
Posisi Mohamed Salah di Liverpool Mulai Terancam
Mohamed Salah, bintang asal Mesir yang selama ini menjadi andalan Liverpool, kini mulai menghadapi situasi yang tidak menyenangkan. Posisinya sebagai starter di tim The Reds semakin tergeser, membuatnya membuka peluang untuk hengkang pada bursa transfer musim dingin 2026. Hal ini menimbulkan spekulasi besar tentang masa depan pemain berusia 33 tahun tersebut.
Salah sering kali duduk di bangku cadangan dalam beberapa laga terakhir. Dalam pertandingan melawan West Ham United dan Leeds United, ia hanya menjadi penghangat bangku cadangan. Bahkan saat melawan Sunderland, ia baru dimainkan di babak kedua. Situasi ini disebut-sebut telah membuat Salah merasa kecewa berat.
“Saya merasa klub telah mengkhianati saya. Itu yang saya rasakan. Jelas ada seseorang yang ingin semua tanggung jawab jatuh kepada saya,” ujar Salah. Ia juga memberi kode keras soal masa depannya dengan menyuruh keluarganya datang ke pertandingan melawan Brighton. “Saya tidak tahu apakah saya akan bermain atau tidak, tapi saya ingin menikmatinya. Di kepala saya, saya ingin menikmati laga itu karena saya tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini.”
Salah akan segera berangkat membela Mesir di Piala Afrika (AFCON). Jika ia dijual pada Januari 2026, bukan tidak mungkin laga kontra Brighton menjadi penampilan terakhirnya di Anfield. “Dalam sepak bola, Anda tidak pernah tahu. Saya tidak bisa menerima situasi ini. Saya sudah melakukan banyak hal untuk klub ini,” tambahnya.
Opsi Klub Besar: Real Madrid atau PSG
Meski usianya 33 tahun, performa Salah masih sangat mentereng. Ia bahkan finis peringkat 4 Ballon d'Or 2025. Itu sebabnya dua raksasa Eropa masih mempertimbangkan untuk meminatinya. Real Madrid disebut-sebut siap melepas Rodrygo, yang tidak masuk rencana Xabi Alonso. Rodrygo kabarnya tertarik menuju Premier League, sehingga skenario tukar pemain (Salah ↔ Rodrygo) menjadi kemungkinan yang masuk akal bagi kedua klub.
Di sisi lain, PSG sudah lama mengincar Salah, terutama ketika kontraknya hampir habis tahun lalu. Sang juara Eropa masih membutuhkan winger kiri ber-kaki dominan kiri. Profil Salah sangat pas, dan Januari bisa menjadi momen emas untuk mendatangkannya.
Tawaran Menggiurkan dari Saudi Arabia
Jika bicara prioritas realistis, Saudi Pro League adalah tujuan yang paling mungkin. Arab Saudi sudah sejak lama mencoba membujuk Salah dan siap menjadikannya bintang utama liga, lengkap dengan gaji selangit untuk kontrak terakhir dalam kariernya. Jika Liverpool membuka pintu keluar, Saudi tampak seperti destinasi yang paling agresif dan konkret.
Kembali ke Serie A: Juventus Jadi Kandidat Serius
Sebelum bersinar di Liverpool, Salah pernah tampil memukau bersama Fiorentina dan AS Roma. Musim terbaiknya di Italia: 15 gol + 13 assist dalam 31 laga Serie A bersama Roma. Kini, Juventus yang sedang diguncang isu transfer Kenan Yildiz dan kehilangan Dusan Vlahovic karena cedera membutuhkan sosok berpengalaman.
Salah bisa mengisi posisi kanan dalam formasi 3-4-2-1 besutan Luciano Spalletti, sekaligus merasakan kembali atmosfer Serie A yang pernah mengangkat namanya. AC Milan juga punya kans menampung Salah, untuk semakin memperkuat lini serang demi gelar juara Liga Italia 2025/2026.
Pilihan yang Membuka Masa Depan Baru
Dengan situasi internal Liverpool yang memanas dan Piala Afrika di depan mata, Januari bisa menjadi titik balik karier Salah. Real Madrid, PSG, Saudi Arabia hingga Juventus muncul sebagai pintu keluar yang paling mungkin, masing-masing dengan keuntungan dan tantangan tersendiri.
Jika benar meninggalkan Anfield, masa depan Mohamed Salah akan menjadi salah satu saga transfer paling panas di awal 2026.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar