4 Anggota DPRK Mansel Terima Aspirasi Pencaker Gagal Lolos CPNS 2025

Pertemuan DPRK Mansel dengan Pencaker yang Gugur dalam Seleksi CPNS

Empat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Manokwari Selatan (Mansel) resmi menerima aspirasi dari puluhan pencari kerja (pencaker) lokal yang dinyatakan gugur dalam tahapan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini. Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Farida Aseng, Ketua Fraksi Gerindra DPRK Mansel. Acara ini berjalan dengan suasana khidmat namun penuh dengan desakan keadilan terhadap proses rekrutmen yang dinilai tidak adil.

Keempat anggota dewan tersebut antara lain Joni Saiba, Ketua Fraksi Mansel Bersatu Kita Bisa Untuk Perubahan dan Ketua Aliansi Honorer Manokwari Selatan; Farida Aseng, Ketua Fraksi Gerindra; Sergius Kawey, Sekretaris Fraksi Mansel Bersatu Kita Untuk Perubahan; serta Yaneke Ainusi, Anggota Fraksi Otsus. Mereka hadir untuk mendengarkan langsung poin-poin keberatan yang disampaikan oleh perwakilan massa terkait hasil seleksi yang dinilai tidak memihak pada anak daerah.

Dalam audiens tersebut, para pencaker menyampaikan tiga poin krusial yang menjadi dasar kekecewaan mereka. Pertama, mereka meminta peninjauan kembali bagi mereka yang gugur hanya karena masalah teknis kecil yang dianggap tidak substansial. Kedua, pencaker mendesak pemerintah daerah untuk lebih tegas dalam menerapkan persentase afirmasi bagi Orang Asli Papua (OAP) asal Manokwari Selatan dan tidak meloloskan orang yang tidak tinggal di Mansel. Ketiga, mereka menuntut transparansi dan keadilan dalam proses seleksi agar tidak ada lagi kecurangan atau ketidakadilan.

Menanggapi tuntutan tersebut, para anggota DPRK yang hadir menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi ini hingga ke tingkat eksekutif. Mereka menegaskan bahwa fungsi pengawasan dewan akan dijalankan untuk memastikan proses rekrutmen berjalan jujur dan adil.

Salah satu anggota dewan, Joni Saiba menegaskan bahwa hasil pertemuan ini akan segera dibawa ke dalam rapat internal pimpinan dewan untuk kemudian diteruskan kepada Bupati Manokwari Selatan. "Kami tidak akan tinggal diam melihat anak-anak daerah kami hanya menjadi penonton. Empat dari kami yang hadir hari ini akan menjadi jembatan agar aspirasi ini segera dijawab oleh pemerintah daerah dan pihak terkait," tegas Joni Saiba yang juga adalah politikus PKB itu.

Pertemuan diakhiri dengan penyerahan dokumen tuntutan secara simbolis dari perwakilan pencaker kepada anggota dewan. Dokumen ini berisi berbagai permintaan dan harapan dari para pencaker yang merasa tidak adil dalam proses seleksi CPNS tahun ini.

Sebagai informasi, total formasi CPNS yang dinyatakan lolos sebanyak 315 orang dan tersebar di berbagai satuan kerja perangkat daerah. Namun, banyak dari mereka yang gagal dalam seleksi mencurigakan, terutama karena adanya indikasi preferensi tertentu yang tidak jelas. Hal ini membuat para pencaker merasa diperlakukan tidak adil dan mengajukan berbagai tuntutan untuk memperbaiki sistem rekrutmen yang selama ini dinilai tidak transparan.

Para anggota DPRK Mansel berjanji untuk terus memantau dan mengawal proses rekrutmen CPNS agar tidak terjadi lagi kecurangan atau diskriminasi. Mereka berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi yang adil dan berkelanjutan untuk semua pihak yang terlibat dalam proses seleksi ini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan