
Presiden Prabowo Subianto Kunjungi Korban Bencana di Padang Pariaman
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan ke Jorong Kasai, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meninjau kondisi warga yang terdampak bencana banjir. Presiden tiba di lokasi pengungsian sekitar pukul 15.30 WIB menggunakan mobil Alphard berwarna putih dengan hiasan bendera merah putih. Ia mengenakan baju berwarna kream dan topi berwarna biru.
Warga sangat antusias menyambut kedatangan Presiden. Teriakan warga memanggil Pak Presiden dan beberapa di antaranya berebut ingin bersalaman. Presiden didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Gubernur Sumbar Mahyeldi.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan rasa duka atas korban jiwa yang terjadi. "Saya turut berduka cita dan berdoa bapak-bapak dan ibu-ibu agar tabah, tegar, percaya beban ini tidak kita pikul sendiri," ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa kerusakan akibat bencana akan segera diperbaiki. Infrastruktur seperti listrik hampir seratus persen sudah diperbaiki, serta air akan segera dibenahi agar masyarakat tidak kesusahan. Pemerintah RI adalah milik rakyat sehingga segala kekayaan negara akan digunakan untuk membantu masyarakat.
Bantuan untuk warga terdampak juga telah banyak yang tersalurkan. "Alhamdulillah cuaca sudah membaik, alhamdulillah juga bantuan sudah banyak yang sampai," kata Prabowo. Presiden meninggalkan Nagari Kasang sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung menuju Jakarta.
Jumlah Korban Jiwa Banjir Bandang di Agam Sudah Mencapai 120 Orang
Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat terus bertambah. Hingga Minggu (30/11/2025) pukul 23:00 WIB, tercatat sudah ada 120 jasad ditemukan. Sementara jumlah korban hilang dilaporkan 74 orang.
"Korban yang mengungsi mencapai 6.300 jiwa," kata Kadis Kominfo Agam, Roza Syafdefianti. Selain korban jiwa, kerusakan fasilitas umum akibat banjir bandang di Agam juga cukup banyak. Data terbaru menunjukkan kerusakan rumah dengan skala berat mencapai 83 unit dan sedang sebanyak 50 unit. Rumah rusak ringan terhitung 704 unit. Sementara jembatan rusak 4 unit dan 88 fasilitas sekolah. Kerugian sementara diperkirakan Rp59.820.413.000.
Roza Syafdefianti menambahkan, Pemkab Agam saat ini memerlukan beberapa peralatan dalam kondisi mendesak. Di antaranya alat berat untuk proses evakuasi, kendaraan operasional, hingga logistik. "Kebutuhan mendesaknya berupa alat berat, kendaraan operasional, sdm, APD, dan logistik," sebutnya.
Korban Meninggal Dunia Akibat Galodo Padang Panjang Terus Bertambah, Capai 34 Orang
Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang terus bertambah hingga Senin (1/12/2025) sore. Berdasarkan data terakhir dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Panjang, korban meninggal dunia mencapai 34 orang. Data tersebut diupdate pada Senin (1/12/2025) hingga pukul 17:15 WIB.
Kalaksa BPBD Padang Panjang, Nofi Yanti membenarkan terkait 34 orang meninggal dunia akibat banjir bandang di Padang Panjang tersebut. "Total korban jiwa hingga Senin (1/12/2025) pukul 17:15 WIB, mencapai 34 orang," ungkapnya. Dari 34 orang meninggal dunia tersebut, sebanyak 19 orang berasal dari kartu keluarga Padang Panjang. Sementara itu, terdapat 15 orang meninggal dunia dengan kartu keluarga di luar Padang Panjang.
Tanpa Menunggu Bantuan, Warga Pagadih Agam Gotong Royong Buka Akses Jalan dengan Alat Seadanya
Masyarakat Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam beramai-ramai melakukan gotong royong untuk membuka akses jalan baru pasca diterjang berbagai bencana alam. Gotong royong ini dilakukan oleh semua warga di setiap jorong di Nagari Pagadih sejak Sabtu hingga Senin (29/11-1/12/2025).
Salah satu masyarakat, Jefri mengatakan semua masyarakat di setiap jorong di Nagari Pagadih beramai-ramai melakukan gotong royong untuk membuka akses jalan baru. "Akses jalan tertutup akibat longsor dan ambles, sehingga terpaksa membuka jalan baru, setapak, agar bisa dilewati kendaraan roda dua," ujarnya saat dikonfirmasi. Kegiatan gotong royong untuk membuka akses jalan di Nagari Pagadih, sudah dilakukan semenjak Sabtu (29/11/2025) lalu.
"Hari ini, kami juga masih gotong royong untuk membuka akses jalan baru, agar bisa menghubungkan antar jorong kembali," ucapnya. Akses jalan yang dibuka berlokasi di Jorong Pagadih Ilia menuju Jorong Pagadih Mudiak agar bisa dilalui. Kami juga menunggu alat berat datang. Kata Jefri, tidak hanya laki-laki, perempuan juga ikut berkontribusi pada gotong royong bersama tersebut. Namun, perempuan lebih dikhususkan untuk memasak makanan di lokasi gotong royong dilakukan.
Alat yang digunakan berupa cangkul, sekop dan parang untuk menebang ranting kayu dan chainsow untuk lebih besar. Sampai Senin sore, masyarakat sudah berhasil membuka dua titik jalan di Nagari Pagadih. "Kurang lebih sekitar 150 meter jalan sudah berhasil dibuka dan bisa dilalui oleh kendaraan," tuturnya. Ia juga mengungkapkan, alasan masyarakat bergotong royong tanpa menunggu bantuan dari luar, karena akses jalan lumpuh dan warga membutuhkan bantuan logistik. "Di sini akses jalan juga masih banyak longsor, sehingga banyak kendaraan yang tidak bisa masuk ke Pagadih," tambahnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar