5 Calon Ketua DPW PKB Kepri Jalani Uji Kelayakan dan Gagasan di DPP PKB Selama 2 Hari

Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Calon Ketua DPW PKB Se-Indonesia


Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) bagi para calon ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB se-Indonesia. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap kandidat memiliki kapasitas, karakter kepemimpinan, dan integritas yang kuat. Di antara para peserta UKK adalah lima calon ketua DPW PKB Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yaitu Rocky Marciano Bawole, Aman, S.Pd, MM, Mafirion, Hendrik, dan Nyimas Novi Ujiani.

Rocky Bawole adalah mantan Ketua DPW PKB Kepri yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Karimun. Aman, S.Pd, MM adalah Sekretaris DPW PKB Kepri yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kepri. Mafirion adalah anggota DPR dari Riau, sedangkan Hendrik menjabat anggota DPRD Kota Batam. Nyimas Novi Ujiani adalah anggota DPRD Karimun. Kelima kandidat tersebut merupakan hasil Keputusan Muswil DPW PKB Kepri yang digelar di Hotel Aston Batam pada 23 November 2025.

Muswil dibuka secara resmi oleh Ketua DPP PKB yang juga Wakil Ketua Komisi VII DPR, Chusnunia Chalim. Turut hadir dalam acara tersebut jajaran pengurus DPW, Ketua Lembaga dan Banom, serta pimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB se-Kepri. Selain itu, hadir pula Wakil Ketua Fraksi PKB di MPR Neng Eem Marhamah Zulfa, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Bupati Karimun Iskandarsyah, dan Mustasyar DPW PKB Kepri Maaz Ismail.

Tahapan Uji Kelayakan Calon Ketua DPW PKB

Menurut Abdul Halim Iskandar atau akrab disapa Gus Halim, Ketua DPP PKB Bidang Pengelolaan Organisasi, Legislatif dan Eksekutif, tahapan UKK berlangsung selama dua hari di kantor DPP PKB, Jakarta, pada 8–9 Desember 2025. UKK diikuti 50 calon ketua DPW se-Indonesia.

“Pelaksanaan UKK merupakan komitmen PKB untuk memastikan proses rekrutmen pemimpin wilayah berjalan transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya di Jakarta, Senin (8/12/2025).

Gus Halim menjelaskan bahwa UKK bukan sekadar formalitas. Ini adalah upaya serius PKB untuk memastikan setiap kandidat memiliki kapasitas, integritas, dan kemampuan memimpin. Ia menekankan bahwa kekuatan PKB di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas pemimpinnya.

“Gagasan besar Ketua Umum adalah membangun struktur yang berdaya, struktur yang benar-benar bekerja untuk rakyat. UKK ini adalah penerjemahan langsung dari visi itu. Kita ingin memastikan setiap DPW berada di tangan pemimpin yang punya kecakapan dan orientasi perjuangan yang selaras dengan garis kepemimpinan beliau,” katanya.

Libatkan Profesional Sebagai Penguji

Untuk menjamin objektivitas penilaian, DPP PKB melibatkan pihak profesional sebagai penguji. Para kandidat diwajibkan menjalani serangkaian tes psikometri dan penilaian kepemimpinan, seperti FCAT, MSDT, tes grafis, FTPI hingga LSQ.

Pada hari kedua, peserta memasuki tahap penilaian substantif melalui presentasi gagasan dan pemaparan visi-misi. Setelah itu, para calon ketua DPW mengikuti Leaderless Group Discussion (LGD) untuk mengukur kemampuan kolaborasi, komunikasi strategis, pemecahan masalah, hingga kepemimpinan situasional.

“Kami ingin DPW dipimpin oleh kader terbaik. Mereka yang bukan hanya punya gagasan besar, tetapi juga energi dan komitmen untuk membesarkan PKB dan melayani rakyat,” ujarnya.

Gus Halim menegaskan bahwa PKB membutuhkan ketua DPW yang tidak hanya populer, tetapi juga memiliki kapasitas manajerial, visi pembangunan, dan kemampuan menggerakkan struktur hingga tingkat akar rumput.

“PKB tumbuh karena kerja kolektif. Maka para pemimpinnya harus kuat, matang, dan mampu membawa energi positif bagi kemajuan partai. UKK ini adalah gerbang awal untuk menyeleksi kader terbaik,” ujarnya.

UKK ini akan berlanjut dalam beberapa gelombang hingga seluruh provinsi menyelesaikan proses penilaian kepemimpinan secara menyeluruh. PKB, kata Gus Halim, menargetkan seluruh struktur wilayah dapat diperkuat secara menyeluruh.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan