4.000 Mahasiswa Unimal Aceh Terdampak Banjir, Usulan Bantuan dari Kemendikti


ACEH TAMIANG, berita
Sebanyak 4.000 lebih mahasiswa dari Universitas Malikussaleh (Unimal) yang berada di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, terdampak banjir.

Untuk menangani dampak tersebut, mereka diusulkan menjadi penerima bantuan dana dari pusat pembiayaan dan assessment pendidikan tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Sainteks).

Hal ini disampaikan oleh Rektor Unimal, Prof Herman Fithra, kepada berita, Jumat (12/12/2025). Ia menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa telah diminta mengisi form pendataan penerima bantuan tersebut.

Jumlahnya 4.000 lebih, tadi sore terakhir batas pengisian form. Semua data itu kita usulkan ke Kemendikti untuk menerima bantuan, ujar Herman.

Bantuan yang diberikan oleh Kemendikti sebesar Rp 1.250.000 per bulan selama tiga bulan.

Sedangkan untuk pembebasan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), lanjut Herman, Unimal mengacu pada kebijakan dari Kemendikti Sainteks.

Kami jalankan kebijakan Kemendikti Sainteks. Begitu ada instruksi dari Kemendikti langsung kita jalankan, tegasnya.

Sebagai informasi tambahan, Unimal merupakan salah satu kampus yang terdampak banjir di Aceh.

Ribuan orang mahasiswa dan warga mengungsi di kampus tersebut selama sepekan pertama banjir di Kabupaten Aceh Utara.

Banjir ini merendam banyak daerah di Aceh, termasuk perkantoran, sekolah, kampus, dan beberapa tempat vital lain.

Dampak Banjir yang Luas

Banjir yang terjadi di Aceh tidak hanya memengaruhi kampus Unimal, tetapi juga meluas ke berbagai wilayah di provinsi tersebut. Banyak area yang terendam air, termasuk fasilitas umum seperti perkantoran dan sekolah.

Beberapa kabupaten di Aceh dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat banjir. Warga setempat harus mencari tempat aman untuk menghindari ancaman banjir yang terus berlangsung.

Upaya Pemerintah dan Universitas

Dalam upaya penanganan bencana, pemerintah dan universitas berkolaborasi untuk memberikan bantuan kepada para korban. Salah satunya adalah bantuan dana sosial yang diberikan melalui Kemendikti Sainteks.

Rektor Unimal menyatakan bahwa pihak kampus akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan lembaga terkait untuk memastikan semua mahasiswa terdampak mendapatkan bantuan yang diperlukan.

Selain itu, Unimal juga berupaya memberikan dukungan dalam bentuk pembebasan biaya UKT sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Kemendikti.

Langkah Pengawasan dan Penyaluran Bantuan

Untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan lancar, pihak kampus melakukan pendataan secara rinci terhadap seluruh mahasiswa yang terdampak.

Form pendataan yang diisi oleh mahasiswa menjadi dasar bagi pengajuan bantuan ke pihak Kemendikti. Proses ini dilakukan agar semua penerima bantuan dapat dipastikan benar-benar terkena dampak banjir.

Pihak kampus juga menegaskan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan bantuan tambahan jika diperlukan.

Kondisi Terkini

Setelah hujan deras yang terus-menerus, kondisi banjir mulai menurun, tetapi masih ada beberapa wilayah yang tergenang air.

Warga dan mahasiswa yang terdampak terus berusaha untuk pulih dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Universitas Malikussaleh juga berkomitmen untuk terus membantu mahasiswa dalam menghadapi tantangan pasca-banjir, baik secara akademik maupun finansial.

Kesimpulan

Banjir yang melanda Aceh telah memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, termasuk para mahasiswa. Namun, dengan adanya bantuan dari pemerintah dan kerja sama antara pihak kampus dan lembaga terkait, diharapkan kondisi bisa segera pulih.

Rektor Unimal menegaskan bahwa kampus akan terus berupaya memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa terdampak, baik melalui bantuan dana maupun kebijakan yang relevan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan