Sejarah Pemilik One For All yang Tidak Mati di Tangan All For One
One For All adalah Quirk yang sangat kuat dan penuh dengan sejarah. Mulai dari awalnya diciptakan oleh All For One secara tidak sengaja, hingga kini menjadi warisan yang terus berlangsung dari generasi ke generasi. Dalam serial My Hero Academia, satu-satunya cara untuk meneruskan One For All adalah melalui pewarisan. Namun, karena kekuatan yang luar biasa, banyak pemilik One For All akhirnya tewas dalam perjalanan mereka.
Meskipun begitu, ada tiga pemilik One For All yang berhasil menghindari nasib buruk ini. Mereka tidak mati di tangan All For One, bahkan beberapa di antaranya berhasil mengalahkannya. Berikut adalah profil ketiga karakter tersebut:
1. Hikage Shinomori

Hikage Shinomori adalah pemilik keempat dari One For All. Ia bukanlah seorang pahlawan seperti kebanyakan pemilik sebelumnya, tetapi justru seorang petapa. Shinomori menerima One For All dari Bruce Lee, yang sadar bahwa dirinya akan dibunuh oleh All For One. Bruce ingin memastikan bahwa Quirk ini aman, sehingga ia mewariskannya pada Shinomori.
Shinomori tidak langsung menghadapi All For One. Ia lebih memilih untuk fokus pada pengembangan kekuatan One For All selama 18 tahun. Sayangnya, karena penggunaan Quirk yang berlebihan, ia mengalami penuaan dini. Akhirnya, pada usia 40 tahun, Shinomori menyerahkan One For All kepada Daigoro Banjo. Meski meninggal di usia yang relatif tua, ia menjadi pemilik One For All tertua kedua setelah All Might.
2. All Might

All Might, atau nama asli Toshinori Yagi, adalah salah satu pemilik One For All yang paling legendaris. Ia terlahir sebagai Quirkless, namun akhirnya menjadi penerus Nana Shimura setelah menerima One For All. Salah satu momen penting dalam kisahnya adalah ketika ia berhasil mengalahkan All For One dalam pertarungan pertama.
Nana Shimura sempat memberikan senyuman menghina pada All For One sebelum ia meninggal. Ia percaya bahwa Toshinori akan bisa mengalahkannya. Dan benar saja, All Might berhasil menghancurkan kepala All For One, sehingga membuatnya kehilangan wajah. Kekuasaan All For One mulai goyah setelah itu.
Pada Arc Hideout Raid, All Might kembali bertemu dengan All For One. Di sini, ia berhasil mengalahkan sang Simbol Kejahatan, meskipun harus mengorbankan One For All dan pensiun dari profesi pahlawan. Meski hampir mati di tangan All For One, ia berhasil selamat dan membawa One For All ke masa depan.
3. Izuku Midoriya

Izuku Midoriya, atau Deku, adalah pemilik kesembilan One For All. Ia terlahir sebagai Quirkless, tetapi All Might melihat potensinya dan memutuskan untuk mewariskan One For All kepadanya. Dengan bantuan Quirk ini, Deku menjadi salah satu pahlawan terkuat di dunia.
Deku tidak hanya menggandakan kekuatan fisiknya, tetapi juga dapat menggunakan semua Quirk asli dari para pemilik sebelumnya. Dalam pertarungan terakhir, ia berhasil mengakhiri era All For One. Ia mengirimkan One For All ke Tomura Shigaraki untuk menghancurkan dari dalam. Meski One For All hilang bersama Shigaraki, Deku berhasil menghancurkan All For One untuk selamanya.
Kesimpulan
One For All bukan hanya sekadar Quirk, tetapi juga memiliki misi besar: mengalahkan All For One. Tiga pemilik yang disebutkan di atas berhasil melewati tantangan ini, baik dengan menghindari pembunuhan atau bahkan mengalahkan musuhnya. Mereka menjadi bagian penting dari sejarah One For All dan My Hero Academia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar