500 Bata Sawah Dikerjakan Serentak, Program LTT Padi di Cikedung Dimacetkan Awal Tahun

500 Bata Sawah Dikerjakan Serentak, Program LTT Padi di Cikedung Dimacetkan Awal Tahun

Awal Tahun 2026, Petani Desa Cikedung Mulai Tanam Padi di Blok Cidadap

Awal tahun 2026 menjadi momen penting bagi sektor pertanian di Desa Cikedung, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Hamparan sawah di Blok Cidadap mulai digarap secara intensif sebagai bagian dari program Luas Tambah Tanam (LTT) padi. Program ini merupakan upaya strategis untuk menjaga dan meningkatkan produksi pangan di wilayah lumbung padi nasional tersebut.

Pada Sabtu, 3 Januari 2026, sejak pukul 08.00 WIB, kegiatan tanam padi mulai dilakukan di lahan milik petani setempat, Emen. Lahan seluas sekitar 500 bata tersebut ditanami varietas padi Kebo/Inpara yang dikenal memiliki daya adaptasi baik terhadap kondisi lahan sawah di wilayah Indramayu. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Musim Tanam I di Kecamatan Cikedung.

Program LTT padi menjadi salah satu langkah konkret dalam mengantisipasi potensi penurunan produksi akibat perubahan iklim dan tantangan cuaca yang kerap terjadi di awal tahun. Dengan mendorong percepatan tanam, diharapkan masa panen dapat berlangsung tepat waktu dan hasil produksi tetap stabil.

Di lapangan, proses penanaman berlangsung tertib dan terkoordinasi. Petani bersama pendamping lapangan memastikan kesiapan lahan, kualitas bibit, serta pola tanam sesuai dengan anjuran. Aktivitas ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi bagi petani agar lebih disiplin dalam menerapkan pola tanam serentak.

Pemilik lahan, Emen, mengaku optimistis dengan pelaksanaan tanam kali ini. Menurutnya, varietas padi yang digunakan telah terbukti cocok dengan karakter tanah di wilayah Cikedung. “Kami berharap hasilnya bisa lebih baik. Kalau tanam tepat waktu dan perawatannya bagus, panen juga akan maksimal,” ujarnya.

Selain fokus pada peningkatan luas tanam, program ini juga bertujuan memperkuat semangat petani di awal musim. Dukungan dari berbagai pihak dinilai penting untuk menjaga motivasi petani, terutama di tengah naiknya biaya produksi dan ketidakpastian cuaca. Pendampingan pertanian menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan tersebut. Melalui pendampingan, petani mendapatkan arahan teknis terkait pengolahan lahan, pemilihan varietas, serta pengelolaan air dan hama.

Pendekatan ini diharapkan mampu menekan risiko gagal tanam sekaligus meningkatkan produktivitas. Koptu Lukman, anggota Koramil 1613/Terisi, turut hadir mendampingi kegiatan tanam padi di lahan tersebut. Kehadirannya merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang dijalankan hingga tingkat desa. Ia terlihat berinteraksi langsung dengan petani dan memastikan kegiatan berjalan lancar.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan. Kami ingin memastikan petani merasa didampingi dan proses tanam berjalan sesuai rencana,” ujar Koptu Lukman.

Indramayu sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan beras. Oleh karena itu, keberhasilan Musim Tanam I menjadi penentu bagi capaian produksi sepanjang tahun. Pemerintah daerah dan unsur terkait terus mendorong percepatan tanam sebagai langkah antisipasi.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Tidak ada kendala berarti yang menghambat proses tanam. Cuaca relatif mendukung, sehingga penanaman dapat dilakukan sesuai jadwal yang telah direncanakan.

Petani di Desa Cikedung berharap, dengan dimulainya tanam padi lebih awal, ancaman gagal panen dapat diminimalkan. Mereka juga berharap adanya keberlanjutan program pendampingan hingga masa panen tiba.

Program LTT padi di Blok Cidadap menjadi gambaran nyata upaya kolektif dalam menjaga sektor pertanian tetap bergerak. Di tengah berbagai tantangan, sinergi antara petani, pendamping lapangan, dan aparat kewilayahan diharapkan mampu menjaga Indramayu tetap menjadi salah satu tulang punggung ketahanan pangan nasional.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan