagang liar dapat memicu kesalahpahaman antara pedagang resmi, pedagang liar, dan pengguna fasilitas lain seperti area parkir.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar