Perjalanan Kang Da Wit di Tengah Kekacauan
Jelang pencalonannya sebagai anggota majelis nasional, Kang Da Wit (Jung Kyung Ho) terlibat dalam kasus suap. Meskipun belum diketahui oleh media, ia dipaksa untuk mengundurkan diri dari posisi hakimnya. Kasus tersebut juga menyeret seorang hakim ketua yang pernah menjadi orang kepercayaannya.
Setelah mengundurkan diri, Kang Da Wit menerima tawaran dari rekan kerjanya, pemilik firma hukum terbesar OH Partners. Apakah ini menjadi kesempatan baru baginya? Keberadaannya di tim Pro Bono OH Partners tidak tanpa alasan dan akhirnya memberikan dampak positif.
Bekerja Tanpa Alasan Validasi Semata

Selama menjadi hakim, Kang Da Wit dikenal sebagai hakim termuda dan populer. Banyak orang kagum dengan hasil persidangannya karena ia selalu memihak rakyat dan keadilan. Itu sebabnya, ia dijuluki sebagai Hakim Rakyat. Di mana pun ia bertugas, banyak reporter yang meliputnya.
Setiap tindakannya harus terlihat oleh kamera. Bahkan sering kali kebaikannya dibuat-buat agar terpilih dalam pencalonan. Kini setelah tidak lagi menjadi hakim dan beralih profesi menjadi pengacara pelayanan publik, prioritasnya berubah. Kang Da Wit kini lebih memperhatikan humanisme dan keadilan.
Menambah Tingkat Kemenangan Tim Pro Bono

Keberadaan tim Pro Bono sering kali dianggap sebelah mata. Mereka dianggap sebagai beban karena mengambil kasus tanpa bayaran dan dianggap tidak efektif oleh tim lain yang fokus pada profit. Pemilik OH Partners menciptakan tim tersebut hanya demi meningkatkan reputasi perusahaan.
Namun, kehadiran Kang Da Wit di tim Pro Bono berhasil mengubah citra mereka. OH Partners semakin disorot karena peduli dengan kasus-kasus publik dan berada di pihak orang-orang yang membutuhkan bantuan mereka. Jika tantangannya adalah menaikkan tingkat kemenangan dari 70 persen sebelumnya, tampaknya bukan hal yang mustahil lagi.
Kesempatan Membuktikan Diri sebagai Hakim Rakyat

Dulu, Kang Da Wit dijuluki sebagai Hakim Rakyat, tetapi usahanya penuh dengan kepura-puraan. Kini, setelah bergabung dengan tim pengacara Pro Bono, ia tidak lagi menjadi sosok yang haus validasi seperti dulu. Ia tidak lagi mengejar dukungan politik dari orang-orang penting.
Menjadi pengacara pelayanan publik membawanya ke jalan yang lebih tulus. Ia mulai melihat penderitaan rakyat kecil yang tidak memiliki kekuatan hukum. Momentum ini menjadi pembuktian bahwa ia benar-benar Hakim Rakyat yang sesungguhnya, di mana dukungan untuknya datang dari usaha baiknya sendiri.
Memihak Orang-Orang Lemah

Dalam kasus pertamanya, Kang Da Wit merangkul tim Pro Bono untuk memenangkan kasus hak kepemilikan hewan. Seekor anjing yang ditemukan oleh aktivis hewan akhirnya selamat dari ancaman penganiayaan setelah mereka memenangkan kasus di sidang terakhir.
Saat itu, Da Wit tidak hanya menyelamatkan anjing tersebut, tapi juga klien dan timnya. Meski tujuannya bukan secara langsung memihak pihak yang lemah, bantuannya memiliki dampak besar. Termasuk menyadarkan orang lain untuk memanusiakan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Memaknai Praktik Hukum Lebih Dalam

Selama bertahun-tahun menjadi hakim, Kang Da Wit tidak pernah akur dengan para pengacara. Park Gi Ppeum (So Ju Yeon), yang kini menjadi rekan satu timnya, pernah mendapat pengalaman tidak menyenangkan dengan Da Wit. Alih profesi bukan berarti pilihan buruk.
Pada awalnya, Da Wit mungkin berpikir demikian. Namun, sejak bekerja sama dengan timnya dan menangani kasus demi kasus, ia justru belajar banyak tentang hukum. Bedanya, kali ini ia ada di pihak pengacara dan fokusnya bukan lagi putusan di pengadilan. Lebih dari itu, ia jadi tahu betapa sulitnya mencari barang bukti dan tantangan dari pihak lawan.
Dari drama Korea Pro Bono, karakter Kang Da Wit terus berusaha membawa pengaruh baik di mana pun ia berada. Sekalipun di tempat yang tidak ia inginkan seperti di tim Pro Bono OH Partners. Sejauh mana, nih, karakter ini menginspirasimu?
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar