Berita Terpopuler Kalimantan Barat: Serangan TNI oleh WNA, Demo Orang Tua Murid hingga Kematian Akibat Tenggelam
Berikut adalah enam berita terpopuler yang terjadi di Kalimantan Barat pada periode 17 Desember 2025 hingga 18 Desember 2025. Berita ini mencakup berbagai isu penting mulai dari insiden kekerasan hingga masalah pendidikan dan kesehatan.
1. Insiden Serangan 15 WNA Asal Beijing terhadap 5 Anggota TNI di Ketapang

Pada Minggu, 14 Desember 2025 sekitar pukul 15.40 WIB, lima anggota TNI di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat diserang oleh 15 warga negara asing (WNA) asal Beijing. Serangan tersebut terjadi di area PT Sultan Rafli Mandiri (SRM), tempat para anggota TNI sedang melaksanakan latihan dalam satuan.
Menurut Kapendam XII/Tpr, Kolonel Inf Yusub Dody Sandra, serangan dilakukan menggunakan senjata tajam hingga air softgun. Insiden ini menjadi perhatian utama masyarakat setempat dan menimbulkan pertanyaan tentang keamanan di kawasan pertambangan emas tersebut.
2. Pemeriksaan 15 WNA Tiongkok di Imigrasi Ketapang

Petugas kantor Imigrasi Kelas II Ketapang melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang WNA asal Tiongkok terkait aksi penyerangan ke petugas keamanan dan lima prajurit TNI AD. Pemeriksaan dilakukan bersama pihak terkait dari kepolisian dan TNI.
Kepala Seksi Teknologi dan Informasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Ketapang, Ida Bagus Putu Widia Kusuma, menyebut bahwa para WNA saat ini sedang menjalani pemeriksaan untuk mencari benang merah terkait dugaan peristiwa penyerangan tersebut.
3. Demo Orang Tua Murid MIM Labschool Sintang

Puluhan orang tua murid bersama anggota Komite Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif (MIM) Labschool Sintang mendatangi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sintang. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemecatan Kepala Sekolah dan operator MIM Labschool Sintang.
Masalah bermula dari adanya surat pengelolaan MIM Labschool Sintang yang diberikan kepada PCNU Sintang, meski tidak melalui mekanisme yang benar. Menurut Erwin Siahaan, penasihat hukum Ketua STAIMA Sintang, surat tersebut dinilai tidak sah dan akhirnya menyebabkan kepala sekolah dipindahkan bahkan diberhentikan.
4. Penanganan ODGJ di Pontianak Mengacu SPM

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak, Diana, menjelaskan bahwa penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dilakukan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) antarinstansi.
Dinsos hanya bertanggung jawab atas ODGJ yang terlantar atau tidak diketahui identitas keluarganya. Sementara itu, ODGJ yang masih diketahui keluarganya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan. Diana juga menegaskan bahwa ODGJ tidak dapat dikenakan sanksi karena kondisi kejiwaan mereka.
5. Pelajar SMA Tewas Tenggelam di Kolam Renang JC Oevang Oeray

Seorang remaja laki-laki bernama Manuel Fedri (18) meninggal dunia setelah tenggelam di Kolam Renang JC Oevang Oeray, Jalan Letkol Sugiono, Kecamatan Pontianak Selatan. Korban merupakan pelajar kelas XII SMA yang tergabung dalam rombongan Pemuda Gereja Kristus Yesus.
Rombongan sekitar 30 orang tiba di kolam renang sekitar pukul 14.50 WIB. Berdasarkan keterangan saksi dan hasil rekaman CCTV, korban sempat kesulitan berenang dan meminta tolong sebelum akhirnya tenggelam.
6. Kronologi Pelajar SMA Tewas Tenggelam di Kolam JC Oevang Oeray

Hebohnya kasus tewasnya siswa laki-laki bernama Manuel Fedri (18) setelah tenggelam di Kolam Renang JC Oevang Oeray, Jalan Letkol Sugiono, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada Senin 15 Desember 2025.
Manuel Fedri diketahui adalah pelajar kelas XII SMA yang tergabung dalam rombongan Pemuda Gereja Kristus Yesus. Mereka sedang melaksanakan kegiatan rekreasi bersama di lokasi tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar