5 Premis Karakter Kwak Byung Gyun di Drakor Idol I, Jaksa Arrogan

Karakter Kwak Byung Gyun dalam Drakor Idol I

Kwak Byung Gyun, yang diperankan oleh Jeong Jae Kwang, tidak hanya menjadi antagonis biasa dalam drakor Idol I. Ia adalah sosok yang kompleks dan penuh lapisan, dengan karakter yang terbangun secara mendalam. Sebagai jaksa, ia memiliki reputasi nyaris sempurna, dingin, sistematis, dan tampak tak terkalahkan. Kehadirannya memberi tekanan pada cerita, bukan melalui ancaman terbuka, tetapi melalui keyakinan bahwa sistem selalu berpihak pada orang yang tahu cara memainkannya.

Namun, di balik ketenangan dan kepercayaan dirinya, Kwak Byung Gyun menyimpan banyak retakan. Kasus Do Ra Ik (Kim Jae Young) memaksa karakter ini keluar dari zona nyamannya, mengungkapkan premis-premis kepribadian yang selama ini tersembunyi. Ia bukan sekadar jaksa, melainkan simbol bagaimana kekuasaan hukum bisa berubah menjadi alat penghakiman. Berikut beberapa premis karakter Kwak Byung Gyun di Idol I.

1. Jaksa dengan Rekor Sempurna yang Dianggap Identitas


Premis utama Kwak Byung Gyun adalah obsesinya pada rekor tak terkalahkan. Setiap kemenangan dalam kasusnya bukan lagi pencapaian profesional, melainkan identitas diri. Ia mendefinisikan eksistensinya melalui statistik dan vonis. Ketika seseorang telah ditetapkan sebagai tersangka olehnya, itu berarti akhir, bukan awal pencarian kebenaran.

2. Keyakinan bahwa Pengakuan Lebih Penting Daripada Kebenaran


Bagi Kwak Byung Gyun, pengakuan adalah tujuan akhir. Proses hukum bukan ruang dialog, melainkan alat untuk menekan hingga tersangka menyerah. Premis ini membuatnya sering mengabaikan keraguan kecil, detail ganjil, atau fakta yang tidak sejalan dengan asumsi awal. Selama pengakuan bisa didapatkan, ia menganggap keadilan telah ditegakkan.

3. Arogansi yang Lahir dari Sistem yang Selalu Mendukungnya


Kesombongan Kwak Byung Gyun bukan tanpa sebab. Sistem hukum, media, dan opini publik sering kali berdiri di belakangnya. Ia terbiasa dipuji sebagai jaksa teladan, membuatnya percaya bahwa intuisi pribadinya setara dengan kebenaran objektif. Arogansi ini menjadi premis penting yang perlahan menjerumuskannya dalam kasus Do Ra Ik.

4. Ketakutan Tersembunyi Terhadap Kekalahan


Di balik sikap dinginnya, Kwak Byung Gyun sebenarnya takut kalah. Kekalahan bukan hanya soal kehilangan kasus, tetapi runtuhnya citra yang ia bangun bertahun-tahun. Ketakutan ini membuatnya defensif, emosional, dan terkadang bertindak di luar prosedur. Ia tidak sedang mengejar keadilan, melainkan berusaha mempertahankan reputasi.

5. Representasi Hukum yang Berubah Menjadi Penghakiman


Premis terpenting dari karakter Kwak Byung Gyun adalah posisinya sebagai simbol. Ia merepresentasikan hukum yang kehilangan empati, hukum yang lebih percaya pada asumsi daripada manusia. Dalam Idol I, ia bukan sekadar lawan Do Ra Ik, melainkan cerminan sistem yang bisa menghancurkan seseorang bahkan sebelum kebenaran terungkap.

Kwak Byung Gyun membuat Idol I terasa jauh lebih kelam dan realistis. Karakternya menunjukkan bahwa bahaya terbesar dalam sistem hukum bukanlah kurangnya aturan, melainkan manusia yang terlalu yakin bahwa dirinya selalu benar. Dan ketika keyakinan itu mulai runtuh, yang tersisa hanyalah ketakutan akan kehilangan kendali.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan