5 cara hindari microsleep saat berkendara jauh

Persiapan Mengemudi Saat Libur Nataru 2026

Berkendara di jalan tol atau melakukan perjalanan jarak jauh membutuhkan persiapan yang matang. Tidak hanya kendaraan, pengemudi juga harus memastikan kondisi fisik dan mentalnya dalam keadaan optimal. Terlebih bagi mereka yang melakukan perjalanan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Pihak kepolisian telah memprediksi bahwa arus balik Nataru akan dimulai pada Kamis (1/1/2026). Prediksi ini berdasarkan berakhirnya perayaan malam Tahun Baru 2026. Untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas, kepolisian telah menyiapkan sejumlah skema pengamanan dan rekayasa lalu lintas seperti contraflow.

Menurut Irjen Pol Agus Suryonugroho, Kakorlantas Polri, hingga saat ini sekitar 70 persen kendaraan telah keluar dari Jakarta. Oleh karena itu, Korlantas Polri dan jajaran mulai mempersiapkan pengamanan arus balik.

“Setelah perayaan tahun baru, kami memprediksikan arus balik pertama tanggal 1 Januari 2026. Selanjutnya, arus balik kedua diperkirakan tanggal 4 Januari 2026. Semua sudah kami siapkan langkah dan cara bertindaknya,” ujarnya.

Apa Itu Microsleep dan Bagaimana Mengatasinya?

Bagi pengemudi yang melalui jalan tol atau melakukan perjalanan jarak jauh, penting untuk memahami istilah microsleep. Microsleep adalah kondisi tertidur secara tiba-tiba namun hanya dalam waktu yang sangat singkat. Kondisi ini sering terjadi akibat kurangnya tidur atau kelelahan.

Dikutip dari laman Dinas Perhubungan Sleman, microsleep bisa terjadi ketika otak merasa lelah namun tetap mencoba untuk tetap terjaga. Akibatnya, seseorang bisa mengalami microsleep tanpa disadari.

Cara Menghindari Microsleep

Berikut beberapa cara untuk menghindari microsleep terutama saat berkendara:

  • Pastikan memenuhi kebutuhan waktu tidur antara 7-9 jam. Jika hanya tidur kurang dari 6 jam, maka risiko microsleep meningkat.
  • Jika merasa lelah atau mengantuk, segera berhenti dan istirahat sejenak.
  • Jika berkendara jarak jauh, istirahat setiap 1-2 jam sekali.
  • Konsumsi kopi, namun beri jarak waktu sebelum mengemudi. Umumnya efek kopi muncul setelah 30 menit dikonsumsi.
  • Lakukan aktivitas yang membuat Anda tetap terjaga, seperti mengobrol saat berkendara.

Pentingnya Kesiapan Diri dan Kendaraan

Mengemudi dalam kondisi kelelahan dan kurang tidur sangat berbahaya. Maka dari itu, penting untuk tidak memaksakan diri saat sedang dalam keadaan tidak optimal.

Terlebih bagi pengemudi yang melalui jalan tol, kesiapan diri dan kendaraan menjadi hal yang sangat penting. Pastikan mobil dalam kondisi baik, memiliki bahan bakar yang cukup, serta perlengkapan darurat seperti ban cadangan dan alat pemadam api.

Dengan persiapan yang matang, perjalanan jarak jauh akan lebih aman dan nyaman. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesadaran dan kewaspadaan saat berkendara, terutama saat arus balik Nataru 2026.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan