
Kumpulan Latihan Soal Tes Akhir Modul Pedagogik Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) Batch 4 di Kementerian Agama (Kemenag) 2025
Tes Akhir Modul Pedagogik merupakan tahapan terakhir dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh para guru setelah menyelesaikan berbagai tugas seperti prestest, Tugas Mandiri, dan Tugas Refleksi. Tes ini dirancang untuk mengukur pemahaman dan kemampuan peserta dalam menerapkan konsep pedagogik seperti pendekatan berbasis masalah (PBL) dan berbasis proyek (PjBL), serta integrasi TPACK dalam pengajaran.
Soal-soal dalam Tes Akhir Modul Pedagogik SKI PPG Kemenag Daljab 2025 mencakup berbagai topik dari Topik 1 hingga Topik 8. Siswa diminta menjawab soal-soal pilihan ganda dalam waktu yang telah ditentukan.
Berikut adalah beberapa contoh soal beserta jawaban:
- Dalam sebuah kelas SKI, guru mengawali pembelajaran dengan menampilkan video tentang peristiwa Fathu Makkah. Setelah itu, siswa diminta mengidentifikasi masalah utama yang terjadi dalam peristiwa tersebut dan menganalisis bagaimana Rasulullah menyelesaikannya secara bijaksana. Selanjutnya, siswa dibagi ke dalam kelompok untuk mencari solusi dan membandingkannya dengan pendekatan yang dilakukan Rasulullah. Berdasarkan karakteristiknya, pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran di atas lebih sesuai dengan model&
- A. Discovery Learning
- B. Problem Based Learning
- C. Project Based Learning
- D. Contextual Teaching and Learning
-
E. Direct Instruction Jawaban: B
-
Seorang guru SKI ingin menerapkan PjBL dalam pembelajaran tentang perkembangan peradaban Islam pada masa Dinasti Abbasiyah. Guru meminta siswa bekerja dalam kelompok untuk membuat infografis interaktif yang menjelaskan pencapaian intelektual dan ilmiah pada masa tersebut, yang kemudian dipresentasikan di depan kelas. Manakah pernyataan berikut yang menunjukkan bahwa pembelajaran ini menerapkan prinsip Project Based Learning (PjBL)?
- A. Siswa bekerja secara individu untuk menjawab soal tentang Dinasti Abbasiyah.
- B. Guru memberikan ceramah panjang tentang perkembangan ilmu pengetahuan di era Abbasiyah.
- C. Siswa hanya menghafal fakta-fakta sejarah tanpa menghubungkannya dengan konteks zaman sekarang.
- D. Siswa mengembangkan proyek infografis secara kolaboratif dan mempresentasikannya.
-
E. Guru memberikan rangkuman materi yang harus dipelajari siswa sebelum ujian. Jawaban: D
-
Dalam pembelajaran SKI berbasis PBL, seorang guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Bagaimana strategi dakwah Nabi Muhammad dalam membangun peradaban Islam di Madinah?" Siswa kemudian mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, mendiskusikan jawabannya, dan mempresentasikan temuan mereka. Tahapan PBL yang ditunjukkan dalam skenario di atas adalah&
- A. Orientasi siswa pada masalah
- B. Organisasi tugas dan bantuan
- C. Investigasi individu dan kelompok
- D. Pengembangan dan penyajian hasil kerja
-
E. Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah Jawaban: A
-
Sebuah penelitian menemukan bahwa penerapan PBL dalam pembelajaran SKI meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Hal ini disebabkan oleh proses pembelajaran yang menuntut siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menyelesaikan masalah berdasarkan sumber-sumber sejarah yang tersedia. Berdasarkan teori pembelajaran, peningkatan keterampilan berpikir kritis dalam PBL dapat dijelaskan melalui konsep&
- A. Teori Konstruktivisme
- B. Teori Behaviorisme
- C. Teori Kognitivisme
- D. Teori Humanisme
-
E. Teori Asosiasi Jawaban: A
-
Dalam sebuah kelas SKI yang menerapkan PjBL, siswa ditugaskan untuk membuat film pendek tentang nilai-nilai toleransi yang diajarkan oleh Rasulullah dalam Piagam Madinah. Mereka merancang naskah, mendiskusikan skenario, dan melakukan pengambilan gambar sebelum akhirnya menampilkan hasilnya kepada kelas. Langkah dalam PjBL yang sedang dilakukan siswa pada tahap ini adalah&
- A. Mendefinisikan pertanyaan esensial
- B. Merancang perencanaan proyek
- C. Mengembangkan produk dan menyelesaikan proyek
- D. Mengevaluasi hasil proyek
-
E. Menyusun laporan akhir proyek Jawaban: C
-
Pembelajaran berbasis diferensiasi (DBL) menekankan penyesuaian aspek pembelajaran seperti konten, proses, produk, dan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan siswa yang beragam. Dalam pendekatan ini, guru harus memahami karakteristik siswa, seperti gaya belajar, minat, dan kemampuan, untuk menciptakan pengalaman belajar yang inklusif dan bermakna. Mengapa pemahaman terhadap karakteristik siswa menjadi penting dalam penerapan pembelajaran berbasis diferensiasi?
- A. Untuk memberikan materi yang sama kepada semua siswa.
- B. Agar siswa memiliki hasil belajar yang seragam.
- C. Untuk menciptakan pengalaman belajar yang relevan dan sesuai kebutuhan siswa.
- D. Agar guru dapat menentukan siswa yang lebih cerdas.
-
E. Untuk menyederhanakan proses pembelajaran di kelas. Jawaban: C
-
Dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), diferensiasi membantu menghubungkan materi dengan konteks lokal siswa, seperti kontribusi Islam di Indonesia, sekaligus menunjukkan relevansi global. Dengan pendekatan ini, nilai-nilai Islam, seperti toleransi dan keadilan, dapat disampaikan melalui cara yang bermakna dan sesuai dengan tingkat pemahaman siswa. Bagaimana diferensiasi membantu siswa memahami nilai-nilai Islam dalam pembelajaran SKI?
- A. Dengan menyederhanakan materi agar lebih cepat dipahami.
- B. Dengan menghubungkan materi dengan konteks lokal dan global.
- C. Dengan fokus hanya pada konteks global Islam.
- D. Dengan memberikan tugas yang sama untuk semua siswa.
- E. Dengan mengurangi beban pembelajaran siswa. Jawaban: B
- Pendekatan diferensiasi dalam pembelajaran SKI memberikan berbagai pilihan aktivitas, seperti diskusi kelompok, proyek kreatif, atau permainan peran, agar siswa dapat belajar sesuai dengan gaya belajar dan minat mereka. Hal ini juga mendorong pengembangan keterampilan sosial dan kognitif siswa. Apa dampak dari pemberian pilihan aktivitas pembelajaran dalam pendekatan diferensiasi?
- A. Meningkatkan motivasi belajar dan pengembangan keterampilan siswa.
- B. Membuat siswa fokus pada satu jenis keterampilan saja.
- C. Membatasi guru dalam merancang metode pembelajaran.
- D. Menyebabkan siswa lebih memilih aktivitas yang mudah saja.
-
E. Mengurangi interaksi sosial siswa di dalam kelas. Jawaban: A
-
Pendekatan diferensiasi bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa, mendorong kemandirian belajar, dan mendukung pengembangan potensi unik setiap siswa. Guru dapat memberikan berbagai alternatif, seperti proyek kreatif, presentasi, atau jurnal reflektif, agar siswa dapat menunjukkan pemahaman mereka dengan cara yang paling sesuai. Mengapa penting bagi guru untuk memberikan alternatif dalam menunjukkan pemahaman siswa?
- A. Agar siswa hanya fokus pada tugas tertentu yang diinginkan guru.
- B. Untuk memastikan semua siswa menyelesaikan tugas dengan cara yang sama.
- C. Agar siswa dapat menunjukkan pemahaman sesuai gaya belajar dan minat mereka.
- D. Untuk mengurangi variasi hasil belajar siswa.
-
E. Agar guru lebih mudah menilai hasil belajar siswa. Jawaban: C
-
Pembelajaran berbasis diferensiasi (DBL) mengutamakan penyesuaian dalam konten, proses, produk, dan lingkungan agar sesuai dengan kebutuhan siswa. Dalam konteks ini, guru harus mempertimbangkan faktor-faktor yang memengaruhi cara siswa belajar. Mengapa penting bagi guru untuk memahami perbedaan gaya belajar dan minat siswa dalam pembelajaran berbasis diferensiasi?
- A. Agar siswa dapat belajar dengan cara yang sama.
- B. Untuk membuat pembelajaran lebih mudah bagi siswa yang lambat.
- C. Agar materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan dan preferensi siswa.
- D. Agar siswa dapat menguasai semua topik dalam waktu yang sama.
- E. Untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengajar setiap siswa. Jawaban: C
-
Seorang guru SKI ingin menerapkan pembelajaran berbasis pendekatan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Namun, sebelum menggunakannya, ia harus memahami konsep dasar pendekatan ini. Apa yang menjadi inti dari pendekatan TPACK dalam pembelajaran SKI?
- A. Fokus pada penggunaan teknologi semata dalam pembelajaran.
- B. Menitikberatkan pada aspek pedagogik tanpa mempertimbangkan konten.
- C. Integrasi antara teknologi, pedagogik, dan konten secara seimbang.
- D. Hanya berorientasi pada pengembangan teknologi dalam pendidikan.
- E. Mengabaikan unsur pedagogik dalam pembelajaran. Jawaban: C
-
Seorang guru ingin memahami hubungan antara komponen dalam pendekatan TPACK. Ia menemukan bahwa TPACK memiliki beberapa elemen utama yang harus diperhatikan dalam penerapan di kelas. Bagaimana hubungan antara ketiga komponen utama dalam pendekatan TPACK?
- A. Teknologi, pedagogik, dan konten bekerja secara terpisah dalam pembelajaran.
- B. Teknologi adalah elemen utama, sedangkan pedagogik dan konten tidak begitu penting.
- C. Integrasi ketiga aspek (teknologi, pedagogik, dan konten) membentuk pendekatan pembelajaran yang holistik.
- D. Guru hanya perlu memahami aspek teknologi karena pedagogik dan konten bersifat statis.
- E. Pedagogik lebih dominan dibandingkan teknologi dan konten dalam penerapan TPACK. Jawaban: C
-
Seorang guru SKI ingin merancang pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital untuk menjelaskan sejarah Islam. Guru tersebut bertanya-tanya apakah penggunaan teknologi seperti video animasi atau aplikasi interaktif sudah cukup untuk menerapkan TPACK. Apa aspek penting dalam penerapan TPACK dalam pembelajaran SKI?
- A. Penggunaan teknologi harus sesuai dengan strategi pedagogik dan tujuan pembelajaran.
- B. Teknologi yang canggih secara otomatis meningkatkan kualitas pembelajaran.
- C. Penerapan TPACK hanya membutuhkan penggunaan teknologi digital.
- D. Guru hanya berperan sebagai fasilitator tanpa mempertimbangkan konten pembelajaran.
- E. Pembelajaran berbasis TPACK tidak memerlukan evaluasi terhadap efektivitasnya Jawaban: A
-
Dalam mengembangkan pembelajaran berbasis TPACK, seorang guru mendalami teori-teori yang relevan, seperti teori konstruktivisme dan teori konektivisme. Bagaimana teori konstruktivisme mendukung pendekatan TPACK dalam pembelajaran SKI?
- A. Mendorong siswa untuk membangun pemahaman sendiri melalui interaksi dengan teknologi.
- B. Menekankan pada hafalan fakta sejarah tanpa eksplorasi lebih lanjut.
- C. Menyediakan struktur pembelajaran yang sepenuhnya ditentukan oleh guru.
- D. Mengabaikan peran teknologi dalam proses pembelajaran.
- E. Berfokus pada pembelajaran pasif tanpa keterlibatan siswa. Jawaban: A
-
Seorang guru membaca hasil penelitian yang menunjukkan bahwa penerapan TPACK dalam pembelajaran SKI meningkatkan motivasi belajar siswa. Apa faktor yang menyebabkan peningkatan motivasi belajar siswa dalam pendekatan TPACK?
- A. Kombinasi teknologi, pedagogik, dan konten membuat pembelajaran lebih menarik.
- B. Teknologi menggantikan sepenuhnya peran guru dalam pembelajaran.
- C. Pendekatan TPACK hanya menekankan aspek teknologi tanpa memperhatikan pedagogik.
- D. Pembelajaran berbasis TPACK mengharuskan siswa belajar secara mandiri tanpa bimbingan guru.
- E. Semua siswa harus memiliki perangkat teknologi sendiri agar dapat belajar dengan baik Jawaban: A
-
Dalam pembelajaran berbasis Mindful Learning, siswa diajak untuk merefleksikan apa yang telah mereka pelajari dan bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, dalam pembelajaran SKI, guru meminta siswa untuk merenungkan nilai-nilai perdamaian dalam Perjanjian Hudaibiyah dan mengaitkannya dengan upaya menciptakan harmoni di lingkungan sekolah. Bagaimana guru dapat memastikan bahwa siswa benar-benar memahami nilai-nilai perdamaian yang diajarkan dalam Perjanjian Hudaibiyah?
- A. Memberikan materi hafalan tentang isi Perjanjian Hudaibiyah.
- B. Mengadakan kuis pilihan ganda untuk menguji hafalan siswa.
- C. Meminta siswa membuat refleksi tertulis tentang relevansi nilai perdamaian dengan kehidupan mereka.
- D. Menyuruh siswa membaca ulang buku teks sejarah Islam.
- E. Menguji siswa dengan pertanyaan langsung di akhir sesi pembelajaran Jawaban: C
-
Meaningful Learning menekankan pada keterhubungan konsep antara materi baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa. Dalam pembelajaran SKI, guru menjelaskan konsep toleransi melalui Piagam Madinah, yang menggambarkan kerja sama antar kelompok dengan latar belakang agama dan budaya yang berbeda. Bagaimana guru dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam memahami konsep toleransi dari Piagam Madinah?
- A. Membacakan isi lengkap Piagam Madinah di depan kelas.
- B. Mengadakan diskusi kelompok untuk menganalisis relevansi Piagam Madinah dengan isu keberagaman saat ini.
- C. Memberikan latihan soal pilihan ganda tentang isi Piagam Madinah.
- D. Menugaskan siswa untuk membuat rangkuman isi Piagam Madinah.
- E. Menayangkan video dokumenter tentang Piagam Madinah tanpa diskusi lanjutan. Jawaban: B
-
Dalam pendekatan Joyful Learning, pembelajaran didesain menyenangkan dan memotivasi. Guru sejarah menggunakan Kahoot untuk membuat kuis interaktif tentang tokoh-tokoh Islam. Hal ini membuat siswa lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran. Apa manfaat utama penggunaan platform digital seperti Kahoot dalam pembelajaran sejarah?
- A. Meningkatkan kemampuan siswa dalam menjawab soal ujian.
- B. Memberikan suasana kompetisi di antara siswa sehingga mereka merasa tertekan untuk belajar.
- C. Memotivasi siswa dengan cara yang menyenangkan untuk mengingat informasi.
- D. Membatasi pembelajaran hanya pada materi yang sudah terprogram dalam Kahoot.
- E. Mengurangi waktu yang diperlukan guru untuk menjelaskan materi. Jawaban: C
-
Pembelajaran SKI menggunakan pendekatan Mindful Learning dengan melibatkan refleksi siswa tentang kepemimpinan bijaksana Abu Bakar as-Siddiq. Guru meminta siswa menganalisis bagaimana nilai-nilai kepemimpinan tersebut dapat diterapkan dalam organisasi siswa di sekolah. Apa langkah terbaik bagi guru untuk memfasilitasi proses refleksi siswa dalam memahami nilai-nilai kepemimpinan Abu Bakar as-Siddiq?
- A. Memberikan ceramah panjang tentang kepemimpinan Abu Bakar as-Siddiq.
- B. Menginstruksikan siswa untuk membaca biografi Abu Bakar tanpa tugas tambahan.
- C. Menyediakan studi kasus tentang tantangan kepemimpinan di organisasi siswa dan meminta siswa mencari solusinya berdasarkan nilai-nilai Abu Bakar.
- D. Mengadakan ujian tulis tentang fakta kepemimpinan Abu Bakar as-Siddiq.
- E. Menayangkan video dokumenter tentang Abu Bakar tanpa diskusi lanjutan. Jawaban: C
-
Menurut teori konstruktivisme, pembelajaran sebaiknya melibatkan pengalaman dan keterlibatan aktif siswa dalam membangun pemahaman. Dalam konteks SKI, guru menerapkan metode pembelajaran berbasis studi kasus sejarah Islam agar siswa dapat memahami relevansi sejarah dengan kondisi saat ini. Berdasarkan teori konstruktivisme, strategi pembelajaran yang paling sesuai dalam skenario di atas adalah&
- A. Ceramah satu arah agar siswa lebih fokus dalam belajar.
- B. Pembelajaran berbasis proyek yang mendorong eksplorasi dan pemecahan masalah.
- C. Menggunakan metode hafalan agar siswa lebih cepat mengingat materi.
- D. Memberikan tugas tanpa memberikan konteks historis yang jelas.
- E. Mendorong siswa untuk belajar sendiri tanpa bimbingan guru. Jawaban: B
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar