6 Adegan Penuh Rahasia dalam Drakor Pro Bono

Pro Bono: Drama Hukum yang Penuh Isu Sosial dan Detail Tersembunyi

Pro Bono adalah salah satu drama Korea yang menarik perhatian banyak penonton. Drama ini mengangkat isu-isu sosial yang kompleks melalui kisah-kisah hukum yang tidak mudah ditebak. Ceritanya mengikuti Kang Da Wit, mantan hakim pengadilan tipikor yang beralih profesi menjadi pengacara publik setelah terlibat dalam skandal suap. Meskipun berfokus pada kasus-kasus hukum, Pro Bono juga menyimpan banyak detail tersembunyi yang mungkin tidak terlihat saat menonton.

Berikut ini adalah enam hal menarik yang mungkin kamu lewatkan saat menonton drama ini:

  1. Alasan Kang Da Wit memakai cincin di kelingkingnya

    Kang Da Wit memiliki kebiasaan unik yaitu memakai cincin di jari kelingkingnya. Cincin ini dulunya milik ibunya. Setelah sang ibu meninggal, ia memakainya. Cincin tersebut kekecilan untuknya sehingga ia memasangnya di kelingking.
    Yang mengejutkan, ada cerita sedih di balik cincin ini. Ibu Kang Da Wit meninggal karena tidak mendapat perawatan yang memadai setelah jarinya putus saat bekerja di pabrik. Kematian ibunya akibat kecelakaan kerja yang tidak adil mengubah ambisi Kang Da Wit menjadi seorang Hakim Agung.

  2. Park Gi Ppeum punya skill mengamati yang tajam

    Di episode 6, semua anggota tim pro bono dari Oh&Partners dikisahkan menjalani medical checkup.
    Saat tes mata, Park Gi Ppeum (So Ju Yeon) bisa melihat dan menyebutkan semua huruf, bahkan hingga yang terkecil. Adegan ini tidak hanya menunjukkan kesehatan penglihatannya, tapi juga menggambarkan kemampuan pengamatannya yang terbiasa membaca ekspresi saat bicara menggunakan bahasa isyarat dengan orangtuanya yang tuli.

  3. Kebiasaan Park Gi Ppeum menggerakkan tangan saat bicara

    Satu lagi keunikan Park Gi Ppeum yang muncul karena dirinya merupakan CODA (child of deaf adult) atau anak dari orangtua tuli. Saat bicara, Park Gi Ppeum terbiasa sering menggerakkan tangannya. Hal ini sempat mengganggu Kang Da Wit di episode awal. Namun, alasan di balik ini karena Park Gi Ppeum sering berkomunikasi dengan bahasa isyarat sehingga otomatis tangannya banyak bergerak saat sedang bicara.

  4. Kang Da Wit tak ingat kejadian soal dus apel

    Alasan Kang Da Wit terpaksa mundur dari posisi hakim adalah karena ia dijebak dan diancam menerima suap. Dalam video, tampak ia senang menerima dus apel berisi uang, tapi Kang Da Wit sama sekali tak ingat momen ini.
    Scene ini serupa kisah Putri Salju alias Snow White yang tidak sadarkan diri setelah menggigit buah apel dari ibu tirinya yang menyamar jadi nenek tua. Dalam drakor Pro Bono, Kang Da Wit digambarkan lemah terhadap zat sedatif sehingga saat dibius ia akan bertingkah lain dari biasanya. Namun, ia tidak akan ingat hal itu saat sadar. Kisahnya ini mirip dongeng Putri Salju. Hal ini diperkuat dengan salah satu poster yang menunjukkan Kang Da Wit diberi buah apel.

  5. Arti nama Kang Da Wit

    Nama Kang Da Wit diambil dari tokoh David atau Daud dalam cerita di alkitab. David dikisahkan sebagai pemuda biasa dan lemah yang bisa menang melawan raksasa bernama Goliath. Kisah David dan Goliath mewakili premis drakor Pro Bono. Di sini Kang Da Wit dan timnya berjuang membela kliennya yang merupakan kaum lemah agar menang di pengadilan sekalipun mereka melawan tergugat dengan posisi kuat, koneksi luas, dan harta banyak.

  6. Kang Da Wit duduk saat hakim keluar ruang sidang di episode 6

    Di episode 6, ditunjukkan Kang Da Wit tetap duduk saat persidangan usai. Padahal menurut aturan dan tata krama pengadilan, semua yang hadir di persidangan harus berdiri saat hakim masuk dan keluar ruang sidang. Sebagai mantan hakim, Kang Da Wit tahu hal ini, tapi ia memutuskan tidak berdiri di akhir sidang dan justru menatap tajam ketua hakim. Apa yang dilakukannya ini adalah bentuk protes atas putusan tidak adil dari hakim ketua kepada kasus kekerasan seksual yang dialami Kaya (Jung Hoe Rin).

Tidak hanya membahas berbagai kasus hukum, Pro Bono juga mempunyai adegan-adegan dengan detail tersembunyi. Khususnya, mengenai kebiasaan dan ciri khas para tokoh yang berkaitan dengan backstory mereka hingga alasan implisit di balik tindakan tertentu. Apa kamu menyadarinya?

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan