67 ribu korban banjir masih mengungsi, tersebar di 12 kecamatan

67 ribu korban banjir masih mengungsi, tersebar di 12 kecamatan

Data Terkini Korban Banjir di Aceh Utara

Sebanyak 67.876 jiwa dari 19.047 Kepala Keluarga (KK) korban banjir di Aceh Utara hingga Jumat (2/1/2026) masih mengungsi. Pengungsian tersebar di 210 titik yang terdapat dalam 12 kecamatan. Dari data tersebut, terlihat bahwa lokasi pengungsian terbanyak berada di Kecamatan Tanah Jambo Aye dan Kecamatan Langkahan.

Kecamatan Tanah Jambo Aye memiliki 54 titik pengungsian, sedangkan Kecamatan Langkahan mencatatkan 50 titik. Selanjutnya, Kecamatan Sawang tercatat 33 titik, Kecamatan Baktiya Barat 22 titik, Kecamatan Lhoksukon/Lapang 18 titik, serta Kecamatan Baktiya dan Dewantara masing-masing 11 titik. Di Kecamatan Muara Batu terdapat 5 titik pengungsian, sementara Kecamatan Seunuddon dan Nibong masing-masing 2 titik. Terakhir, Kecamatan Cot Girek dan Meurah Mulia masing-masing memiliki 1 titik pengungsian.

Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau lebih dikenal dengan panggilan Ayahwa, menyampaikan bahwa jumlah warga terdampak banjir mencapai 124.549 kepala keluarga (KK) atau 433.064 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 74.383 adalah siswa dan 9.071 guru. Saat ini, 19.047 KK atau 67.876 jiwa korban banjir mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk 48.861 siswa.

Selain itu, korban meninggal akibat banjir telah ditemukan sebanyak 216 orang, sementara 6 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Sedangkan untuk korban luka-luka, tercatat 2.127 orang. Adanya kelompok rentan yang terdampak signifikan, seperti 1.433 ibu hamil, 9.525 balita, 6.895 lansia, dan 513 penyandang disabilitas.

Dunia pendidikan juga turut berduka dengan meninggalnya 1 kepala sekolah, 1 guru, 2 tenaga kependidikan, dan 3 siswa. Kerusakan infrastruktur terjadi dalam skala luas. Data terbaru yang diupdate 1 Januari 2026 menunjukkan bahwa 72.364 rumah terendam banjir. Dari jumlah tersebut, 3.506 rumah hilang, serta 42.841 rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 6.236 rusak berat, 16.325 rusak sedang, dan 20.280 rusak ringan.

Infrastruktur lain yang rusak yaitu 432 ruas jalan mengalami kerusakan, terdiri dari 139 ruas rusak berat, 46 rusak sedang, dan 247 rusak ringan. 21 Daerah Irigasi (DI) mengalami kerusakan (7 rusak berat dan 14 rusak sedang), serta 8 Daerah Irigasi Teknis (DIT) rusak sedang. Selain itu, terdapat 78 titik tanggul sungai yang rusak dan 69 unit jembatan rusak.

Peninjauan Menteri Pekerjaan Umum RI

Menteri Pekerjaan Umum RI, Dody Hanggodo pada Kamis (1/1/2026) meninjau langsung ke Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye, kawasan Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Ia menyatakan pemerintah pusat akan segera mengambil langkah penanganan darurat dan permanen.

Ia memastikan perbaikan bendungan, tanggul, serta jaringan irigasi akan menjadi prioritas. “Untuk irigasi dan bendungan, kita langsung siapkan penanganannya dan segera diperbaiki. Sementara untuk jalan yang putus, bisa dipasang jembatan Aramco dengan dukungan TNI agar akses masyarakat kembali normal,” tegas Dody.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan