4 Rumah dan 5 Motor Terbakar Akibat Kebakaran Pipa Gas di Batu Ampar, Jalintim Ditutup

4 Rumah dan 5 Motor Terbakar Akibat Kebakaran Pipa Gas di Batu Ampar, Jalintim Ditutup

Kebakaran Pipa Gas Nasional di Inhil, 4 Rumah dan 5 Sepeda Motor Terbakar

Pada Jumat (2/1/2026) sore, terjadi kebakaran yang melibatkan pipa gas nasional milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Insiden ini menimbulkan kerusakan yang cukup signifikan, dengan setidaknya 4 rumah dan 5 sepeda motor turut terbakar.

PT TGI adalah anak usaha dari Perusahaan Gas Negara (PGN), yang bertanggung jawab atas distribusi gas nasional dari Sumatera Selatan (Sumsel) menuju Dumai, Provinsi Riau. Kebakaran tersebut juga menyebabkan dua orang mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Proses Pemadaman yang Menantang

Kepala BPBD Inhil, R Arliansyah, melalui Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Inhil, Ari Syuria, menjelaskan bahwa proses pemadaman kebakaran menghadapi kendala akibat kobaran api yang sangat besar. “Saat awal kejadian, api sangat besar sehingga petugas kesulitan mendekati titik kebakaran. Pemadaman hanya bisa dilakukan dari jarak sekitar tiga kilometer,” ujar Ari Syuria saat dikonfirmasi Tribun Pekanbaru, Jum'at (2/1/2026) malam.

Setelah dilakukan koordinasi intensif dengan pihak PGN melalui subkontraktornya, aliran distribusi gas berhasil diputus. Dengan demikian, kobaran api mulai mengecil dan petugas dapat mendekat untuk melakukan pemadaman secara maksimal.

Kerusakan yang Ditimbulkan

Selain 4 rumah yang terbakar, lima unit sepeda motor juga hangus terbakar. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dua orang tetap mengalami luka bakar dan telah dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Hingga Jumat malam, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan sudah aman dan terkendali. Namun, masyarakat masih diminta untuk tetap waspada dan tidak mendekat ke area pipa gas yang berpotensi membahayakan.

Penyebab Kebakaran Masih Dalam Penyelidikan

BPBD masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti kebakaran. Ari Syuria menyebutkan bahwa di sekitar jalur pipa gas tersebut memang terdapat permukiman warga, warung, serta lokasi yang berdekatan dengan aktivitas perusahaan tambang.

BPBD mengimbau warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian agar untuk sementara waktu tidak mendekat ke area pipa gas. “Kami minta masyarakat tetap tenang namun waspada, serta menjauh dari lokasi kebakaran. Pengguna Jalan Lintas Timur juga diimbau berhati-hati saat melintas di sekitar area tersebut,” tegas Ari.

Penutupan Jalan Lintas Timur

Lokasi pipa yang terbakar di Batu Ampar berdekatan dengan Jalan Lintas Timur (Jalintim), sehingga polisi melakukan upaya penutupan jalan sementara. Polisi juga menetapkan radius aman antara 500 meter hingga 1 kilometer dari lokasi pipa gas yang terbakar. Masyarakat dilarang mendekat ke area kejadian.

Akibat penutupan tersebut, arus lalu lintas di sekitar Desa Batu Ampar mengalami kemacetan cukup panjang. Aparat kepolisian bersama instansi terkait melakukan pengamanan lokasi serta pengaturan lalu lintas di sekitar area terdampak.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan