40 Orang Tewas dalam Perayaan Tahun Baru 2026 di Swiss, Kebakaran Guncang Crans-Montana

40 Orang Tewas dalam Perayaan Tahun Baru 2026 di Swiss, Kebakaran Guncang Crans-Montana

Tragedi Mengerikan di Perayaan Tahun Baru 2026 di Swiss

Perayaan Tahun Baru 2026 di Swiss berubah menjadi duka yang mendalam setelah terjadi kebakaran hebat yang menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai lebih dari 100 orang lainnya. Kejadian ini terjadi di sebuah bar yang ramai dikunjungi wisatawan, Le Constellation, di kawasan resor ski Crans-Montana, Pegunungan Alpen Swiss.

Tragedi tersebut terjadi pada dini hari, saat ratusan orang, terutama anak muda, sedang merayakan pergantian tahun. Api pertama kali terlihat sekitar pukul 01.30 waktu setempat, disusul dengan kepanikan massal akibat asap tebal dan ledakan yang mengguncang bangunan. Kondisi korban sangat memprihatinkan, dengan sebagian besar dalam kondisi kritis.

Presiden Swiss, Guy Parmelin, menyebut kejadian ini sebagai salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami negara tersebut. Ia bahkan menunda pidato Tahun Baru untuk langsung meninjau lokasi kejadian. Menurutnya, tragedi ini sangat menyentuh karena terjadi di tempat yang biasanya identik dengan kegembiraan dan perayaan.

Komandan Kepolisian Kanton Valais, Frédéric Gisler, mengonfirmasi jumlah korban sementara. “Saat ini kami mencatat sekitar 40 orang tewas dan lebih dari 115 orang terluka, sebagian besar mengalami luka serius,” ujarnya dalam konferensi pers. Aparat masih melakukan proses identifikasi korban sebelum menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga.

Seorang saksi mata berusia 17 tahun, Bruno Martins, menggambarkan situasi di lokasi sangat kacau. Ia menyebut orang-orang berlarian, saling berdesakan, dan berteriak panik ketika menyadari bar telah dilalap api dan dikepung aparat keamanan.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Pihak kejaksaan menegaskan tidak ada indikasi serangan teror. Jaksa wilayah Beatrice Pilloud menyatakan penyelidikan dilakukan untuk mengungkap kronologi kebakaran dan ledakan, bukan untuk menetapkan tersangka.

Dalam penanganan darurat, otoritas Swiss mengerahkan 13 helikopter, 40 ambulans, serta memberlakukan zona larangan terbang di atas Crans-Montana guna memperlancar evakuasi. Beberapa rumah sakit terdekat dilaporkan kewalahan akibat lonjakan korban, sehingga tiga jet khusus diterbangkan untuk membawa pasien luka bakar berat ke Zurich.

Crans-Montana sendiri dikenal sebagai destinasi wisata elite Swiss dengan panorama ikonik Pegunungan Alpen, termasuk pemandangan Matterhorn dan Mont Blanc. Kota ini memiliki sekitar 10 ribu penduduk, namun saat musim liburan jumlah wisatawan meningkat tajam. Oleh karena itu, pihak berwenang menyebut kemungkinan korban warga negara asing cukup besar.

Sementara itu, aparat mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian dan tidak menghambat kerja layanan darurat.

Tragedi 40 orang meninggal dalam perayaan Tahun Baru di Swiss Tahun Baru 2026 ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi Swiss, tetapi juga komunitas internasional yang turut kehilangan orang-orang terkasih dalam malam pergantian tahun yang seharusnya penuh sukacita.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan