
Pengumuman Kelulusan KPM PKH
Di Pusdiklatbangprof Margaguna Kemensos, pada Senin (8/12/2025), ratusan keluarga Program Keluarga Harapan (PKH) resmi dinyatakan lulus dari kepesertaan bantuan sosial. Mereka memasuki fase baru sebagai keluarga mandiri. Acara ini menandai proses graduasi yang menjadi langkah penting dalam pemberdayaan masyarakat.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menyampaikan bahwa gerakan "tolak bansos" memiliki makna bahwa KPM PKH sudah tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah. Dalam acara tersebut, 133 orang KPM PKH menggunakan toga resmi untuk diwisuda sebagai bentuk kelulusan mereka sebagai penerima bansos. Sementara itu, sisanya adalah calon KPM PKH yang akan digraduasi pada tahun 2026.
Makna 'Tolak Bansos'
Cak Imin menjelaskan bahwa slogan "tolak bansos" bukan berarti penolakan terhadap bantuan, melainkan tanda bahwa keluarga penerima kini telah berdaya dan tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah. Ia menekankan bahwa visi pembangunan nasional adalah menciptakan masyarakat mandiri. Percepatan penanggulangan kemiskinan membutuhkan terobosan, seperti pendidikan rakyat, koperasi desa, dan modernisasi pendekatan pemberdayaan.
Dalam sambutannya, Cak Imin menegaskan bahwa terobosan-terobosan tersebut merupakan bagian dari percepatan sekaligus kewajiban dalam membangun bangsa. Ia juga menyebutkan bahwa perubahan-perubahan ini adalah strategi baru dalam membangun bangsa Indonesia.
Lulusan PKH Sebagai Inspirasi
Para keluarga yang lulus PKH menjadi contoh nyata keberhasilan pemberdayaan. Cak Imin menekankan peran besar perempuan sebagai tulang punggung ekonomi keluarga. Ia mengatakan bahwa pejuang-pejuang ekonomi keluarga, terutama ibu-ibu rumah tangga, adalah kekuatan yang selama ini menjadi potensi bangsa. Selagi ada perempuan tulang punggung keluarga yang kokoh, Indonesia tetap kuat dalam menghadapi berbagai gelombang ekonomi dan krisis.
Ia menyoroti pentingnya menjaga ketepatan sasaran bantuan. Masih banyak keluarga miskin yang belum mendapatkan bansos, sementara sebagian keluarga mampu justru masih menerima. Dengan membaiknya Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), proses perbaikan terus dilakukan agar penerima non-eligible dapat dicoret dan keluarga miskin yang belum tercatat segera masuk data.
Sulitnya Akses Modal
Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, mengangkat persoalan klasik sulitnya akses modal bagi warga miskin. Ia mencontohkan seorang ibu pembuat kue di Sumatera Utara, yang setiap hari meminjam Rp 200.000 dari rentenir dan harus mengembalikannya Rp 400.000 di hari yang sama. Ia menilai, keluarga miskin sebenarnya mampu mandiri jika diberikan permodalan yang sederhana tetapi memadai.
Marwan menegaskan bahwa anggaran bansos Kemensos mencapai Rp 73,9 triliun, terdiri dari 10 juta KPM PKH, 18,2 juta KPM bantuan pangan, hingga bantuan untuk yatim dan lansia. Ia menilai bahwa mempertahankan angka 10 juta penerima bansos adalah cara memelihara kemiskinan.
Target Graduasi Tahun 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa hasil graduasi tahun ini merupakan bagian dari skema besar pemberdayaan nasional. Dengan hampir 40.000 pendamping, Kemensos menargetkan 400.000 KPM bakal graduasi pada tahun 2026.
Gus Ipul menegaskan bahwa setelah masuk program pemberdayaan, keluarga lulusan PKH akan diarahkan dan difasilitasi oleh berbagai kementerian, terutama UMKM, Koperasi, Ekonomi Kreatif, BUMN, dan lembaga pembiayaan Kemenkeu. Ia menambahkan bahwa pemerintah ingin mendorong kemandirian keluarga dengan memperkuat potensi ekonomi mereka.
Fokus Pada Kemandirian
Menyambung pernyataan Gus Ipul, Cak Imin mengatakan bahwa Kemenko PM merupakan kementerian koordinator baru di era Presiden Prabowo. Pembentukan Kemenko adalah bukti keseriusan pemerintah dalam menggeser fokus dari bantuan jangka pendek menuju kemandirian keluarga.
Ia menegaskan bahwa penghasilan keluarga yang mandiri akan masuk ke kantong keluarga dan rumah tangga, bukan ke negara. Ia berharap bahwa pemberdayaan ini akan membawa dampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar