
Tips Membuat Nastar yang Mulus dan Tidak Retak
Nastar adalah salah satu kue kering yang sangat populer di Indonesia, terutama saat perayaan Natal atau hari besar lainnya. Namun, membuat nastar yang mulus dan tidak retak sering kali menjadi tantangan, terutama bagi pemula. Bahan maupun teknik masak yang kurang tepat bisa menyebabkan bentuk nastar gagal karena permukaannya retak.
Executive Chef The 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, Yoel, membagikan beberapa tips penting untuk membuat nastar agar tidak retak. Berikut ini beberapa langkah yang bisa kamu ikuti:
1. Pilih Terigu Protein Rendah
Pemilihan bahan dasar sangat penting dalam membuat nastar. Menurut Chef Yoel, jenis tepung yang tepat untuk membuat kue kering adalah terigu protein rendah. "Seharusnya pakai tepung biasa saja untuk kukis. Jangan gunakan protein tinggi," ujarnya.
Terigu dengan protein tinggi mengandung banyak gluten, sehingga lebih cocok digunakan untuk membuat roti, pizza, atau makanan lain yang menggunakan ragi dan perlu difermentasi. Karena kue kering dibuat tanpa ragi, sebaiknya gunakan terigu protein rendah agar nastar tidak retak dan tetap renyah di mulut.
2. Jangan Overmix
Proses pembuatan nastar dimulai dengan mencampur lemak (margarin atau mentega) dan gula, lalu ditambahkan kuning telur dan bahan kering seperti terigu, susu bubuk, dan vanili. Proses pencampuran bahan ini tidak boleh dilakukan berlebihan atau terlalu lama.
Cukup aduk bahan-bahan tersebut secara perlahan hingga tercampur rata, lalu segera bulatkan. "Mencampur bahan nastar itu dengan lembut, pakai perasaan. Jangan sampai overmix karena kalau adonannya terlalu lama diuleni, (bentuk nastarnya) nanti pecah," jelas Chef Yoel.
3. Panggang di Suhu Tepat
Setelah adonan dibulatkan dan diolesi kuning telur, selanjutnya adonan perlu dipanggang selama sekitar 20-25 menit. Pengaturan suhu oven sangat penting dalam proses ini.
Menurut Chef Yoel, suhu memanggang nastar harus stabil dengan kisaran 150-170 derajat celsius. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menyebabkan nastar retak atau tidak matang sempurna. Pastikan oven sudah dipanaskan terlebih dahulu sebelum memasukkan adonan.
4. Perhatikan Waktu Memanggang
Selain suhu, waktu memanggang juga perlu diperhatikan. Jika terlalu lama, nastar akan terlalu kering dan mudah retak. Sebaliknya, jika terlalu singkat, nastar belum matang dan teksturnya masih lembek.
Pastikan untuk memantau proses memanggang secara berkala. Jika nastar sudah berwarna kecokelatan dan memiliki tekstur yang kering, maka sudah siap untuk diangkat dari oven.
5. Gunakan Bahan Berkualitas
Bahan-bahan yang digunakan juga memengaruhi hasil akhir nastar. Gunakan margarin atau mentega berkualitas, serta kuning telur segar. Susu bubuk dan vanili juga perlu dipilih dengan baik agar memberikan aroma dan rasa yang optimal.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa membuat nastar yang mulus, renyah, dan tidak retak. Selamat mencoba!
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar