6 Januari, Batik Air Luncurkan Rute Pontianak–Kuala Lumpur

Rute Internasional Baru Batik Air Menghubungkan Pontianak dan Kuala Lumpur

Batik Air, maskapai penerbangan nasional Indonesia, baru saja meluncurkan rute internasional baru yang menghubungkan kota Pontianak dengan Kuala Lumpur. Rute ini akan mulai beroperasi pada awal Januari 2026, memberikan akses lebih mudah bagi masyarakat Kalimantan serta wilayah Jawa dan Indonesia bagian tengah dan timur untuk melakukan perjalanan internasional tanpa harus terlebih dahulu melakukan perjalanan ke kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya.

Rute Pontianak (PNK) ke Kuala Lumpur (KUL) akan dilayani tiga kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Senin, Rabu, dan Sabtu, dimulai dari tanggal 6 Januari 2026. Sementara itu, rute sebaliknya, Kuala Lumpur ke Pontianak, akan beroperasi mulai tanggal 5 Januari 2026 dengan jadwal penerbangan setiap hari Selasa, Kamis, dan Minggu.

Melalui Bandar Udara Internasional Supadio di Pontianak, penumpang dari berbagai kota seperti Ketapang, Putussibau, Sintang, Semarang, Yogyakarta, Balikpapan, hingga Makassar kini dapat terhubung langsung ke Kuala Lumpur dengan waktu tempuh yang lebih singkat dan sistem penerbangan yang lebih terintegrasi.

Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan bahwa pembukaan rute ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat konektivitas regional dan internasional. Ia menuturkan bahwa Batik Air ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat yang selama ini harus melakukan perjalanan darat atau udara yang lebih panjang untuk terbang ke luar negeri.

“Dengan rute baru ini, masyarakat dapat melakukan perjalanan internasional melalui Pontianak menuju Kuala Lumpur. Ini menjadi solusi yang lebih efisien dan hemat waktu,” ujar Danang dalam keterangan resmi.

Kuala Lumpur dipilih sebagai tujuan utama karena menjadi hub strategis yang terhubung dengan jaringan penerbangan Batik Air dan Lion Group ke lebih dari 40 kota domestik Malaysia serta berbagai destinasi internasional. Dari Kuala Lumpur, penumpang bisa melanjutkan perjalanan ke berbagai kota di Asia Tenggara seperti Bangkok, Hanoi, Phuket, dan Singapura; Asia Selatan seperti Delhi, Mumbai, dan Colombo; Asia Timur seperti Seoul, Tokyo, dan Hong Kong; hingga Timur Tengah dan Australia, termasuk Jeddah untuk perjalanan ibadah umrah.

“Konektivitas ini tidak hanya mempermudah wisata dan perjalanan bisnis, tetapi juga memberikan alternatif rute umrah melalui Kuala Lumpur dengan layanan penuh dan transit yang nyaman,” tambah Danang.

Selain memperluas akses perjalanan, pembukaan rute ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata. Untuk memudahkan perencanaan perjalanan, Batik Air juga menyediakan layanan pemesanan terintegrasi melalui aplikasi BookCabin. Layanan ini mencakup pembelian tiket, reservasi hotel, hingga check-in online, sehingga para penumpang dapat merencanakan perjalanan mereka secara lebih efisien.

Manfaat Rute Baru untuk Masyarakat

  • Rute internasional baru ini memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat Kalimantan dan wilayah lain di Indonesia untuk melakukan perjalanan ke luar negeri.
  • Penumpang dari berbagai kota seperti Ketapang, Putussibau, Sintang, Semarang, Yogyakarta, Balikpapan, dan Makassar dapat terhubung langsung ke Kuala Lumpur.
  • Waktu tempuh perjalanan menjadi lebih singkat dibandingkan sebelumnya.
  • Konektivitas yang lebih baik membuka peluang untuk wisata, bisnis, dan perjalanan ibadah.
  • Layanan pemesanan terintegrasi melalui aplikasi BookCabin memudahkan perencanaan perjalanan.

Tujuan Strategis Batik Air

  • Memperkuat konektivitas regional dan internasional.
  • Menyediakan solusi perjalanan yang lebih efisien dan hemat waktu.
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan mobilitas masyarakat.
  • Memperluas jaringan penerbangan ke berbagai destinasi internasional.

Dengan rute baru ini, Batik Air menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan penerbangan dan memperluas aksesibilitas bagi masyarakat Indonesia.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan