50 Soal PPG Akidah Akhlak Terbaru dan Jawaban untuk Uji Kompetensi Kemenag Batch 4 2025

50 Soal PPG Akidah Akhlak Terbaru dan Jawaban untuk Uji Kompetensi Kemenag Batch 4 2025

Persiapan Ujian PPG Akidah Akhlak untuk Guru Kemenag Batch 4 Tahun 2025

Ujian pengetahuan bagi guru peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan atau PPG Kemenag Batch 4 2025, khususnya untuk guru mata pelajaran Akidah Akhlak, dijadwalkan berlangsung pada tanggal 17 dan 18 Januari 2026. Selama ujian, peserta diharuskan menjawab sejumlah pertanyaan dalam waktu yang telah ditentukan. Salah satu persiapan penting yang bisa dilakukan oleh Bapak/Ibu guru adalah dengan berlatih soal-soal ujian.

Berikut ini adalah 50 contoh soal PPG Akidah Akhlak terbaru dan jawaban yang dapat menjadi panduan dalam mempersiapkan ujian. Soal-soal ini diolah dari sumber tertentu dan tersedia untuk referensi.


Contoh Soal PPG Akidah Akhlak Terbaru

1. Akidah Islam

Akidah Islam adalah pokok ajaran yang harus diyakini oleh setiap Muslim, dan posisinya dalam ajaran Islam sangat fundamental. Dalam pembelajaran tentang akidah Islam, tujuan pembelajaran harus mencakup upaya untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia peserta didik. Dalam merumuskan tujuan pembelajaran ranah sikap, perlu diperhatikan agar tujuan tersebut dapat mengarah pada evaluasi sikap dan perubahan positif pada peserta didik. Manakah rumusan tujuan pembelajaran yang paling tepat untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia peserta didik dengan fokus pada ranah sikap yang sesuai dengan tingkatan C5 dalam Taksonomi Bloom?

Jawaban: C. Mengevaluasi pemahaman peserta didik mengenai dasar-dasar akidah Islam dalam kaitannya dengan pengembangan karakter dan akhlak mulia.

Penjelasan: Dalam Taksonomi Bloom revisi, tingkatan C5 = Evaluating (mengevaluasi). Ini mencakup kegiatan berpikir tingkat tinggi seperti menilai, mengkritik, mempertimbangkan, dan memberikan keputusan berdasarkan kriteria tertentu. Pilihan C secara eksplisit menggunakan kata "mengevaluasi", dan konteksnya mengaitkan pemahaman akidah dengan karakter dan akhlak mulia, yang merupakan inti dari ranah sikap dalam pembelajaran akidah.


2. Asmaul Husna

Asmaul Husna adalah 99 nama-nama indah Allah yang menggambarkan sifat-sifat-Nya yang Maha Sempurna. Setiap nama dalam Asmaul Husna memiliki makna yang mendalam, yang mengajarkan umat Islam untuk memahami, mencintai, dan mendekatkan diri kepada Allah. Pemahaman yang baik tentang Asmaul Husna tidak hanya memperkaya spiritualitas, tetapi juga memperkuat karakter dan moral seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Manakah rumusan tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling sesuai dengan tingkat kreasi?

Jawaban: B. Menyusun presentasi yang menginterpretasikan konsep dasar Asmaul Husna dan cara-cara mengamalkannya dalam kehidupan nyata.

Penjelasan: Dalam Taksonomi Bloom revisi, tingkat kreasi (C6 - Creating) adalah tingkat kognitif tertinggi, yang melibatkan menyusun, merancang, mengembangkan, dan menghasilkan sesuatu yang orisinal atau baru berdasarkan pemahaman sebelumnya. Pilihan B: Mengandung kata kerja operasional "menyusun presentasi", yang merupakan bentuk nyata dari kreasi. Menyiratkan kegiatan membangun interpretasi pribadi dan menghubungkan teori dengan praktik, sesuai dengan fokus ranah pengetahuan tingkat tinggi.


3. Akhlak Islam

Akhlak Islam adalah cerminan perilaku yang sesuai dengan ajaran Allah dan Rasul-Nya. Salah satu bagian terpenting dalam akhlak Islam adalah semangat gotong royong, yang berarti saling membantu dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Gotong royong adalah nilai yang sangat dijunjung tinggi dalam Islam, yang harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, semangat gotong royong bisa dilihat dari cara seseorang berkontribusi untuk kepentingan bersama di lingkungan sekitar. Sehingga, untuk meningkatkan semangat gotong royong di kalangan peserta didik diperlukan sikap keseharian yang lahir dari penerapan akhlak Islam, mana dari sikap keseharian berikut yang merupakan pengejawantahan dari tingkat kreasi?

Jawaban: E. Menginisiasi sebuah proyek sosial yang melibatkan siswa untuk mengumpulkan dana bantuan bagi anak yatim, dengan merancang kegiatan yang melibatkan semua siswa di sekolah.

Penjelasan: Tingkat kreasi (C6 - Creating) dalam Taksonomi Bloom melibatkan kemampuan menginisiasi, mendesain atau merancang sesuatu yang baru, mengintegrasikan berbagai ide untuk menciptakan solusi atau karya orisinal. Pilihan E menunjukkan semua aspek tersebut: "Menginisiasi proyek sosial" = tindakan orisinal dan inisiatif tinggi. "Merancang kegiatan" = bagian inti dari proses kreasi. Fokus pada kebersamaan dan akhlak sosial, yang sesuai dengan konteks gotong royong dan akhlak Islam.


4. Materi Ilmu Kalam

Materi Ilmu Kalam mencakup kajian akidah Islam, terdapat berbagai aliran pemikiran dalam ilmu kalam yang memiliki pandangan berbeda mengenai akidah dan tradisi. Salah satu aliran yang diterima oleh mayoritas umat Islam adalah Ahlus Sunnah wal Jamaah, yang mengajarkan tentang keesaan Tuhan (tawhid) dan menjaga kemurnian ajaran Islam dari penambahan yang dianggap bid'ah. Dalam hal ini, peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW (maulid) menjadi topik perdebatan, dengan sebagian umat Islam menganggapnya sebagai tradisi yang sah dan sebagai bentuk penghormatan, sementara yang lain menilai bahwa hal tersebut termasuk dalam bid'ah karena tidak ada dalam ajaran Nabi yang asli. Manakah rumusan indikator tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling sesuai untuk membentuk sikap penerimaan peserta didik terhadap tradisi yang selaras dengan akidah yang lurus sesuai dengan ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah?

Jawaban: A. Menumbuhkan sikap saling menghargai terhadap tradisi keagamaan yang berdasarkan ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah tanpa menyimpang dari akidah yang sahih.

Penjelasan: Indikator dalam ranah sikap bertujuan membentuk nilai-nilai internal peserta didik, seperti penerimaan (receiving), penghargaan (valuing), pengorganisasian nilai, hingga karakterisasi nilai dalam tindakan. Pilihan A mencerminkan sikap menghargai tradisi keagamaan secara selektif dan berlandaskan akidah yang lurus, tepat dalam konteks ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah serta: Tidak fanatik buta atau menolak mentah-mentah, Mendidik peserta didik mengenali nilai dalam tradisi sambil tetap menjaga kemurnian akidah.


5. Tasawuf

Tasawuf adalah ajaran yang berfokus pada penyucian jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai praktik spiritual. Namun, dalam pandangan yang benar, tasawuf tidak boleh lepas dari syariat, yaitu aturan dan hukum Islam yang harus diikuti oleh setiap Muslim. Konsep tasawuf yang baik adalah yang berlandaskan pada pemahaman yang utuh tentang syariat, sehingga tidak terjerumus dalam praktek yang menyimpang. Oleh karena itu, tasawuf yang benar tidak hanya mengarah pada peningkatan kualitas spiritual, tetapi juga mencakup kepatuhan terhadap syariat. Salah satu dalil yang mendasari pentingnya keseimbangan antara tasawuf dan syariat adalah firman Allah dalam Al-Qur'an:

"Dan barang siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sementara ia berbuat baik, maka ia telah berpegang pada tali yang sangat kokoh." (QS. Luqman: 22)

Jawaban: B. Mengembangkan ide-ide inovatif dalam penerapan tasawuf yang tidak hanya terfokus pada aspek spiritual, tetapi juga berakar kuat pada pengamalan syariat dalam kehidupan sehari-hari.

Penjelasan: Pernyataan dalam soal menekankan bahwa tasawuf yang benar harus seimbang antara aspek spiritual dan kepatuhan terhadap syariat. Tujuannya adalah pembentukan kualitas spiritual yang utuh dan tidak menyimpang, sesuai dengan firman Allah dalam QS. Luqman: 22. Pilihan B: Menunjukkan pengembangan pemahaman tasawuf secara utuh, yang berbasis syariat dan tidak hanya bersifat spiritual formal. Mengandung unsur inovatif yang sesuai dengan tujuan pembelajaran tingkat tinggi, sekaligus tetap kritis terhadap kesesuaian dengan syariat.


Tips dan Strategi Persiapan Ujian

  1. Latihan Soal Berkala: Latihlah soal-soal yang serupa dengan ujian agar Anda lebih percaya diri.
  2. Pemahaman Konsep Dasar: Pastikan Anda memahami konsep-konsep dasar seperti akidah, asmaul husna, akhlak, ilmu kalam, dan tasawuf.
  3. Analisis Jawaban: Pelajari jawaban yang benar dan pahami alasan di baliknya.
  4. Konsultasi dengan Teman atau Mentor: Diskusikan soal-soal yang sulit dengan teman atau mentor untuk memperdalam pemahaman.
  5. Manajemen Waktu: Latih diri untuk menjawab soal dalam waktu yang terbatas.

Demikian ulasan 50 Contoh Soal PPG Akidah Akhlak Terbaru dan Jawaban, Uji Pengetahuan PPG Kemenag Batch 4 2025.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan