4 Bukti Ketimpangan Hukum yang Terungkap di Pro Bono, Ada Perempuan?

Pengalaman Kang Da Wit dalam Drakor Pro Bono

Drakor Pro Bono (2025) menggambarkan kisah seorang hakim yang haus popularitas, Kang Da Wit (diperankan oleh Jung Kyoung Ho). Sayangnya, Kang Da Wit tersandung kasus korupsi hingga harus merelakan kariernya sebagai hakim. Setelah itu, ia direkrut langsung oleh kenalannya untuk bergabung di tim PB firma hukum miliknya, Oh & Partners. Di sini, Kang Da Wit harus berhadapan dengan berbagai kasus yang menyangkut rakyat miskin dan bekerja secara sukarela. Namun, ia diberi target untuk meningkatkan kemungkinan menang persidangan sebanyak 70 persen.

Kondisi ini membuat Kang Da Wit sadar jika banyak ketimpangan hukum yang dilihat mata kepalanya sendiri. Dia bahkan mengerjakan kasus dengan berbagai strategi agar memudahkan dirinya untuk menang. Berikut adalah beberapa bukti ketimpangan hukum yang disorot di drakor Pro Bono:

Uang dan Koneksi Bisa Jadi Jalan Manipulasi Hasil Sidang


Kasus anjing Byeol menjadi salah satu bukti bahwa orang kaya bisa menggunakan uang dan koneksinya untuk memenangkan kasus. Penggugat merupakan anak dari seorang mantan hakim agung yang telah pensiun dan memulai karier politiknya. Dia menggunakan uangnya untuk menyewa seorang pengacara yang dikenal sangat mudah memanipulasi sesuatu, Woo Myeong Hun (diperankan oleh Choi Dae Hoon).

Woo Myeong Hun menggunakan koneksinya dengan para hakim agar kasus kliennya bisa dikerjakan oleh salah satu hakim yang merupakan kenalannya saat SMA. Gak cukup sampai di sana, kasus ini terus bergulir karena penggugat ingin mengambil alih Byeol yang telah dibuang.

Hukum Tidak Berpihak pada Perempuan dan Disabilitas


Kasus yang menimpa Kim Gang Hun (diperankan oleh Lee Chun Moo) ini menunjukkan jika hukum tidak berpihak pada perempuan. Saat itu, ibu Gang Hun, Jung So Min (diperankan oleh Jeong Saet Byeol) hamil saat berusia 16 tahun. Dia tidak mengetahui kondisi bayinya yang saat itu keracunan alkohol. Dengan kondisi yang tidak memungkinkan, hukum tidak mendasari tindakan aborsi meskipun Jung So Min merupakan kasus yang patut untuk diperhatikan.

Pada akhirnya, Kim Gang Hun lahir dengan kondisi disabilitas. Jung So Min harus menghidupi anaknya dan kehidupannya seorang diri tanpa ada pendampingan dari negara.

Banyak yang Memanipulasi untuk Jabatan di Pemerintahan


Kasus korupsi Kang Da Wit ini sebenarnya patut untuk dicurigai. Dia seakan dijebak oleh seseorang yang tidak menginginkan dirinya eksis di dunia hukum dan di hadapan rakyat. Seluruh rekan kerjanya bahkan diberi sebuah video barang bukti penggelapan dana Kang Da Wit.

Dugaan ini, secara terang-terangan, mengarah pada hakim Shin Joong Suk (diperankan oleh Lee Moon Sik), senior sekaligus mentor Kang Da Wit. Hal ini dikarenakan dirinya menjadi satu-satunya kandidat kuat hakim agung setelah Kang Da Wit mengundurkan diri.

Hukum Tidak Berpihak pada Warga Negara Asing Terutama Perempuan


Kaya (diperankan oleh Jung Hoe Rin) merupakan warga negara asing yang menikah dengan penduduk Korea Selatan, Cho Dong Min (diperankan oleh Tae Hang Ho). Pernikahan ini membuat Kaya mendapatkan visa tinggal di Korea Selatan melalui pernikahan. Namun, visa tersebut akan dicabut setelah perceraian terjadi.

Sayangnya, banyak masyarakat yang menilai imigran tidak sebanding dengan penduduk asli Korea Selatan. Mereka menganggap apapun yang dilakukan oleh imigran akan dianggap sangat buruk. Hukum juga tidak berpihak pada Kaya karena suaminya merupakan anak dari kepala desa yang kaya.

Banyak ketimpangan ini dialami orang lain di dunia nyata. Sayangnya, pemerintah dan penegak hukum tidak memiliki urgensi untuk memperbaiki hukum yang berlaku. Menurutmu, apakah ketimpangan ini bisa diminimalisir di drakor Pro Bono?

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan