Membesarkan Anak dengan Kesabaran dan Kepedulian
Membesarkan dan mendidik anak memang bukan hal yang mudah. Terkadang, saat sedang marah dan frustasi, banyak orang tua yang kerap menjadi tidak sabar. Tidak sedikit orang tua yang tanpa sadar sering berteriak saat anak melakukan kesalahan atau sulit diatur. Meski terlihat sepele dan dianggap wajar, kebiasaan berteriak pada anak ternyata dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi tumbuh kembangnya, baik secara emosional maupun psikologis.
Dampak Sering Berteriak pada Anak
Berikut ini beberapa dampak yang bisa terjadi pada anak jika orang tua punya kebiasaan berteriak pada anaknya:
-
Menurunkan rasa percaya diri anak
Kebiasaan berteriak yang dilakukan orang tua kepada anaknya dapat memengaruhi rasa percaya diri pada anak. Kebiasaan ini bisa menurunkan harga diri dan kepercayaan anaknya. Bila si kecil sering dimarahi dengan cara diteriaki, anak mungkin akan merasa bahwa orang tua tidak menyayanginya. Lebih buruknya lagi, anak mungkin akan merasa bahwa dirinya tidak berharga atau bahkan membenci dirinya sendiri. Anak-anak juga bisa merasa tertekan dan stres akibat sering diteriaki, yang akhirnya membuatnya sulit berkonsentrasi, sehingga berdampak negatif pada prestasi sekolahnya. -
Mengganggu kesehatan mental anak
Sering meneriaki anak juga bisa membuat anak stres, hidup dalam ketakutan, yang akhirnya mengganggu kesehatan mental anak. Agar si kecil tidak dimarahi lagi, anak-anak juga akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat dirinya menjadi perfeksionis. Lama-kelamaan, hal ini bisa meningkatkan risiko gangguan mental tertentu pada anak, seperti gangguan kecemasan dan depresi. Bahkan, pada beberapa kasus, depresi yang dialami oleh anak bisa menyisakan luka batin dan trauma yang terus ia pendam hingga dewasa. -
Mengganggu kesehatan fisik anak
Anak-anak bisa merasa stres jika sering diteriaki oleh orang tuanya. Kondisi ini tidak hanya buruk untuk kesehatan mental anak, tapi juga berdampak negatif pada kesehatan fisiknya. Menurut sebuah penelitian, kekerasan verbal pada masa kecil dapat menyebabkan kondisi kronis, seperti sakit kepala, sakit leher, atau sakit punggung. Ketika si kecil merasa stres karena sering dimarahi atau diteriaki, mereka mungkin menjadi tidak nafsu makan atau justru makan berlebihan, yang akhirnya berdampak pada kesehatannya. -
Menghilangkan rasa hormat anak
Ketika si kecil sering mendapatkan perlakukan yang kurang menyenangkan, seperti dimarahi atau diteriaki, anak-anak menjadi sulit menanamkan rasa percaya diri dan hormat pada orang yang kerap memarahinya, tidak terkecuali orang tuanya. Anak-anak menjadi acuh tak acuh pada orang tuanya akibat kebiasaan buruk yang dilakukan orang tua pada anaknya. -
Membuat perilaku anak semakin buruk
Banyak orang tua beranggapan bahwa berteriak bisa merubah perilaku anaknya menjadi lebih baik, padahal ini anggapan yang salah. Peneliti menyebutkan, berteriak justru bisa membuat sikap si kecil semakin buruk. Ketika sering diteriaki dan dimarahi, anak-anak bahkan bisa menjadi suka membangkang dan lebih agresif. Berteriak pada anak juga bisa menyebabkannya merasa tertekan, sehingga meningkatkan risiko anak berperilaku menyimpang. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari berteriak pada anak-anak. Jika orang tua merasa kesal pada anaknya, jangan langsung diluapkan, redakan dulu emosinya. Untuk mencegah dampak di atas, berilah nasehat pada anak dengan tutur kata yang baik, alih-alih berteriak pada anak.

Nutrisi untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak
Untuk mendukung tumbuh kembang anak agar lebih optimal, vitamin dan nutrisi yang tepat sangat penting. Berikut ini susu formula untuk mendukung tumbuh kembang anak, klik di sini untuk mendapatkannya.

Morinaga BMT: Susu Formula Berkualitas untuk Bayi
Morinaga BMT adalah susu formula bernutrisi untuk bayi usia 0-6 bulan kini dengan inovasi baru, GeniuPro. GeniuPro mendukung daya ingat, daya pikir, daya tangkap, daya tahan tubuh, dan tumbuh kembang si kecil dengan sinergi nutrisi untuk mendukung kecerdasan. Morinaga Research Centre Japan senantiasa berinovasi dengan meneliti berbagai manfaat nutrisi penting untuk pertumbuhan anak selama lebih dari 100 tahun. Didukung teknologi yang canggih dan berpengalaman di bidang nutrisi, Morinaga Research Centre Japan sangat mengutamakan keamanan dan mutu produk bagi generasi platinum.
Berikut ini susu formula untuk mendukung tumbuh kembang anak, klik di sini untuk mendapatkannya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar