5 Wisata Alam Terbaik di Mojokerto untuk Liburan Akhir Tahun 2025 Bersama Keluarga dan Anak-Anak

5 Wisata Alam Terbaik di Mojokerto untuk Liburan Akhir Tahun 2025 Bersama Keluarga dan Anak-Anak

Wisata Alam Mojokerto: Rekomendasi Liburan Akhir Tahun 2025

Mojokerto dikenal sebagai salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki kekayaan wisata alam yang menarik. Mulai dari air terjun, bukit panorama, hingga kawasan perbukitan hijau yang memukau, menjadikan wilayah ini menjadi destinasi liburan yang ideal untuk berbagai kalangan. Akhir tahun menjadi momen yang tepat untuk menikmati kesejukan alam Mojokerto, terutama bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari aktivitas sehari-hari.

Dengan udara pegunungan yang segar dan akses yang relatif mudah, Mojokerto menawarkan banyak pilihan destinasi menarik untuk semua kalangan. Berikut adalah lima destinasi wisata alam terbaik di Mojokerto yang layak masuk daftar liburan akhir tahun Anda.

1. Air Terjun Dlundung — Destinasi Keluarga yang Sejuk dan Ramah Camping

Air Terjun Dlundung berlokasi di lereng Gunung Welirang dan menjadi salah satu destinasi alam paling populer di Mojokerto. Terletak di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, air terjun ini dikenal memiliki suasana hutan pegunungan yang sejuk dan rindang. Dari pusat Kota Mojokerto, jaraknya sekitar 26–38 km atau sekitar 45–70 menit perjalanan, tergantung rute dan kondisi lalu lintas.

Daya tarik utama Air Terjun Dlundung adalah ketinggiannya yang mencapai 50–60 meter dengan aliran air yang tidak terlalu deras. Hal ini membuat wisatawan dapat bermain air dengan aman di kolam kecil alami di bawah air terjun. Suasana asri dan udara yang segar sangat cocok untuk piknik keluarga hingga sesi foto bernuasa alam.

Selain menikmati air terjun, pengunjung juga dapat berkemah di camping ground yang cukup luas. Area ini kerap digunakan untuk kegiatan pramuka, family camp, hingga aktivitas sekolah. Harga tiket masuk sangat terjangkau, sekitar Rp15.000 per orang, sedangkan tiket area camping berkisar Rp10.000 per orang. Air Terjun Dlundung buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB.

2. Coban Canggu — Air Terjun Mempesona dengan Tebing Batu Menjulang

Coban Canggu merupakan destinasi air terjun lain yang wajib dikunjungi di Mojokerto. Terletak di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 80–100 meter, lebih tinggi dari Air Terjun Dlundung. Keindahan tebing bebatuan yang menjulang ditambah pepohonan rimbun membuat suasana di lokasi sangat sejuk.

Untuk mencapai air terjun, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 500–600 meter dari area parkir melalui jalur anak tangga yang sudah ditata. Rutenya tidak terlalu sulit sehingga cocok untuk keluarga maupun pemula. Harga tiket masuk sangat murah, antara Rp7.000 hingga Rp10.000 tergantung hari kunjungan.

Coban Canggu buka setiap hari pukul 08.00–16.00 WIB. Rute perjalanan dari Kota Mojokerto menuju Padusan melalui Dlanggu dan Pacet dengan jarak sekitar 31–35 km. Dengan keindahan alam yang memukau dan akses yang relatif mudah, Coban Canggu menjadi salah satu pilihan terbaik untuk pecinta air terjun.

3. Bukit Watu Jengger — Pendakian Pemula dengan Panorama Gunung Anjasmoro

Bagi wisatawan yang menyukai aktivitas pendakian ringan, Bukit Watu Jengger bisa menjadi pilihan ideal. Terletak di kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo, tepatnya di Desa Nawangan, Kecamatan Jatirejo, bukit ini memiliki ketinggian sekitar 1.100 mdpl. Jalur pendakiannya terkenal tidak terlalu ekstrem sehingga aman bagi pendaki pemula.

Dari pusat Kota Mojokerto, jaraknya sekitar 29 km atau hampir satu jam perjalanan. Pendakian menuju puncak biasanya memakan waktu 1–2 jam tergantung kecepatan pendaki. Setibanya di puncak, pengunjung akan disuguhkan pemandangan menakjubkan berupa gugusan Gunung Anjasmoro dan perbukitan hijau yang luas.

Bukit Watu Jengger buka setiap hari pukul 08.00–16.00 WIB dengan tiket masuk sekitar Rp10.000 per orang. Tersedia fasilitas area parkir di Dusun Nawangan serta area kemah di Pos 2 atau puncak bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana malam di alam bebas.

4. Gunung Penanggungan — Pendakian Sejarah dengan Candi-Candi Majapahit

Gunung Penanggungan, dengan ketinggian 1.653 mdpl, menjadi salah satu gunung favorit para pendaki di Jawa Timur. Terletak di perbatasan Mojokerto dan Pasuruan, gunung ini dikenal sebagai miniatur Gunung Semeru dan memiliki banyak situs bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit dan Singosari, termasuk Candi Sinta dan Candi Naga.

Terdapat lima jalur pendakian utama, tiga di antaranya berada di Kecamatan Trawas (Tamiajeng, Kedungudi, dan Jolotundo). Jalur Tamiajeng adalah yang paling populer karena jaraknya paling pendek dan memiliki beberapa pos istirahat. Gunung Penanggungan cocok untuk pendaki pemula hingga menengah yang ingin merasakan tantangan ringan namun tetap menikmati keindahan alam.

Akses menuju Gunung Penanggungan dari Kota Mojokerto sekitar 30 km. Fasilitas yang tersedia meliputi area parkir, pos registrasi, hingga warung makan di beberapa titik jalur. Selain pendakian, tempat ini juga sering dikunjungi sebagai destinasi wisata spiritual dan budaya.

5. Ranu Manduro — “New Zealand Versi Jawa” dengan Padang Rumput Hijau

Ranu Manduro merupakan destinasi wisata alam yang sempat viral dan dijuluki “New Zealand versi Jawa”. Terletak di Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, tempat ini dulunya merupakan bekas tambang pasir yang tidak lagi aktif sejak 2018 dan kini berubah menjadi kawasan perbukitan hijau yang sangat fotogenik.

Lanskap padang rumput, bukit hijau, dan danau kecil yang terbentuk dari bekas galian tambang menjadikan Ranu Manduro sangat cocok untuk fotografi, piknik, hingga camping. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi atau sore hari untuk mendapatkan cahaya terbaik.

Dari pusat Kota Mojokerto, perjalanan menuju Ranu Manduro memakan waktu sekitar 1–1,5 jam dengan jarak sekitar 30 km. Tiket masuk gratis, hanya perlu membayar biaya parkir sekitar Rp3.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil. Pastikan membawa pakaian nyaman dan peralatan piknik karena area wisata ini cukup luas dan berada di alam terbuka.

Lima destinasi wisata alam di Mojokerto ini menawarkan pengalaman yang beragam, mulai dari bermain air di air terjun, pendakian ringan, hingga menikmati panorama perbukitan hijau yang memukau. Dengan akses yang mudah dan biaya yang terjangkau, Mojokerto menjadi pilihan ideal untuk liburan akhir tahun 2025, terutama bagi pecinta petualangan dan ketenangan alam. Pastikan memilih waktu kunjungan yang tepat dan mempersiapkan perlengkapan nyaman untuk menikmati liburan dengan maksimal.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan