500 Ton Beras Siap Tangani Bencana Kalsel

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) telah menyiapkan sejumlah besar bantuan dalam bentuk beras untuk menangani berbagai bencana alam yang terjadi di wilayah tersebut. Salah satu bencana yang paling serius adalah banjir yang melanda beberapa kabupaten di Kalimantan Selatan. Dalam hal ini, Pemprov Kalsel memastikan bahwa 500 ton beras akan disiapkan sebagai bagian dari upaya penanganan darurat.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, menjelaskan bahwa persediaan beras tersebut berasal dari cadangan pemerintah provinsi. Ia menyampaikan bahwa dinas yang dipimpinnya bertanggung jawab atas pengelolaan beras tersebut.

"Persediaan beras ini dikelola oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan," ujarnya. Menurut Syamsir, beras tersebut siap disalurkan ke daerah-daerah yang terdampak bencana banjir. Namun, penyaluran beras ini masih menunggu arahan resmi dari Gubernur Kalsel.

"Jangan khawatir, kami memiliki cukup banyak cadangan beras untuk membantu daerah yang sedang menghadapi bencana banjir saat ini," katanya. Syamsir juga menegaskan bahwa penyaluran beras ini akan dilakukan dengan koordinasi yang baik antara Pemprov Kalsel dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Selain itu, ia berharap pemerintah kabupaten dan kota juga dapat turut serta dalam proses penyaluran bantuan. "Kami berharap pemerintah kabupaten juga menyalurkan beras cadangannya jika ada, agar bisa bekerja sama secara lebih efektif," tambahnya.

Bantuan yang disiapkan oleh Pemprov Kalsel tidak hanya berupa beras. Dalam rangka memberikan bantuan yang lebih lengkap, pihaknya juga bekerja sama dengan dinas perdagangan untuk menyediakan minyak goreng dan komoditas lainnya.

Sejauh ini, Pemprov Kalsel sudah melakukan penyaluran bantuan kepada korban banjir di beberapa daerah. Contohnya, di Kabupaten Balangan yang mengalami banjir bandang pada 27 Desember 2025. Selain itu, bantuan juga telah disalurkan ke daerah seperti Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Kabupaten Banjar, dan Tanah Laut.

"Atas instruksi gubernur, kami bergerak bersama untuk menangani korban bencana alam ini, termasuk kesiapan ratusan ton beras untuk kesiapsiagaan," ujarnya.

Tindakan yang Dilakukan Pemprov Kalsel

  • Penyediaan beras: Pemprov Kalsel menyiapkan 500 ton beras sebagai bantuan darurat bagi masyarakat yang terkena dampak banjir.
  • Koordinasi dengan BPBD: Penyaluran beras dilakukan dengan koordinasi langsung antara Pemprov Kalsel dan BPBD setempat.
  • Bantuan tambahan: Selain beras, Pemprov Kalsel juga menyediakan bantuan seperti minyak goreng dan komoditas lainnya.
  • Penyaluran ke daerah terdampak: Bantuan telah disalurkan ke beberapa kabupaten yang terkena banjir, seperti Balangan, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Banjar, dan Tanah Laut.

Langkah-Langkah Pengelolaan Bantuan

  • Pengelolaan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan: Persediaan beras dikelola oleh instansi terkait di lingkup Pemprov Kalsel.
  • Menunggu arahan gubernur: Penyaluran beras masih menunggu perintah resmi dari gubernur.
  • Kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota: Pemprov Kalsel berharap pemerintah setempat juga ikut berpartisipasi dalam penyaluran bantuan.
  • Peningkatan kesiapsiagaan: Bantuan yang disiapkan merupakan bagian dari langkah pencegahan dan respons darurat terhadap bencana alam.

Dengan tindakan yang dilakukan, Pemprov Kalsel berkomitmen untuk memberikan bantuan yang optimal kepada masyarakat yang terkena dampak bencana alam. Hal ini juga mencerminkan kesigapan dan tanggung jawab pemerintah dalam menghadapi situasi darurat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan