
Berita Internasional: Kontrak Senjata, Sanksi, dan Keprihatinan Kemanusiaan
Pada periode 24 jam terakhir, dunia internasional kembali diramaikan oleh sejumlah peristiwa penting yang menarik perhatian publik. Dari kontrak senjata besar hingga sanksi terhadap negara-negara tertentu, serta kekhawatiran tentang situasi kemanusiaan di Gaza, berikut adalah rangkuman lima berita populer.
1. Boeing Raih Kontrak Rp144,1 Triliun untuk Pasok 25 Jet Tempur F-15 ke Israel
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon memberikan kontrak senilai US$8,6 miliar atau sekitar Rp144,1 triliun kepada Boeing untuk memasok jet tempur F-15 canggih kepada Israel. Kontrak ini mencakup pengadaan pesawat tempur F-15IA, varian khusus Israel dari F-15EX, yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan tempur udara negara tersebut.
Jet tempur generasi terbaru ini disebut akan menggantikan armada lama secara bertahap sekaligus memperluas jangkauan strategis dan dominasi udara Israel. Menurut laporan i24NEWS, kontrak ini merupakan pengadaan tunggal dengan dana Foreign Military Sales (FMS) sebesar US$840 juta telah dialokasikan saat kontrak diberikan. Pusat Manajemen Siklus Hidup Angkatan Udara di Pangkalan Wright-Patterson, Ohio, bertindak sebagai otoritas pengelola proyek.
F-15IA dikenal memiliki kapasitas muatan senjata yang besar serta jangkauan operasional lebih luas. Kecanggihan ini menjadikan F-15IA ideal untuk misi jarak jauh, termasuk potensi serangan ke wilayah strategis seperti Teheran, Iran. Media Israel menyebutkan bahwa jika digabungkan dengan armada F-35 Adir, pesawat ini akan memberikan kombinasi kemampuan siluman dan daya hancur yang signifikan bagi Angkatan Udara Israel.
Kontrak tersebut merupakan hasil dari proses negosiasi panjang serta persetujuan dari Kongres dan pemerintahan Amerika Serikat, di tengah meningkatnya ketegangan regional dan potensi konflik baru dengan Iran.
2. AS Jatuhkan Sanksi terhadap Iran dan Venezuela atas Dugaan Perdagangan Drone
Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran dan Venezuela atas dugaan keterlibatan dalam perdagangan pesawat nirawak atau drone rancangan Iran. Sanksi yang diumumkan Departemen Keuangan AS pada Selasa (30/12/2025) menargetkan Empresa Aeronautica Nacional SA (EANSA), sebuah perusahaan Venezuela yang dituduh membantu pengadaan dan perakitan drone buatan Qods Aviation Industries Iran.
Selain EANSA, AS juga menjatuhkan sanksi terhadap ketua perusahaan tersebut, Jose Jesus Urdaneta Gonzalez. Ia dituding berkoordinasi dengan perwakilan militer Venezuela dan Iran dalam produksi kendaraan udara tak berawak (UAV) di wilayah Venezuela. Wakil Menteri Keuangan AS untuk Terorisme dan Intelijen Keuangan, John K. Hurley, menyatakan bahwa Departemen Keuangan meminta pertanggungjawaban Iran dan Venezuela atas proliferasi senjata mematikan yang agresif dan sembrono di seluruh dunia.
3. Kanada hingga Inggris Nyatakan Keprihatinan, Situasi Kemanusiaan di Gaza Disebut Kembali Memburuk
Situasi kemanusiaan di Gaza, Palestina, kembali memburuk dan sangat mengkhawatirkan. Pernyataan bersama Inggris, Kanada, Prancis, dan negara-negara lain pada Selasa (30/12/2025) menyatakan keprihatinan serius tentang memburuknya kembali situasi kemanusiaan di Gaza yang tetap sangat buruk.
Negara-negara tersebut menyerukan Israel untuk mengambil tindakan mendesak. Pernyataan yang diterbitkan secara daring oleh Kementerian Luar Negeri Inggris, mengatakan Israel harus mengizinkan organisasi non-pemerintah untuk bekerja di Israel secara berkelanjutan dan dapat diprediksi, dan memastikan PBB dapat melanjutkan pekerjaannya di wilayah Palestina tersebut.
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa meskipun akses untuk pengiriman makanan kemanusiaan dan komersial membaik setelah gencatan senjata, lembaga-lembaga kemanusiaan masih mengatakan bahwa jauh lebih banyak bantuan perlu masuk ke wilayah kecil dan padat penduduk tersebut.
4. Mantan PM Jepang Shigeru Ishiba: Kurang Pas Berikan Oleh-oleh Made in Indonesia
Mantan Perdana Menteri Jepang Ishiba Shigeru mengungkap kisah menarik di balik maskot resmi Expo Osaka–Kansai, Myaku-Myaku, dalam siaran langsung program televisi Fuji TV, Rabu (31/12/2025) pagi. Ishiba membagikan cerita pribadi semasa menjabat sebagai perdana menteri.
Ia mengatakan bahwa memberikan Myaku-Myaku sebagai cendera mata kepada tamu negara asing telah menjadi kebiasaan tidak resmi di lingkaran pemerintahan. Namun, Ishiba menaruh perhatian khusus pada asal-usul produk tersebut. Ia mengaku sempat mendapati label Made in China atau Made in Indonesia pada sebagian produk Myaku-Myaku sehingga merasa kurang pas jika diberikan kepada tamu kenegaraan.
5. Netanyahu: Hamas Masih Punya 20.000 Petempur, 60.000 Senapan dan Terowongan
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menuduh kelompok Palestina, Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), masih memiliki sekitar 20.000 pejuang bersenjata dengan puluhan ribu senapan Kalashnikov. Netanyahu mengklaim para pejuang ini masih memiliki sekitar 60.000 senapan yang disimpan dan ratusan kilometer terowongan.
Netanyahu mengklaim Israel, yang mendapat aliran pasokan militer besar-besaran dari AS, sebagai negara "terkuat" di Timur Tengah. Ia menekankan tujuan Israel di Gaza belum sepenuhnya tercapai, yaitu penghapusan total Hamas. Setelah berkunjung ke kediaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Florida, Netanyahu mengungkap kendala perundingan dengan Hamas adalah masalah senjata.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar