Tips Menghadapi Mental yang Rapuh dari Prilly Latuconsina
Emosi dan kesehatan mental setiap orang bisa berbeda-beda, bahkan dalam momen-momen tertentu. Terkadang seseorang merasa bahagia, namun di saat lain bisa merasa rapuh. Hal ini wajar terjadi karena kita semua manusia, termasuk para public figure yang juga pernah mengalami masa-masa sulit.
Salah satu contohnya adalah Prilly Latuconsina yang secara terbuka sering membagikan pengalamannya dengan menghadapi situasi mental yang tidak stabil. Kelelahan baik dalam pekerjaan maupun lingkungan atau hubungan yang toksik pernah ia alami. Dari pengalaman tersebut, Prilly berbagi beberapa tips untuk menghadapi kondisi mental yang sedang tidak baik.
1. Keluar dari Zona Nyaman atau Traveling

Prilly mengaku sempat kehilangan dirinya sendiri hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan traveling. Bahkan ia berani traveling sendiri ke tempat yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Keluar dari zona nyaman dan melihat hal-hal baru membantunya menemukan sudut pandang yang sebelumnya tidak ia miliki. Melalui traveling, ia kembali menemukan makna dirinya dan merasa bahagia.
“Menurutku traveling itu penting banget untuk kita alami dan traveling itu nggak harus mahal. Terserah, kita bisa traveling ke mana pun, tapi yang jelas kita keluar dari zona nyaman. Kita ke tempat lain yang kita nggak pernah, supaya kita bisa melihat sudut pandang orang lain dan di tempat lain. Karena aku traveling, aku banyak ngobrol sama orang, traveling sendiri juga, jadinya banyak bengong, banyak mikir, banyak menanyakan ke diri sendiri dan akhirnya merasa aku bahagia dengan diriku sendiri,” ujarnya.
2. Tidak Apa-Apa Perlu Waktu untuk Memaafkan

Prilly juga berbagi tentang fase kembali utuh yang ia alami, seperti yang ia tulis dalam bukunya Retak, Luruh, Kembali Utuh. Baginya, fase ini tidak berarti sudah melupakan rasa sakit atau luka yang ada dalam diri. Jika suatu saat ada trigger yang mengembalikan rasa sakit tersebut, ini merupakan hal yang wajar.
“Karena kita ada di fase kembali utuh, bukan berarti kita melupakan atau sudah sepenuhnya melepaskan rasa-rasa sakit atau luka yang pernah ada di diri kita dan itu wajar banget. Jadi, buat siapa pun yang sudah ada di fase utuh, mungkin sudah merasa baik-baik aja. Tapi tiba-tiba kalau ada trigger-nya muncul lagi, naik lagi ke permukaan perasaannya, menurut aku itu wajar banget.”
Lebih lanjut, Prilly menekankan bahwa tidak apa-apa jika belum bisa memaafkan dan melupakan. Setiap orang memiliki waktu sendiri untuk berdamai. Yang terpenting adalah bagaimana kamu memaafkan dirimu sendiri.
3. Latihan Pernapasan Bisa Bantu Jadi Lebih Tenang

Mental yang tidak stabil bisa disebabkan oleh banyak hal. Di saat seperti ini, orang cenderung melakukan tindakan impulsif. Prilly memberikan saran latihan pernapasan untuk menghindari tindakan impulsif. Hal ini juga yang ia lakukan saat sedang merasakan emosi negatif.
“Jadi misalnya aku lagi sedih, lagi marah, itu aku cuma diam di kamar terus bernapas. Aku breathing exercise, bernapas aja sendirian gitu. Karena kan hidupku tuh riuh banget ya. Kayak keluar rumah ketemu sama orang, buka sosmed isinya orang juga, isi WhatsApp-ku tuh grup-grup kerjaan semua, isinya orang-orang semua. Jadi, aku benar-benar meninggalkan dulu sosial media, handphone, untuk breathing exercise.”
Prilly menjelaskan bahwa latihan pernapasan dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh. Ia juga menyebutkan metode yang ia gunakan: tarik napas selama 3 detik, tahan selama 5 detik, dan buang selama 7 detik.
4. Sediakan Ruang untuk Diri Sendiri

Selain latihan pernapasan, Prilly juga menyarankan untuk menyediakan ruang untuk diri sendiri. Bertanya pada diri sendiri dan mencari penyebab emosi yang dirasakan bisa membantu bangkit dari kondisi mental yang rapuh.
“Sebelum melakukan sesuatu yang impulsif, karena kadang kalau mental lagi nggak baik-baik saja, kita ingin melakukan sesuatu yang impulsif dan bisa jadi menyakiti diri kita. Itu juga pengalamannya dari diriku sendiri ya. Karena aku nggak expert di mental, tapi aku selalu bawa dari pengalaman pribadi gitu.”
Dengan memberi ruang untuk diri sendiri, emosi dapat tersalurkan dalam cara yang lebih positif. Contohnya, Prilly yang senang menulis puisi sebagai bentuk ekspresi.
5. Temukan yang Disukai

Tips terakhir dari Prilly adalah menemukan hal-hal yang kamu sukai. Apa pun yang membuatmu merasa bahagia dan senang bisa menjadi media untuk meluapkan emosi serta kreativitasmu.
“Temuin yang kamu suka! Misalnya kamu sukanya makeup, bisa bikin kreasi makeup yang kamu mau. Atau kamu suka makan atau suka masak, kamu bisa masak. Atau kalau kamu suka nulis, ketika udah punya ruang buat diri sendiri, bisa jadi tulisannya akan semakin bagus dan semakin lancar untuk menulisnya.”
Itulah lima tips dari Prilly Latuconsina untuk menghadapi mental yang sedang rapuh. Dengan langkah-langkah sederhana, kita bisa belajar mengelola emosi dan kesehatan mental dengan lebih baik.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar